
Sebuah hasrat muncul dalam diri Ryan saat melihat Hana yang berpakaian dengan model semi kasual seperti itu. Bentuk tubuh Hana sangat terlihat jelas dari jeans yang dia kenakan. Hana tidak tahu apa maksud dari perkataan Ryan kepadanya. Jadi dia tidak menghiraukan ucapan Ryan dan menukar topik pembicaraan mereka.
"Apakah kita bisa mulai meeting kita?" Tanya Hana.
"Tentu." Balas Ryan yang mulai merubah intonasi suaranya menjadi serius.
Hana menunjukkan desainnya dan ide yang dia punya dibalik dari semua desain perhiasan yang dia buat. Hana memang selalu menyimpan ide atau cerita dari perhiasan yang di desainnya itu. Setiap perhiasan yang dia desain memiliki sebuah cerita untuk disampaikan pada orang-orang.
Meeting mereka pun berjalan selama 40 menit. Ryan benar-benar terpesona dengan desain yang ditunjukkan Hana dan juga bagaimana cara Hana menjelaskan semua detail dari setiap desainnya itu.
"Ide mu sangat hebat Nona Hana. Tapi tetap saja aku ingin membuat beberapa perbedaan karena kita menargetkan untuk memasarkan perhiasan kita kepada pelanggan kelas atas. Target utama kita adalah para sosialita elit. Itulah kenapa aku ingin desain perhiasan itu menjadi desain yang eksklusif dan juga limited edition." Ucap Ryan.
Hana mengerti apa yang coba dikatakan Ryan kepadanya. Seorang wanita dari kelas atas memang akan selalu menyukai barang-barang yang mahal dan branded. Perhiasan dari perusahaan Domani selalu eksklusif dan sulit untuk didapatkan dan karena hal itu banyak para wanita elit yang mencoba untuk mendapatkan desain dari perhiasan yang diciptakan oleh perusahaan Domani.
"Aku mengerti Pak Ryan." Ucap Hana.
__ADS_1
"Kalau begitu besok datanglah ke kantorku. Aku akan memperkenalkan mu kepada kepala desainer yang bisa berdiskusi denganmu tentang perubahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan desain perhiasan itu dan setelah itu kita bisa terus melanjutkannya." Ucap Ryan.
Setelah itu mereka pun menyelesaikan meeting mereka. Mereka lalu keluar dari restoran.
Di luar restoran Hana bergerak ke arah mobilnya.
"Menyenangkan bekerja sama denganmu Nona Hana." Ucap Ryan yang tiba-tiba menghentikan Hana menuju mobilnya.
Hana tersenyum canggung dan berkata, "sama dengan anda, aku juga merasa senang bisa bekerja sama dengan anda Pak Ryan." Ucap Hana.
"Aku bisa mengatakan Hana, bahwa kau itu benar-benar seorang wanita yang cantik. Louis benar-benar beruntung bisa mendapatkan mu. Bagaimanapun seorang pria akan begitu bodoh jika mau melepaskan wanita pintar dan cantik seperti dirimu." Ucap Ryan dengan tatapan berbahaya di dalam matanya.
"Terima kasih pujiannya Pak Ryan. Tapi adikmu jauh lebih cantik dan dia juga pintar." Ucap Hana mencoba untuk menciptakan celah di antara mereka berdua.
Tapi Hana gagal melepaskan dirinya karena Ryan malah menghalangi jalan Hana menuju mobilnya dan membuat tidak ada ruang baginya untuk bergerak.
__ADS_1
Ryan mengerti bahwa Hana mencoba untuk menjauh dari dirinya.
'Oh kucing kecil, kemana kau akan berlari.' pikir Ryan dalam hati seraya menyeringai.
"Adikku memang pintar dan cantik Hana. Tapi sesuatu dalam dirimu sungguh berbeda. Oh ya, panggil saja aku Ryan. Kau tidak perlu menyebutku dengan Pak Ryan." Ucapnya melihat ke arah mata Hana dengan intens.
Hana benar-benar ingin menjauh dari Ryan.
"Baiklah aku harus pergi sekarang Pak Ryan. Sampai ketemu besok." Ucap Hana.
"Iya Nona Hana, sampai ketemu besok." Ucap Ryan seraya membuka pintu mobil Hana untuknya.
Hana duduk di dalam mobilnya dan mengendarai mobilnya menjauh.
Ryan tertawa kecil melihat Hana yang sudah pergi.
__ADS_1
"Ke mana kau akan berlari kucing kecil? Semakin kau berlari, semakin aku ingin menangkap mu dan membuatmu menjauh dari Louis dan aku ingin membuatmu tetap Bersamaku. Satu hal yang harus kau tahu. Jika aku menyukai sesuatu, maka aku akan selalu mendapatkannya. Bagaimanapun caranya." Ucap Ryan.
Bersambung...