Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Tentang Mira


__ADS_3

Hana terbangun dengan seluruh tubuhnya terasa sakit. Tidak ada yang tertinggal di mana Louis tidak memberikan tanda di tubuh Hana.


Hana mencoba menaruh kakinya di lantai, tapi dia merasakan sakit diantara kedua kakinya.


Pintu kamar Louis tampak terbuka. Terlihat Louis masuk ke dalam kamar dengan membawa secangkir kopi. Dia merasa puas melihat Hana yang dipenuhi dengan tanda cinta yang dia buat.


"Kenapa kau berdiri di sana dengan tersenyum? Ini semua salahmu, sekarang aku tidak bisa berdiri." Ucap Hana melihat kearah Louis dengan kesal.


'Pria ini, tidak bisakah dia merasa puas hanya dengan melakukannya sekali. Dia malah melakukannya lagi untuk memuaskan dirinya sendiri.' ucap Hana dalam hati.


Louis tertawa kecil.


"Aku tidak bisa menahan diriku sayang. Siapa suruh kau itu begitu menggoda." Ucap Louis.


Hana tidak bisa percaya bahwa semalam ternyata dia sudah menyerahkan dirinya pada Louis.


Hana merasa kesal dan mencoba untuk berdiri tapi kakinya tidak bisa menahan rasa sakit itu dan dia pun terjatuh. Tiba-tiba Louis pun langsung berada di samping Hana dan memegang tangan Hana lalu mengajak Hana menuju kamar mandi.


"Biarkan aku membantumu. Aku sudah menghangatkan air dan kau akan merasa tenang." Ucap Louis.


Hana dan Louis lalu masuk ke dalam kamar mandi. Hana merasa begitu senang dengan sikap manis yang diberikan Louis kepadanya.


...----------------...

__ADS_1


Di sisi lain berita tentang Louis yang mendeklarasikan tentang hubungannya dimana Hana adalah kekasihnya dan tentang insiden kecil yang terjadi diantara mereka berdua, tersebar di seluruh kota.


Pewaris Cullen Enterprise akhirnya memperkenalkan siapa wanitanya. Pewaris Cullen akhirnya menemukan pasangannya.


...----------------...


Di dalam kediaman keluarga Cullen...


Papa Louis tengah meminum teh di taman. Tiba-tiba kedamaian nya terganggu oleh sebuah panggilan telepon. Panggilan itu berasal dari sahabat baiknya, dari Pak Arman, Papa Hana.


"Lihat apa yang dilakukan putramu. Aku sudah mengatakan kepadamu untuk bisa mengontrol dirinya dan lihat saja apa isi berita yang tersebar. Putramu sama nakalnya seperti dirimu. Kalian sama saja." Teriak Papa Hana.


"Arman, tenangkan dirimu. Apa yang terjadi?" Tanya Papa Louis.


Papa Louis lalu melihat ke arah berita. Insiden yang terjadi antara Louis dan Hana kemarin, berada di halaman depan koran. Papa Louis menyeringai.


"Dia memang benar-benar Putraku." Ucap Papa Louis tertawa kecil.


"Tentu saja dia putramu. Biarkan aku menangkapnya nanti dan aku akan memukuli bokongnya. Putri kesayanganku yang malang. Kasihan sekali dia." Ucap Pak Arman tidak bisa mempercayai bahwa Louis bisa bertindak begitu posesif sehingga Louis bisa menggendong Hana di pundaknya di depan semua orang.


"Kenapa kita tidak membuat mereka bertunangan saja, apalagi mereka saling mencintai satu sama lain." Ucap Papa Louis mencoba menenangkan Papa Hana.


"Terserah." Balas Papa Hana langsung menutup sambungan telepon.

__ADS_1


Papa Louis tertawa mendengar suara sahabatnya itu. Dia merasa kasihan kepada Pak Arman yang tidak siap untuk melepaskan putrinya bagi Louis, putranya.


...----------------...


Di sisi lain...


Mira membuang gelas ke lantai. Dia sudah melihat berita antara Louis dan Hana.


"Sialan! Hana ini membuat aku kesal dan sial sekali, Louis malah terus saja mendekati wanita murahan ini. Mereka mengacaukan rencana ku." Ucap Mira berteriak marah dengan tatapan mematikan yang muncul di matanya.


Di belakangnya, ada seorang pria yang datang dan langsung memeluknya.


"Jangan khawatir sayang. Hana ini terlihat lemah. Jika rencana A kita tidak berhasil, maka ayo kita buat rencana B." Ucap pria itu.


Mira menyeringai.


"Ayo kita lupakan tentang mereka." Lanjut pria itu.


Beberapa saat kemudian, Mira menggoda pria itu dengan memindahkan jemarinya ke arah wajah pria itu dan perlahan menuju lehernya. Pria itu memegang tangan Hana dan mendorong Mira ke atas tempat tidur.


"Kau menguji kesabaran ku kucing liar ku. Aku tidak bisa mengontrol diriku lebih lama lagi." Ucap pria itu lagi.


Setelah itu mereka berdua hanyut dalam keintiman mereka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2