
Air mata Hana jatuh ke pipinya. Dia menjauh dari Louis dan duduk di sudut sofa. Hana meletakkan tangannya di perutnya memikirkan anaknya yang belum lahir.
"Maafkan aku Louis, seharusnya aku tidak melakukan apa yang sudah aku lakukan dalam kehidupan ku yang sebelumnya. Aku egois karena cintamu Louis. Ji... jika kau ingin aku pergi dari hidupmu, maka aku akan pergi. Aku tidak akan pernah muncul di hadapanmu lagi. Tentang bayi ini aku bisa mengurusnya sendiri. Tentang semua yang kau katakan, aku percaya itu. Karena bahkan aku memiliki ingatan seperti itu. Sama seperti aku, kau adalah manusia yang terlahir kembali Louis. Aku seharusnya tidak... tidak mendapatkan hal ini. Aku sudah pernah mencoba membunuh diriku sendiri." Ucap Hana di sela-sela tangisnya.
Air mata Hana yang deras mengalir di pipinya. Dia tidak bisa menahannya lagi.
"Aku menjadi buta dan tergila-gila pada cintamu. Tapi Louis kenangan yang aku miliki bersama denganmu, aku akan selalu menghargainya. Aku... Aku akan pergi." Ucap Hana menatap mata Louis.
Hana lalu mencoba untuk berdiri.
"Duduk Hana." Ucap Louis dengan dingin di belakangnya.
Hana kembali duduk di sofa dan menatap Louis.
Suhu ruangan itu menjadi dingin. Louis menatap Hana dengan dingin. Dia berdiri dan memegangi Hana dengan kedua tangannya.
"Cintaku tidak pudar." Ucap Louis sambil menatap tajam ke mata Hana.
__ADS_1
"Terlahir kembali atau tidak, melalui ingatan itu, satu hal yang aku yakini bahwa aku tidak pernah mencintai Mira seperti aku mencintaimu Hana. Iya aku menolak dirimu untuknya. Tapi...."
Ekspresi dingin Louis berubah menjadi senyuman.
"Wanita ****** itu tidak pernah mencintaiku. Dia wanita yang licik. Dia membius ku dan dia menunjukkan hasil tes kehamilan palsu kepadaku untuk mendekatiku. Dia juga menjebak dirimu dan membuatmu menjadi pelaku atas pembunuhan ku. Kau tahu kenapa dia melakukan semua ini?" Ucap Louis.
"Apa?" Tanya Hana dengan suara yang lantang.
Hana tidak pernah membayangkan dalam hidupnya bahwa Mira adalah orang yang membunuh Louis.
'Apakah dia bisa sekejam itu?' tanya Hana dalam hati.
Hana masih tidak bisa mencerna tentang apa yang dikatakan Louis.
Louis tampak menggelengkan kepalanya.
"Hana ku adalah wanita yang sangat naif. Kau tidak pernah merusak apapun. Kau hanya jatuh ke dalam rencananya. Bahkan aku juga sangat bodoh dan kenapa semua itu terjadi? Sederhana saja, itu karena dia ingin formulanya." Ucap Louis dengan sorot mata yang penuh kemarahan. "Tapi yang aku tidak mengerti adalah, tidak ada catatan dari masa lalunya ketika aku menyelidikinya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu tentang informasi rahasia seperti itu. Pasti ada seseorang di belakangnya. Ini semua tidak sesederhana yang terlihat." Ucap Louis panjang lebar.
__ADS_1
Sesuatu tampak muncul dalam pikiran Hana. Dia lalu melihat ke arah Louis.
"Jika kau dan aku mengingat semuanya, maka pasti Mira juga mengingat semuanya." Ucap Hana.
Louis mengangguk.
"Bisa jadi seperti itu." Ucap Louis sembari terus berpikir.
Dia melihat ke arah Hana yang meletakkan jarinya di dagunya. Dia lalu menarik Hana ke arahnya dan menatap mata Hana.
"Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku Hana. Yang kau bawa dalam perutmu itu adalah milikku juga dan kau adalah milikku Hana." Ucap Louis dan langsung mencium bibir Hana dengan kasar.
Dia mencium Hana dengan keras seolah dia ingin menghukum Hana. Dengan mata tertutup, Hana menerima apapun yang diberikan Louis dalam ciuman mereka.
"Aku membutuhkanmu Hana." Ucap Louis dengan suara yang serak.
"Kalau begitu bawa aku Louis. Terlahir kembali atau tidak, aku memang sudah menjadi milikmu." Ucap Hana memberikan tatapan menggoda ke arah Louis.
__ADS_1
Bersambung...