
Di dalam kantor Louis...
Louis sedang melakukan panggilan video dengan Hana. Hana memutar mata malas.
"Ini yang keempat kalinya dalam 4 jam Louis." Ucap Hana.
Louis cemberut.
"Tapi Hana, aku hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja dan itu bisa membuat hatiku tenang." Ucap Louis.
"Kau sudah menyewa baby sitter untuk menemani ku setiap kali aku keluar rumah. Kau tidak membiarkan aku melakukan apapun di rumah. Aku hanya bisa menyelesaikan pekerjaanku dari rumah. Sekarang setiap jam kau meneleponku hanya untuk melihat wajahku." Ucap Hana menggerutu.
Louis memutar matanya kali ini.
"Dia itu bodyguard, bukan baby sitter dan terlebih lagi aku tidak bisa mengambil resiko lagi. Kau hamil atau tidak, itu selalu penting bagiku." Ucap Louis.
Wajah Hana tampak memerah karena malu.
"Aku lapar. Aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa." Ucap Hana.
Setelah itu Hana pun mengakhiri panggilan mereka berdua.
Louis terkekeh. Dia suka melihat Hana yang merona karena dirinya.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Louis mengalihkan pandangannya untuk melihat orang yang masuk ke dalam ruangannya tanpa seizin darinya itu. Bahkan sekretarisnya pun tidak memberitahu dirinya tentang orang yang akan datang menemuinya itu.
Mira berdiri di depan Louis. Ada senyum menggoda di bibir merahnya. Dia memakai jaket panjang. Dia dengan menggoda menggerakkan kakinya dan berjalan ke arah Louis. Dia duduk di atas meja hanya dengan sedikit jarak dari Louis.
Louis memelototinya.
"Apa yang kau lakukan di sini? Siapa yang mengizinkanmu masuk?" Ucap Louis marah.
Senyum Mira semakin lebar. Dia membungkuk ke depan ke arah Louis dan wajahnya sangat dekat dengan Louis.
"Aku mengundang diriku sendiri. Tidak ada orang di luar dan resepsionis sepertinya menyukaiku." Ucap Mira dengan suara serak.
Mira lalu meletakkan jari telunjuknya di dada Louis dan perlahan bergerak ke bawah. Tapi Louis meraih tangan Mira dan dengan keras mendorong Mira menjauh darinya yang membuat Mira terlempar ke arah lantai.
'Sialan pria brengsek ini merusak rencana ku.' ucap Mira dalam hati.
Tapi kegagalan bukanlah suatu yang bisa diterima Mira. Dia harus menyelesaikan rencananya. Mira lalu berdiri lalu memelototi Louis.
"Kenapa Louis? Kenapa? Kenapa kau begitu kejam kepadaku. Saat aku pertama kali bertemu denganmu, sudah ada hubungan diantara kita. Apa yang Hana miliki yang tidak aku miliki? Aku mencintaimu Louis. Aku tidak pernah merasa begitu putus asa pada siapapun sampai aku bertemu denganmu." Ucap Mira.
Tiba-tiba Mira membuka jaketnya dan yang tersisa hanya lingerie berwarna hitam yang melekat di tubuhnya. Sebelum Louis bisa melakukan apapun, Mira sudah melompat ke atas tubuh Louis dan menutup bibir Louis dengan bibirnya.
Louis menjadi begitu marah dan dengan semua kekuatan yang dia punya, dia dengan kasar mendorong Mira menjauh darinya. Mira mendesis kesakitan karena lutut dan sikunya yang terluka akibat dorongan Louis tadi.
__ADS_1
Mira kembali menatap Louis. Sebelum Louis bisa berteriak kepadanya, mata Louis tertuju pada tahi lalat yang sama yang pernah dia lihat di dalam mimpinya. Rasa sakit langsung menusuk kepala Louis.
Louis mengeluarkan senjatanya dari dalam laci yang dia simpan untuk keamanannya dan mengarahkannya ke kepala Mira.
Mira yang tadinya diliputi kemarahan tiba-tiba merasakan sesuatu yang dingin di kepalanya. Dia berbalik dan terkesiap melihat Louis menodongkan pistol ke arahnya dan menatapnya dengan tatapan membunuh. Ketakutan menyebar di dalam diri Mira. Dia datang dengan rencana untuk merayu Louis dan memeras Louis seperti yang dia lakukan di kehidupan sebelumnya. Tapi tidak pernah dalam mimpi sekalipun Mira berpikir hal seperti ini akan terjadi dalam hidupnya.
Sementara Louis merasakan kepalanya begitu sakit. Kilas balik atau memori tersembunyi di alam bawah sadarnya tampaknya berusaha keras untuk sampai ke pikirannya sendiri saat ini. Melihat tahi lalat yang menghantui mimpinya, dia ingin menghapusnya sepenuhnya dari mimpinya.
Rasa sakit di kepalanya menjadi tak tertahankan dan keinginan untuk membunuh Mira tiba-tiba semakin kuat dalam pikirannya.
"Aku akan menghitung sampai 5. Jika kau tidak menghilang, aku akan menembak kepalamu." Ucap Louis.
"Satu..."
"Dua..."
Mira menelan ludah. Sebelum dia bisa memikirkan apapun, dia langsung melarikan diri untuk keselamatan hidupnya hanya dengan menggunakan lingerie hitamnya itu. Dia tidak pernah menghadapi rasa malu seperti itu dalam hidupnya. Para karyawan yang melihatnya memberikan tatapan aneh kepadanya. Beberapa memandangnya dengan jijik dan beberapa yang lainnya menatapnya penuh nafsu. Tapi Mira tanpa merasa canggung berlari ke mobil dan langsung masuk ke dalamnya.
'Aku bersumpah bahwa aky akan membuatmu membayar semua ini.' ucap Mira dalam hati.
Mira mengambil sumpah itu sambil melihat bangunan perusahaan Louis untuk terakhir kalinya.
Sementara itu di dalam ruangan kerja Louis, Louis terjatuh ke lantai. Kilatan gambar muncul satu persatu dengan semua bayangan itu. Rasa sakit di kepalanya menjadi tak tertahankan. Ruangannya dipenuhi dengan teriakan keras darinya.
__ADS_1
Bersambung...