Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Romansa Pagi


__ADS_3

Hana sekarang sudah seperti tinggal bersama dengan Louis. Barang-barangnya sudah lebih banyak berada di dalam lemari Louis.


Hana sudah mandi dan sekarang dia mengenakan sebuah jeans dengan blus berwarna putih. Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya. Hana melihat ke arah Louis dari cermin, di mana Louis tidak mengenakan pakaian dan hanya mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya. Melihat Louis yang seperti itu, membuat wajah Hana menjadi merona. Dia pun berusaha mengontrol hatinya. Pria itu benar-benar membuat pikirannya teralihkan.


"Louis lepaskan aku. Kau membuat pakaianku jadi basah." Ucap Hana Seraya mendorong Louis menjauh darinya.


Louis hanya menyeringai.


"Kalau begitu aku perlu untuk menjagamu sayang. Jika posisinya adalah kau yang seperti ini, aku akan tetap membiarkanmu berada di dalam rumah, di mana tidak akan ada satu pun pria yang bisa melihatmu dan membawamu pergi menjauh dariku." Bisik Louis di telinga Hana.


Hana semakin berubah merah.


"Kau....! Pikiranmu itu selalu saja mesum. Aku tidak membicarakan tentang... Aku... Aku..." Ucapan Hana terhenti karena Louis mencium lehernya.


"Membicarakan tentang apa sayang?" Ucap Louis lagi.


Louis sangat senang melihat Hana yang merona malu.


"Sudahlah Louis, lepaskan aku. Kau terus saja menggodaku. Aku ada meeting yang harus aku hadiri." Ucap Hana yang akhirnya berhasil melepaskan diri dari pelukan Louis.

__ADS_1


"Meeting dengan siapa?" Tanya Louis.


"Apa kau mengenal saudara dari Mira, Ryan Domani? Dia menawarkan sebuah kerjasama padaku. Aku bertemu dengannya di Zayn fashion show dan dia ternyata menyukai desain perhiasanku." Ucap Hana.


"Oh sayang, desain mu memang yang terbaik dan bekerja sama dengan keluarga Domani akan memberikanmu kesempatan yang baik." Ucap Louis menaruh tangannya di pipi Hana.


Namun dalam hatinya, Louis tidak tahu kenapa, tapi dia berpikir bahwa kedua kakak beradik Domani itu cukup aneh. Fakta dalam investigasi yang dia lakukan terhadap keluarga Domani, dia tidak menemukan informasi buruk apapun dari Mira bahkan informasi tentang Ryan itu hanya sedikit yang diketahui. Louis memang selalu menginvestigasi orang-orang yang bekerja dengannya.


Hana tersenyum dan memegang tangan Louis.


"Terima kasih Louis." Ucap Hana seraya mencoba untuk pergi.


"Panggil aku sayang, Louis kedengarannya tidak mesra." Ucap Louis.


Hana kembali merona. Dia pun memanggil Louis dengan sebutan sayang dan dengan suara yang terdengar begitu lembut. Louis sangat senang kemudian dia memberikan ciuman kepada Hana.


"Louis kau merusak lipstik ku." Ucap Hana menatap Louis kesal.


...----------------...

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju restoran, Hana terus memarahi Louis di dalam kepalanya. Pria itu tidak pernah puas dengan dirinya. Pria itu selalu saja ingin melakukan semuanya dengan Hana. Bahkan Louis tidak memberikan kesempatan kepada Hana untuk tidak menyentuhnya sedikitpun setiap menitnya. Tanda merah yang Louis berikan pagi tadi di leher Hana membuat Hana memerlukan waktu lebih banyak untuk menutupi itu dengan menggunakan concealer.


.


.


.


.


.


"Aku minta maaf karena terlambat. Aku benar-benar tidak kau harus mengatakan apa." Ucap Hana kepada Ryan.


"Tidak apa-apa Nona Hana, sesuatu yang penting pasti menyita waktumu." Ucap Ryan.


Tapi bahkan dengan semua make up yang dikenakan Hana untuk menutup tanda merah di lehernya itu, tanda merah itu tetap saja terlihat jelas.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2