
Beberapa bulan kemudian...
"Aaaahhhh...."
"Ini semua karena dirimu brengsek!" Teriak Hana kesakitan.
Teriakan Hana memenuhi ruangan itu.
"Aku minta maaf cinta. Aku minta maaf cintaku. Tapi bernafas lah kau harus mendorongnya." Ucap Louis dengan lembut.
Keringat dingin jatuh dari kening Louis. Dia kelihatannya akan pingsan. Melihat ekspresinya itu, para perawat tertawa kecil.
"Aku tidak mau mendorongnya lagi, aku lelah. Aku mau tidur." Ucap Hana.
Tubuh Hana menjadi sangat kelelahan. Dia benar-benar sudah tidak tahan untuk mendorong bayinya lagi.
"Jangan cintaku, jangan tutup matamu. Kumohon cintaku, dorong lah." Ucap Louis lagi.
Hana melihat ke arah Louis.
"Ini seperti kau harus mendorong sebuah melon dari lubang berukuran buah jeruk dan ini bukan satu tapi dua." Ucap Hana dengan marah.
Mata Louis membelalak mendengar Hana dan memang benar mereka memiliki anak kembar.
Dokter dengan malu melihat pasangan itu.
__ADS_1
"Kepalanya sudah terlihat. Ayo dorong." Ucap dokter itu.
"Aaaahhhh...." Teriak Hana dengan semua kekuatan yang dia punya.
"Bayinya perempuan." Ucap dokter itu.
Perawat memotong tali pusar bayi itu kemudian mengambil bayi itu dan membersihkan tubuhnya. Hana merasa begitu kesakitan.
"Kau bisa melakukannya sayang. Hanya satu dorongan lagi. Ayo sayang, kau bisa." Ucap Louis.
Hana lalu memberikan dorongan terakhirnya.
"Bayinya laki-laki." Ucap dokter dan setelah itu Hana pun pingsan.
...----------------...
"Louis..." Ucap Hana.
Louis melihat ke arah Hana dengan tatapan hangat seraya menggendong kedua bayi mereka. Dia perlahan berjalan ke arah Hana dan duduk di samping Hana.
"Lihat Hana, kedua bayi kita sangat menggemaskan." Ucap Louis. "Ini putra dan putri kita." Ucap Louis lagi seraya menaruh mereka berdua di lengan Hana.
Mata Hana melembut melihat ke arah bayinya.
"Ini bayiku. Bayiku yang cantik dan tampan." Ucap Hana dengan perlahan menaruh ciuman lembut di kening kedua bayinya.
__ADS_1
"Apa kau sudah memikirkan nama mereka?" Tanya Louis pada Hana.
Hana lalu melihat ke arah putri kecilnya itu.
"Isabella Cullen." Ucap Hana penuh keseriusan.
Louis pun tersenyum melihat ke arah Hana dan putrinya.
"Sekarang bagaimana dengan anak laki-laki kita?" Tanya Hana kepada Louis.
"Edward Cullen." Ucap Louis seraya melihat ke arah putranya.
Hana lalu mengangguk setuju.
"Ah anak-anakku..." Ucap Sonia yang tiba-tiba masuk melalui pintu ruangan itu.
"Cucu-cucuku..." Ucap kedua Papa mereka melihat ke arah cucu mereka.
Dan Setelah itu mereka berdua mulai berkelahi tentang siapa yang akan menggendong cucu mereka lebih dulu. Hana hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ke arah kedua orang tua mereka yang bersikap kekanakan itu.
Banyak hal yang terjadi di beberapa bulan sebelumnya. Louis sudah mengatakan semuanya, dimulai tentang Rian dan Mira yang menjadi saudara palsu. Tentang bagaimana Ryan dan Louis yang menjadi saudara tiri dan balas dendam Ryan.
Setelah kematian mereka berdua, Ryan dan Mira, pemerintah dan media memberikan pujian kepada Anggota militer yang sudah berhasil menangkap salah satu orang yang paling dicari di negara mereka.
Nama Louis tidak disebutkan karena dia tidak mau orang lain mengetahui kehidupannya yang pernah berada dalam dunia militer. Setelah insiden itu Louis dan Hana pun menikah dengan bahagia.
__ADS_1
...TAMAT...