Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Diculik


__ADS_3

Hana membuka matanya. Hal terakhir yang dia ingat adalah dia dipukuli di belakang kepalanya. Tiba-tiba sebuah cahaya menusuk matanya.


Setelah beberapa menit dia baru bisa membuka matanya dengan lebar. Dia melihat ke sekeliling ruangan itu, tidak ada jendela dan hanya ada sebuah pintu tertutup. Dia tiba-tiba menyadari bahwa dia terikat di sebuah kursi.


"Kau akhirnya bangun wanita ******."


Hana menelan ludah melihat Mira berdiri di sudut ruangan yang menatap ke arahnya penuh kebencian.


"Kau..!! Apa yang kau lakukan di sini dan kenapa kau menculik ku?" Ucap Hana melihat ke arah Mira dengan tatapan bingung.


Hana tidak mengingat kapan dia menyakiti wanita itu, lalu kenapa dia menculik dirinya.


Mira tertawa kecil.


"Apakah kau mencoba untuk menjadi naif wanita ******? Tapi lihatlah wajahmu sendiri. Kelihatannya kau tidak tahu apa yang terjadi kepadamu." Ucap Mira mengejek Hana.


Dia lalu memegang dagu Hana. Tiba-tiba Hana menjadi tersadar. Mata Mira yang jahat menatap ke arah Hana. Bibirnya tersenyum jahat.


"Wanita ****** yang malang. Bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi kepada dirinya." Ucap Mira


Hana menatap Mira dengan bingung.


"Apa maksudmu dan kenapa kau menculik ku? Lepaskan aku sekarang juga." Ucap Hana seraya mencoba untuk melepaskan dirinya sendiri.

__ADS_1


Tiba-tiba pipinya terasa panas karena tamparan keras dari Mira.


"Diam lah wanita ******! Kau bicara terlalu banyak. Sial! Semuanya karena kesalahanmu. Awalnya semuanya sudah berjalan dengan baik. Rencana yang aku lakukan untuk membuat Louis berada di sisiku dengan kehamilan palsu, membuatmu menjadi pelaku atas kematian Louis. Aku sudah begitu dekat untuk mendapatkan formula itu dan tiba-tiba aku malah kembali ke masa lalu lagi. Kenapa? Maksudku kenapa bisa terjadi seperti itu?" Teriak Mira seperti orang gila.


Hana semakin bingung dengan semua situasi yang terjadi. Pada awalnya dia bingung dengan apa yang dibicarakan Mira. Tapi kemudian dia pun menyadari apa yang terjadi. Apa yang tidak pernah dibayangkan Hana adalah dia dan Louis begitu jauh di kehidupan mereka yang sebelumnya.


Dia tidak pernah membunuh Louis. Dia tidak pernah membunuh bayi Mira dan faktanya adalah Mira tidak pernah mencintai Louis dan yang terpenting juga, bagaimana dia bisa lupa bahwa Mira juga bereinkarnasi sama seperti mereka berdua.


Sebuah bayangan dari seorang wanita asing dengan senyuman yang tidak ramah muncul di mata Hana. Semuanya menjadi masuk akal sekarang dalam pikiran Hana.


Jadi inilah yang dimaksud oleh wanita misterius itu tentang takdir mereka, tentang kesempatan kedua yang diberikan kepada mereka dan bagaimana mereka bisa mengatasi semua masalahnya sendiri.


Pikiran Hana tertuju kepada Louis dan kehidupan yang ada di dalam kandungannya.


'Aku harus kuat untuk Louis dan anak yang ada di dalam kandunganku ini. Jangan khawatir Nak, Mama akan melindungi mu.' ucap Hana dalam hati.


Hana melihat ke arah Mira dengan tatapan jijik.


"Kenapa? Maksudku kenapa kau melakukan semua ini? Aku pikir kau mencintai Louis. Tapi kau malah membunuhnya." Ucap Hana.


Mira memutar matanya melihat ke arah Hana yang menatapnya dengan jijik.


"Kekuasaan." Ucap Mira tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang masuk dengan menggunakan pakaian serba hitam, melihat wajah itu Hana menjadi terkejut.


"Kau..." Ucap Hana.


"Apa kau terkejut melihatku?" Ucap Ryan menyeringai.


Tidak ada kata-kata yang keluar dari mulut Hana.


Hana tidak tahu apa yang harus dia katakan lagi. Melihat ke arah kakak beradik itu membuatnya merasa semakin jijik dan benci pada mereka berdua.


"Kau brengsek!" Ucap Hana melihat ke arah Ryan.


Mata Ryan berubah penuh kebencian. Dia memegang leher Hana dengan erat dan dia pun berteriak penuh kemarahan.


"Siapa yang kau panggil brengsek? Tunangan mu itulah pria brengsek. Semua yang dia miliki seharusnya menjadi milikku. Tapi tunangan brengsek mu itu yang mengambil semuanya dariku dan Papa badjingan ku juga." Ujar Ryan.


Air mata Hana terjatuh ke pipinya. Hana dengan putus asa mencoba untuk bernapas. Tapi Ryan mencekiknya terlalu erat. Hana dengan sekuat tenaga mencoba untuk melepaskan tangan Ryan dari lehernya. Tapi dia tidak bisa melakukannya karena dia terikat di kursi itu.


Sebelum Hana bisa tak sadarkan diri, Ryan lalu melonggarkan pegangan tangannya di leher Hana. Dia menatap Hana dengan dingin.


"Di depan matamu sendiri aku akan membunuh Louis dan setelah itu giliran mu. Bersiaplah." Ucap Ryan melihat ke arah perut Hana.


Ketakutan muncul dalam diri Hana. Ini adalah kali kedua dalam hidupnya yang kedua. Dia merasa begitu putus asa. Air mata terjatuh ke pipinya. Dia merasa marah dengan kondisinya yang tidak bisa melakukan apapun saat ini.

__ADS_1


'Tidak ada hal yang terjadi seperti ini di kehidupanku yang sebelumnya. Kau harus hidup Louis dan anakku juga harus lahir ke dunia ini.' ucap Hana dalam hati.


Bersambung...


__ADS_2