Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Sonia & Lucas


__ADS_3

Sonia dan Lucas tengah bermesraan di dalam apartemen milik Sonia. Keduanya memang sudah mulai berkencan sejak hari dimana Lucas ikut dalam acara amal yang diikuti oleh Sonia dan Hana waktu itu. Sonia dan Lucas benar-benar dimabuk cinta hingga membuat keduanya begitu liar diatas ranjang.


Pemilik apartemen yang ada di lantai bawah apartemen milik Sonia adalah pasangan lansia. Keduanya bahkan terkejut mendengar suara bising dari apartemen di lantai atas.


"Apa kau mendengar suara aneh? Kelihatannya ada barang tengah di rusak. Apa pasangan diatas sana tengah bertengkar?." Ucap wanita tua itu kepada suaminya.


"Di masa kini memang ada banyak hal yang bisa dirusak." Ucap pria tua itu.


Dia menyeringai ke arah istrinya.


"Sial! Aku merindukan masa muda kita dulu. Bagaimana kita merusak barang-barang saat di malam pernikahan kita." Ucap pria tua itu lagi.


Wajah wanita tua itu berwarna merah.


"Kau memalukan sekali. Kau itu selalu berhasrat. Lihatlah dirimu, karena kau aku aku merasa bosan mengurus 6 anak kita dan semuanya karena dirimu." Ucap sang istri kesal.


"Dulu kau tidak pernah komplain. Kau malah menikmatinya dan aku memang selalu menginginkan sebuah keluarga besar. Setidaknya semuanya sudah ada sekarang Ucap pria tua itu menyeringai wanita tua itu memukul tangan suaminya dengan keras Berhentilah mempermalukan aku dan ia sekarang semuanya sudah terjadi mereka berdua menghilang nafas bahagia tapi suara keras itu kembali terus berlanjut.

__ADS_1


'Braaakkk...'


"Lihat sudah kukatakan akan ada banyak benda yang dirusak." Ucap pria tua itu melihat ke arah istrinya dan menggodanya.


...----------------...


Pagi hari datang...


Mereka berdua pun bangun. Tubuh Sonia merasa sakit setelah aktivitas malam yang dia lakukan dengan Lucas. Dia benar-benar marah menatap Lucas, tapi Lucas hanya menyeringai puas dengan semua gigitan cinta yang dia buat di tubuh Sonia.


"Berhentilah menyeringai karena kau aku jadi tidak bisa berdiri sekarang." Ucap Sonia menatap Lucas.


Lucas lalu keluar dari dalam kamar tanpa mengenakan sehelai pakaian pun dan hanya mengenakan sebuah apron. Dia melakukan hal itu setelah dia mengetahui bahwa itu adalah fantasi yang dimiliki Sonia untuk melihat seorang pria tampan hanya mengenakan apron saat memasak. Jadi Lucas pun ingin mengabulkan keinginan Sonia.


Sonia dengan tidak tahu malu melihat ke arah Lucas. Pikiran kotor di dalam kepalanya pun muncul.


"Apa kau sudah puas melihatnya." Ucap Lucas menyeringai setelah melihat Sonia yang tengah menatapnya.

__ADS_1


"Tidak." Balas Sonia yang belum bisa berhenti melihat ke arah Lucas.


Tiba-tiba bel pintu apartemen Sonia berbunyi.


"Abaikan saja." Ucap Lucas..


Dia tidak mau seseorang mengganggu pagi mereka dan Sonia juga merasakan hal yang sama. Tapi suara bel pintu terus berbunyi.


"Ah, biarkan aku melihatnya." Ucap Sonia berpindah ke arah pintu dan membukanya.


Di depan pintu, Hana tampak berdiri dengan wajah yang terlihat kesal.


"Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa aku akan datang hari ini. Apa yang kau lakukan? Kenapa kau begitu lama membuka pintu? Apa kau ingin membuatku berdiri di sini atau apa..." Ucap Hana tanpa berhenti bicara.


Hana tidak tahu kenapa perasaannya benar-benar kesal hari ini.


Sonia benar-benar lupa tentang kedatangan Hana hari ini. Tapi sebelum dia bisa menghentikan semuanya, Hana sudah masuk lebih dulu ke dalam apartemennya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2