Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Tiara Domani


__ADS_3

Tiara Domani, merupakan sebuah nama yang tidak pernah bisa dilupakan Louis dan juga Lucas. Sebuah nama yang membuat kedua bersaudara itu memiliki kenangan pahit lebih dari 2 dekade lalu.


Louis masih ingat dengan jelas sampai sekarang dimana saat itu dia berusia 9 tahun dan saudara kembarnya berusia 4 tahun saat itu.


...--Flashback ke masa lalu--...


Louis tengah berada di dalam kamar dan bermain dengan adik kembarnya. Tiba-tiba terdengar suara teriakan seseorang. Louis tiba-tiba mendengar suara itu. Dia pun pergi untuk melihatnya. Adik kembarnya melihat Louis dengan bingung. Mereka tidak mengerti mengapa kakaknya terlihat begitu ketakutan. Perasaan protektif masuk ke dalam diri mereka, jadi karena rasa penasaran dan untuk melindungi saudaranya, mereka berdua pun mengikuti Louis.


Tapi siapa yang menyangka bahwa hari itu akan menjadi mimpi terburuk bagi mereka.


Mereka tidak hanya akan kehilangan masa kecil mereka tetapi juga Mama mereka.


Louis membeku melihat mamanya berlumuran darah. Mamanya terbaring tanpa nyawa di lantai dengan genangan darah keluar dari perutnya.


Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun tidak tahu apa yang terjadi. Saat dia melihat tubuh mamanya yang terbujur kaku, tatapannya tertuju pada wanita yang tangannya berlumuran darah.


Wanita itu tampak memegang pisau. Dia mengenakan pakaian hitam, Lipstik merah darah dan wajahnya ditutupi percikan darah. Dia tersenyum seperti orang gila pada Louis.


Louis merasa punggungnya menggigil setelah melihat senyuman wanita itu. Dia pun mundur beberapa langkah.


Sebuah suara datang dari belakang. Louis menoleh, dia melihat adik kembarnya menatapnya dengan penuh harapan. Keringat terjatuh di dahi Louis dan dengan semua kekuatan yang dia punya, dia pun berteriak.

__ADS_1


"LARIIII. .."


Mendengar kakak mereka berkata seperti itu, adik laki-laki dan perempuan itu memandang Louis dengan aneh. Louis dengan cemas memandang adik kembarnya dan sekali lagi berteriak.


"Aku bilang lari... Lari sekarang juga." Teriak Louis kecil lagi.


Mendengar teriakan Kakak mereka, adik kembar Louis berlari ke kamar mereka. Sementara Louis berbalik untuk melihat wanita itu yang tersenyum mengejek ke arahnya.


"Wah anak kecil, kau menyelamatkan saudaramu. Tapi siapa yang akan menyelamatkanmu dariku,?" Ucap wanita itu menatap Louis dengan senyum yang masih terpampang jelas di wajahnya dan perlahan dia berjalan ke arah Louis.


Hati Louis gemetar ketakutan. Tiara meletakkan tangannya di pipi Louis memberikan sedikit cubitan di pipi kiri dan kanan Louis.


"Kau tahu, aku punya anak laki-laki yang seumuran denganmu. Tapi dia tidak punya Papa. Tiba-tiba ekspresi di wajah Tiara berubah dan dengan suara dingin dia berkata kepada Louis.


Louis menggelengkan kepalanya. Tiara lalu memberikan senyuman manis kepada Louis.


"Karena dia tinggal bersamamu dan mamamu. Tapi jangan khawatir. Hari ini akan aku sudah membunuh mamamu dan sekarang aku akan membunuhmu lalu saudara-saudaramu dan akhirnya papamu akan tinggal bersamaku dan anakku. Kami akan menjadi keluarga bahagia." Ucap Tiara yang menyeringai dan tiba-tiba tertawa melolong seperti serigala.


Tiba-tiba tawa Tiara terhenti.


"Ucapkan selamat tinggal pada hidupmu."

__ADS_1


Tiara hendak menusuk dada Louis, tapi sebelum dia bisa melakukannya, seseorang sudah memukul kepala Tiara dengan keras yang membuat penglihatannya menjadi kabur dan dia pun jatuh pingsan.


Jack melihat putranya dengan tubuhnya yang gemetar ketakutan dan air mata mengalir di pipinya melihat cintanya sudah terbujur kaku di lantai. Jack lalu memeluk Louis. Suaranya keluar dengan gemetar. Dia berulang kali berkata,


"Maafkan aku. Itu semua karena aku. Aku minta maaf."


Tapi semuanya sudah terlambat karena mama mereka tidak akan pernah kembali dan istrinya tidak akan pernah hidup lagi.


Perubahan drastis terjadi kepada Louis karena kejadian itu. Dia menjadi pendiam dan lama-kelamaan dia berhenti bicara. Melihat kondisinya, Jack melakukan yang terbaik dengan melakukan konseling dan pengobatan yang akhirnya berhasil. Meskipun butuh waktu lama bagi mereka untuk bisa menyampaikan sepatah kata pun.


...--Flashback off--...


Louis tidak pernah membicarakan kejadian itu dengan saudara-saudaranya. Tetapi suatu hari entah bagaimana, Lucas mengetahui alasan di balik kematian Mamanya. Louis ingin membalas dendam tentang kematian mamanya. Namun dalam penyelidikannya, dia menemukan bahwa Tiara Domani sudah lama meninggal.


Dia dikurung di rumah sakit jiwa dan suatu hari dia melompat dari gedung lantai 10.


Louis berkata, "ayo pergi."


Lucas menatap kakaknya dengan bingung.


"Pergi ke mana?" Tanya Lucas.

__ADS_1


Louis lalu mengucapkan satu kata, "Papa."


Bersambung...


__ADS_2