
Lucas dan Sonia juga meninggalkan pasangan itu berduaan untuk bicara berdua. Sekarang hanya tinggal Hana dan Louis yang ada di dalam ruangan itu. Louis melihat ke arah Hana.
Ada banyak perasaan campur aduk yang ada di dalam dirinya. Dia sudah melihat banyak hal dalam hidupnya bersama dengan Hana. Tapi kali ini dia takut dengan reaksi Hana. Takut dengan keputusan yang akan dibuat Hans jika tidak mau menikah dengannya.
Louis lalu dengan lembut memegang wajah Hana dan membuat Hana melihat ke arah dirinya.
"Hana, aku mencintaimu. Aku mengerti jika kau butuh waktu. Tapi aku sudah melihat ke masa depanku dengan menghabiskan seluruh hidupku bersamamu. Apakah kau memikirkan hal yang sama denganku?" Ucap Louis.
Hana masih melihat ke arah mata Louis.
Louis tidak pernah memperlihatkan begitu banyak perasaan emosional yang ada dalam dirinya kepada Hana. Tapi hari ini dia menunjukkan hal itu karena dia benar-benar ingin menghabiskan seluruh hidupnya bersama Hana. Begitu juga dengan Hana, dia juga ingin selau bersama Louis.
Bagaimanapun Hana tidak tahu Sejak kapan dia mulai mencintai pria yang ada di hadapannya itu. Tapi saat mendengar pengakuan Louis tadi, Hana merasa yakin dengan apa yang akan dia putuskan.
"Aku juga ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu Louis." Ucap Hana.
Tubuh Louis menjadi tenang setelah mendengarkan apa yang diucapkan Hana. Dia lalu mencium kening Hana dan memeluk Hana.
__ADS_1
"Kalau begitu Hana, tolong menikahlah denganku secepatnya." Ucap Louis.
Hana menangis terharu dengan penuh kebahagiaan dalam dirinya. Dia tidak bisa mempercayai apa yang terjadi dalam hidupnya saat ini. Selama ini dia hanya menginginkan cinta Louis dan hari ini saat Louis memohon kepada dirinya untuk menikah dengannya, dia merasa begitu bahagia.
Dalam kehidupan Hana yang sebelumnya, dia melakukan semua hal untuk bisa mendapatkan perhatian Louis. Hana bahkan menjadi orang jahat. Dia terus saja berbohong hanya untuk mendapatkan perhatian lebih dari Louis. Tapi pada akhirnya semua hal yang dilakukannya itu malah membuatnya meninggal.
Di kehidupannya kali ini, seberapa keras dia berlari menjauh dari Louis, tapi takdir membawa mereka untuk bersama. Dalam kehidupan Hana kali ini, Louis lah yang yang mengejarnya.
Seberapa keras pun Hana mencoba untuk berlari menjauh dari Louis, tapi Louis tidak mau melepaskan dirinya. Hana akhirnya mendapatkan cinta dan juga hamil anak dari Louis di dalam kandungannya. Hana takut jika kebahagiaan ini hanyalah sebuah mimpi, di mana dia tidak ingin bangun lagi.
Louis melepaskan pelukannya, lalu melihat Hana yang terdiam.
"Kau itu terlalu berlebihan." Ucap Hana. "Iya, aku akan menikahi mu." Lanjut Hana.
Setelah mendengar hal itu, Louis menjadi begitu bahagia dan dia pun langsung mencium Hana. Louis mencium Hana dengan begitu kasar, dia bahkan mencoba meraba tubuh Hana.
Hana melepaskan ciuman dari Louis dan menatapnya dengan tajam. Dia tahu benar bahwa Louis selalu berhasrat saat bersamanya
__ADS_1
"Jangan begitu kasar Louis, aku tengah hamil." Ucap Hana.
Louis hanya bisa menampilkan wajah kesal mendengar ucapan Hana.
"Sayang, bagaimana jika kita menikah bulan depan?" Ucap Louis.
"Apa? Itu terlalu cepat." Ucap Hana.
"Aku tidak mau tahu. Jika semua itu terserah padaku, maka aku ingin menikah denganmu besok. Tapi aku ingin memberikanmu pernikahan yang terbaik. Jadi pilihlah minggu depan atau bulan depan." Ucap Louis dengan arogan.
Hana hanya memutar mata malas.
"Kau keterlaluan." Ucap Hana.
Setelah itu keduanya kembali berpelukan. Mereka begitu bahagia.
Tapi apa yang mereka tidak sadari adalah, ada badai yang akan mendekat ke dalam hidup mereka sebentar lagi.
__ADS_1
Bersambung...