
Papa Hana terlihat begitu marah saat menatap ke arah Louis. Dia masuk bersamaan dengan Mama Hana yang juga ikut masuk ke dalam ruangan dimana Hana dirawat. Hana tidak tahu bagaimana caranya menghadapi situasi yang terjadi saat ini. Tapi sebelum dia bisa mengatakan apapun, Papanya sudah meninju dagu Louis lebih dulu.
"Papa...." Teriak Hana begitu terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Papanya itu terhadap Louis.
Hana tidak pernah melihat Papanya bertindak begitu arogan sebelumnya. Mama Hana lantas memegang tangan suaminya, mencoba untuk menenangkan suaminya itu.
"Sayang, mereka berdua itu sudah dewasa. Berhentilah bersikap terlalu protektif terhadap putri kita. Lihatlah sisi baiknya. Kita akan menjadi Opa dan Oma." Ucap Mama Hana.
Papa Hana berusaha menenangkan dirinya setelah mendengar ucapan istrinya yang menyebutkan kata Opa dan Oma. Saat dia memikirkan tentang bayi mungil yang akan ada di dalam gendongannya, hatinya pun terasa menghangat. Tapi dia tidak menunjukkan hal itu di wajahnya. Dia hanya menelan ludahnya dan terus menatap ke arah Louis dengan tajam.
Louis sendiri untuk pertama kalinya dalam hidupnya dia menelan ludah karena merasa takut. Dia tidak pernah begitu ketakutan dengan siapapun dalam hidupnya. Tapi melihat ke arah tatapan Papa Hana saat ini, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Bagaimanapun dia memang bersalah karena dengan sengaja membuat Hana hamil. Hal itu memang sengaja dia lakukan agar Hana tidak bisa meninggalkan dirinya.
__ADS_1
Louis lalu memegang tangan Hana dan mendekat ke arah Papa Hana.
"Tuan, aku sudah pernah mengatakan hal ini sebelumnya dan aku akan mengatakan hal ini lagi. Aku sangat mencintai Hana dan aku juga menghormati dirinya. Ditambah lagi sekarang karena dia tengah hamil, jadi mereka berdua, Hana dan anak kami adalah tanggung jawabku. Jadi Tuan, aku ingin meminta persetujuan dari anda agar aku bisa menikahi putri anda." Ucap Louis.
Papa Hana tampak kesal. Walaupun sebenarnya dia tahu bahwa Louis mencintai putrinya, tapi sejujurnya dia memang belum siap untuk melepaskan putrinya untuk seorang pria. Namun dia pun hanya bisa menghela nafas.
"Kelihatannya kita perlu mempersiapkan pernikahan kalian dengan segera." Ucap Papa Hana.
Hana tampak terkejut mendengar ucapan Papanya itu.
Keduanya, baik Papa Hana dan juga Louis menatap ke arah Hana dengan tajam. Hana langsung menelan ludah setelah melihat tatapan mereka berdua.
__ADS_1
"Nona muda, kau seharusnya berpikir lebih dulu sebelum memutuskan untuk hamil." Ucap Papa Hana.
"Kau tidak mau menikah denganku Hana?" Ucap Louis melihat ke arah Hana dengan tatapan pedih.
Hana tidak bisa menerima reaksi yang diberikan Louis dengan ucapannya yang seperti itu.
"Aku tidak bermaksud seperti itu Louis. Hanya saja semua ini terjadi terlalu cepat. Setidaknya berikan aku waktu beberapa saat." Ucap Hana.
Mama Hana menghela nafas. Dia mengerti bagaimana situasi yang dihadapi putrinya itu dengan rencana menikah. Bagaimanapun itu adalah langkah yang sangat besar. Tapi di saat yang bersamaan, Mama Hana tidak mau orang-orang mempertanyakan karakter putrinya itu.
Dia lantas mendekat ke arah putrinya dan mengusap kepala putrinya dengan lembut.
__ADS_1
"Hana, Mama mengerti dengan apa yang kau rasakan. Tapi biar Mama katakan satu hal kepadamu. Jika kau mencintai Louis dan kalian berdua juga sudah memutuskan untuk menjadi bagian dalam hidup kalian satu sama lain maka ini bukanlah waktunya untuk menikah karena tidak ada waktu yang tepat untuk menikah. Itu semua tergantung kepada pasangan yang memutuskan semuanya dan yang terpenting adalah memikirkan tentang anak-anak yang akan hadir dalam kehidupan kalian. Apakah anak itu membutuhkan Papa dan Mamanya atau tidak. Setidaknya kau pikirkan tentang anak itu. Mama harus pergi sekarang, tapi berpikirlah yang bijak sayang." Ucap Mama Hana tersenyum dengan ramah dan setelah itu dia pergi bersama dengan suaminya meninggalkan ruangan di mana Hana dirawat.
Bersambung...