Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Penyiksaan


__ADS_3

Di dalam markas Cullen bersaudara...


Louis tengah duduk di meja menatap orang-orangnya yang tengah memukuli Jon, pria yang sudah melecehakan Hana.


Semua orang yang hadir di dalam markas itu tampak gemetar dengan tatapan mematikan yang mereka dapatkan dari Louis. Mereka sudah sering melihat Louis berlaku sadis, tapi kali ini ekspresi di wajah Louis sangat berbeda. Mereka semua belum pernah melihat Louis yang seperti ini. Mereka pun mengerti siapapun wanita yang sudah di ganggu oleh Jon itu, dia pasti sangat penting bagi Bos mereka.


Lucas secara diam-diam melihat semua pertunjukan itu dari luar ruangan. Dia tahu bahwa kakaknya tidak mau diganggu oleh apapun. Lukas adalah contoh orang yang sadis, karena dia sangat suka melihat orang lain merasakan rasa sakit karena disiksa. Dia merasa begitu puas melihat orang lain dipukuli dan hal itu merupakan kesenangan yang tidak bisa dijelaskan dengan apapun.


Louis memiliki tatapan iblis di matanya. Dia ingin merusak pria badjingan yang sudah menyakiti Hana dengan tangannya sendiri. Dia lalu memberikan tanda kepada orang-orangnya untuk berhenti menyiksa pria itu.


"Semuanya menyingkir lah." Ucap Louis berdiri dan berpindah ke arah pria itu.


Dia menarik rambut pria itu dan bertanya kepadanya.


"Kenapa kau menyentuh wanitaku.? Kau yakin kau tidak mau menjawab semuanya? Jawab aku." Teriak Louis.


Jon hanya menyeringai.

__ADS_1


"Wanita itu benar-benar seperti sebuah daging yang enak. Tapi sialan sekali. Wanita ****** itu malah berlari menjauh sebelum aku bisa merasakan tubuhnya itu." Ucap Jon.


Louis merasakan kemarahan dari dalam dirinya. Dia lalu meninju wajah Jon terus menerus. Tapi Jon hanya tertawa keras, seolah tak merasakan sakit sedikitpun.


"Hahahaha kenyamanan yang aku rasakan saat merusak pakaiannya itu akan selalu aku ingat. Dan bagaimana dia memohon kepadaku untuk menghentikan semuanya, tidak akan pernah aku lupakan. Air matanya membuat aku merasa begitu puas. Tepat di bawah hidungmu itu, aku bisa mengambil wanita mu dengan mudah untuk menjauh darimu Louis Cullen. Hahaha...." Ucap Jon sambil terus tertawa.


Wajah Jon memang sudah dipenuhi luka, tapi senyuman jahat tetap muncul di bibirnya itu.


Louis sudah tidak bisa menahan dirinya lagi. Tiba-tiba sebuah seringai jahat muncul di wajahnya.


"Kelihatannya kau sangat senang untuk disiksa. Aku tidak tahu bahwa kau begitu hebat dalam menahan rasa sakit." Ucap Louis memindahkan wajahnya mendekat ke arah Jon yang ekspresi di wajahnya tampak marah itu.


"Tarik keluar kukunya dari jemarinya yang sudah berani menyentuh wanitaku. Potong lidahnya perlahan-lahan terpisah dari kulitnya, karena sudah berani berkata kotor kepada wanitaku. Patahkan kakinya yang sudah berani membawa wanitaku pergi. Jika dia pingsan, segera panggil dokter untuk mengobatinya. Lalu mulai siksa dia lagi." Titah Louis.


Jon menelan ludah mendengar ucapan Louis. Dia pikir bahwa Louis akan langsung membunuhnya begitu saja. Tapi dia tidak pernah berpikir bahwa pria yang ada dihadapannya itu benar-benar seorang iblis.


Para bodyguard Louis tampak menyeringai. Mereka akan sangat senang untuk menyiksa Jon.

__ADS_1


Setelah beberapa jam menyiksa, Jon pun akhirnya menyerah.


"Bunuh saja aku." Teriak Jon marah.


"Katakan saja kepadaku kepada siapa kau bekerja?" Tanya Louis dengan tenang.


"Aa... aaaa.... aku tidak tahu siapa orang itu. Aku hanya tahu dia adalah seorang wanita. Tapi dia datang dengan menutupi wajahnya. Aku hanya tahu nama geng itu adalah ular putih. Selain dari itu aku tidak tahu apapun." Ucap Jon.


Louis mendengarkan semua yang dikatakan Jon dan memproses semuanya. Beberapa menit kemudian dia memerintahkan anak buahnya.


"Bunuh dia..." Ucap Louis.


Louis lalu menelpon Kiano.


"Aku ingin semua informasi tentang geng ular putih."


Tanpa mengatakan apapun lagi, Louis langsung menutup sambungan teleponnya dengan Kiano.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2