Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Dimana Aku?


__ADS_3

Hana melihat ke sekeliling, tapi yang dia lihat hanyalah kegelapan. Dia merasa begitu panik. Dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi padanya sekarang. Di mana dia berada dan mengapa ada begitu banyak kegelapan di sekelilingnya. Dia pun mulai berteriak.


"Apakah ada orang di sana? Apakah ada yang bisa memberitahukan kepadaku di mana aku berada?" Ucap Hana.


Tapi tidak ada seorang pun yang menjawab.


"Halo.... Adakah yang bisa mendengar ku?" Teriak Hana lagi.


Hana terus berteriak beberapa kali tapi tidak ada yang bisa mendengarnya. Hana juga tidak bisa melihat apapun. Setelah itu, Hana mulai bergerak maju dan segera dia melihat sebuah lubang kecil dari mana sebuah cahaya datang. Sepertinya dia berada di dalam sebuah terowongan.


Hana bergegas berlari menuju cahaya itu. Dan saat dia mencapai ujung cahaya itu dia melihat sebuah area taman. Dia melihat bunga-bunga yang indah dan juga sinar matahari cerah.


"Sebenarnya dimana aku sekarang?" Tangga Hana pada dirinya sendiri.


Hana lalu berjalan menyusuri taman itu. Tiba-tiba dia mendengar suara seorang wanita, dimana suara wanita itu terdengar sangat familiar baginya. Seolah-olah dia pernah mendengar suara wanita itu sebelumnya.


Hana lantas bergerak ke arah dari mana suara itu datang. Saat dia mendekat, dia bisa dengan jelas mendengar kata-kata dari wanita itu.

__ADS_1


"Semua itu karena dirimu..." Ucap wanita yang tak dikenali itu membelakangi Hana.


Hana merasa bingung dan tidak mengerti mengapa wanita itu menyalahkannya dan apa yang dimaksud oleh wanita itu.


"Maaf untuk apapun yang terjadi, jika aku memang pernah melakukan kesalahan padamu. Tapi bisakah kau memberitahuku di mana aku berada sekarang?" Ucap Hana.


Wanita itu berbalik untuk menatap Hana.


Hana menjadi begitu terkejut setelah melihat wanita itu ternyata adalah Mira.


"Mi... Mi... Mira..." Ucap Hana terbata-bata.


"Jadi kau mengingatku? Tapi apakah kau ingat apa yang sudah kau lakukan kepadaku?" Ucap Mira lagi.


Hana terdiam, tidak tahu harus berkata apa. Mira pun kembali tertawa jahat. Dia menatap Hana dengan tatapan jijik.


"Beraninya kau melupakan hal itu Hana. Kau sudah merebut Louis dariku." Ucap Mira penuh kemarahan.

__ADS_1


Lalu Mira melihat ke arah perut Hana. Tanpa sadar Hana menutupi perutnya. Dia merasa tidak nyaman dengan tatapan Mira yang memandangi perutnya dengan iri.


"Anak itu seharusnya milikku. Beraninya kau Hana...! Beraninya kau merusak segalanya. Kau merebut segalanya dariku." Ucap Mira berteriak kesal.


"Tenanglah Mira. Aku tidak merebut apapun darimu. Di kehidupan sebelumnya aku mendapatkan pembalasanku dan tidak terjadi apa-apa padamu. Sekarang di kehidupan ini, aku sudah berusaha menjauh dari Louis. Tapi Louis yang memilihku dan aku tidak merebutnya darimu. Jadi bagaimana kau menyalahkan ku?" Ucap Hana gemetar karena tatapan yang dia dapatkan dari Mira.


Mira menyeringai.


"Apa menurutmu aku akan mempercayaimu?" Ucap Mira.


Setelah itu Mira mengulurkan tangannya yang lain. Jantung Hana berdetak kencang melihat pisau di tangan Mira.


"A... apa... apa yang kau lakukan Mira? Apa kau gila? Jauhkan pisau itu dariku." Ucap Hana mencoba untuk menyadarkan Mira.


Namun sorot mata Mira menjadi semakin menggila.


"Aku akan membunuhmu Hana. Aku akan membunuhmu dan mengambil kembali semua yang seharusnya menjadi milikku." Ucap Mira.

__ADS_1


Kemudian dengan kegilaannya itu Mira meluncurkan dirinya ke arah Hana. Hana pun menjadi panik.


Bersambung...


__ADS_2