Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Bertanya Pada Jack Cullen


__ADS_3

Di rumah Jack Cullen...


Di dalam ruang kerja Jack. Ketiganya, Papa dan kedua anak laki-lakinya itu duduk berhadapan. Ketegangan meliputi mereka semua baik di wajah Papa dan kedua anak laki-lakinya itu tampak jelas. Beberapa gelas minuman ada di atas meja mereka.


Lucas meneguk minumannya sekaligus meletakkan gelasnya dengan kasar di atas meja. Dia memandangi Papanya dengan aneh.


"Ini semua dimulai karena Papa." Ucap Lucas dengan kasar.


"Katakan dengan jelas Lucas, apa sebenarnya yang ingin kau katakan." Ucap Jack Cullen dengan tenang menatap putranya itu.


Tatapannya beralih ke arah Louis yang tatapannya tertuju padanya tidak sekalipun Louis berkedip.


Lucas menatap Papanya dan tertawa seperti orang gila.


"Tiara Domani! Apakah nama itu membunyikan lonceng di otak Papa?" Kata Lucas dengan sinis.


Jack Cullen terdiam. Dia meletakkan gelas minumannya di atas meja.


"Bagaimana kau tahu tentang dia?" Tanya Jack dengan nada tenang.


Tapi jika seseorang melihat dari jarak dekat, matanya tampak menahan amarah yang tidak diketahui dan rahangnya tampak menegang.


"Jadi memang benar bahwa Ryan Domani adalah anakmu?" Kata Louis menatap tajam ke arah Papanya.

__ADS_1


Tangan Papa Louis mengepal dengan keras. Masa lalu yang dia sembunyikan selama 20 tahun yang lalu menghancurkan hidupnya, merenggut cintanya dan yang terpenting menghancurkan keluarganya. Dia pun tertawa perlahan.


"Nak, dia adalah sebuah kesalahan terbesar." Ucap Jack Cullen.


"Tentu saja." Balas Louis dengan emosi yang terlihat jelas di matanya.


"Apakah kau tahu kesalahanmu itu sekarang dalam misi menghancurkan hidup kami karena kesalahan terbesarmu itu." Ucap Lucas dengan sinis menatap Papanya dengan kebencian yang mendalam.


Jack Cullen menatap mata Lucas yang penuh dengan kebencian itu.


"Kau bisa membenciku bahkan aku membenci diriku sendiri karena kesalahanku aku kehilangan Rossa." Ucap Papa mereka mengingat istrinya.


"Jangan sebut nama Mamaku." Teriak Louis dengan menatap Papanya itu.


Mata Jack dipenuhi amarah.


"Beraninya kau! Kau tidak tahu apa-apa." Teriak Jack Cullen membanting tangannya di atas meja dengan kasar dan kemudian dia terdengar menghela nafas.


"Tiara Domani adalah orang gila. Dia pernah menjadi tunangan yang dipilihkan kakek kalian untuk Papa dengan tujuan menggabungkan bisnis keluarga karena mengalami kerugian besar. Tapi apa yang Papa tidak tahu bahwa orang tua dari Tiara terlibat dalam bisnis ilegal dan putrinya itu adalah wanita ****** yang jahat. Awalnya Papa memilih untuk mengabaikan perilaku gilanya karena waktu itu semuanya tidak terlalu menghebohkan. Tetapi seiring berjalannya waktu, semuanya menjadi lebih mengerikan." Ujar Jack Cullen.


Sorot matanya memperlihatkan berbagai emosi dan salah satunya adalah ketakutan.


"Wanita itu bukannya memberikan ketenangan untukku, dia malah membuat hidupku berada dalam kegelapan. Tapi dalam kegelapan itu, aku menemukan cahaya dan cahaya itu adalah mama kalian. Dia adalah sekretaris papa. Tapi dia adalah wanita yang luar biasa." Ucap Jack Cullen.

__ADS_1


Dia lalu berhenti bicara. Dia tidak pernah membicarakan masa lalunya yang selalu dia sembunyikan. Tapi lihat yang terjadi sekarang. Sejak dulu, Jack Cullen takut masa lalunya itu akan mengejarnya dan mempengaruhi kehidupan anak-anaknya. Dia sangat membenci Tiara Domani, sosok masa lalu yang tidak pernah bisa dilupakan.


Louis menatap Papanya dengan tatapan aneh. Saat ini adalah pertama kalinya dalam hidupnya ketika dia tidak tahu bagaimana harus bereaksi terhadap suatu situasi. Dia tidak pernah menemukan hal seperti ini di kehidupannya yang sebelumnya. Jika dia menghubungkan hal-hal yang terjadi, sekarang semuanya mulai masuk akal. Tetapi sebelum Louis sampai pada kesimpulannya, dia ingin mengetahui keseluruhan cerita dari Papanya.


"Apa yang terjadi setelah Papa bertemu mama?" Tanya Louis menatap Papanya.


Air mata mengalir dari mata Papanya. Dia masih ingat dengan jelas saat istrinya terbaring di lantai dengan genangan darah mengelilinginya. Senyuman kemenangan di wajah Tiara.


Jack Cullen menjelaskan semuanya kepada kedua putranya itu. Mendengar cerita papa mereka, Louis dan Lucas mengatupkan rahang mereka. Setiap kejadiannya terhubung. Semuanya mulai menjadi jelas bagi Louis.


"Jadi dulu Tiara Domani dan sekarang putranya Ryan Domani..." Ucap Lucas.


Tiba-tiba telepon Louis berdering. Terdengar suara kepala pelayan yang panik dari seberang telepon.


"Tuan, Nyonya telah diculik...!!"


"APA?" Teriak Louis dengan keras.


Lucas menatap wajah kakaknya itu. Dia tidak pernah melihat kakaknya semarah itu. Namun juga ada ketakutan dari sorot matanya.


"Apa yang terjadi Kak?" Tanya Lucas.


"Hana telah diculik." Ucap Louis menggertakkan giginya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2