Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Kumpul Keluarga


__ADS_3

Kediaman Cullen...


Hana dan Louis duduk di depan kedua keluarga mereka. Mulai dari Louis sampai adik perempuannya hadir di sana sama dengan keluarga Hana juga, semua orang hari di sana termasuk Ira, adik Hana.


Sebenarnya kedua keluarga memanggil Louis dan Hana dengan segera saat berita tentang mereka tersebar di media.


Louis merasa kesal karena mereka para keluarga terus terbatuk mengejek mereka berdua.


"Jadi kenapa kita tiba-tiba melakukan pertemuan keluarga ini?" Ucap Louis melihat kepada semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


"Dasar kau pria nakal. Katakan kepadaku apa ketertarikan mu kepada putriku?" Ucap Pak Arman tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.


Louis tidak suka seseorang mempertanyakan cintanya untuk Hana, bahkan walau orang itu adalah Papa Hana sendiri.


"Aku mencintai putri mu Pak dan aku berharap agar aku bisa menikahi dirinya." Balas Louis.


"Itu bagus." Ucap Pak Jack, Papa Louis. "Lihat, aku sudah mengatakan kepadamu bahwa Putraku serius pada putrimu." Ucap Papa Louis lagi seraya mengusap punggung Pak Arman, sahabatnya itu. Dia lalu melihat ke arah Hana dan bertanya padanya.


"Dan kau Hana. Apa kau mencintai Putraku?" Tanya Papa Louis.


Wajah Hana menjadi memerah karena malu. Dia hanya menganggukkan kepalanya. Papa Louis tampak puas dengan jawaban Hana itu.


"Louis dan Hana, aku dan Arman sudah memutuskan untuk membuat kalian berdua bertunangan dan kami akan mendeklarasikan pertunangan kalian di pesta ulang tahun Louis nanti." Ucap Papa Louis.


Louis tidak mau mau melamar Hana dengan cara seperti itu. Dia lalu memegang tangan Hana dan membawa Hana pergi ke taman. Dia tahu bahwa hari ini keluarga mereka akan membicarakan tentang pertunangan mereka.


Louis lalu memegang kedua tangan Hana.

__ADS_1


Hana tidak tahu apa yang sedang terjadi. Tapi di dalam, jantungnya berdetak sangat kencang. Louis melihatnya secara intens dengan memegang kedua tangannya. Louis pun melamar Hana.


"Hana, aku ingin melamar mu dengan cara yang benar karena aku mencintaimu. Aku mau menghabiskan seluruh hidupku bersamamu. Aku tahu kau masih muda dan aku tidak akan memaksamu untuk menikahi aku sekarang. Tapi ayo kita bertunangan lebih dulu dan nikmati masa pertunangan kita. Sejak hari di mana aku melihatmu pertama kalinya, aku tahu di dalam hatiku bahwa kau ditakdirkan untuk menjadi milikku. Maukah kau menikah denganku Hana?" Ucap Louis.


Hana tidak tahu apa yang harus dia katakan. Tenggorokannya terasa kering dan pikirannya benar-benar kosong.


"Aku... aku..."


Tiba-tiba ucapan Hana terhenti. Louis merasa kesal karena ada instruksi dari seseorang, tapi entah dari mana dia takut jika Hana akan menolaknya. Sebuah keraguan muncul di dalam pikirannya.


"Selamat datang di keluarga Hana. Aku akhirnya menemukan seorang kakak ipar." Itu adalah suara Laura adik Louis. "Ayo kita pergi ke tempat yang sunyi dan bicara. Aku punya banyak hal yang ingin aku bicarakan denganmu karena hari itu aku tidak punya waktu." Ucap Laura dengan begitu bahagia.


"Laura jangan menakuti Hana." Ucap Louis menolak untuk membiarkan Hana pergi.


"Diam lah Kakak. Belajarlah untuk berbagi. Aku tidak akan menculik Hana-mu ini." Ucap Laura mengalihkan tatapan matanya dari Louis dan setelah itu dia menarik Hana lalu membawa Hana menuju balkon.


Wajah Hana merona karena rasa malu. Laura memberikan senyuman manis kepadanya.


Hana lalu memberikan senyuman kepada Laura.


"Aku tahu Laura, aku percaya kepada Louis. Ngomong-ngomong bagaimana kehamilan mu sudah berapa bulan?" Tanya Hana.


Laura tampak cemberut.


"Tidak menyenangkan menjadi wanita hamil. Emosiku menjadi campur aduk dan morning sickness nya. Aaahhh... aku sangat kesal. Tapi aku juga sangat senang karena akan melihat bayiku dan sekarang kandunganku sudah 5 bulan." Ucap Laura menaruh tangannya di perutnya.


Sebuah kebahagiaan bisa terlihat jelas di mata Laura saat dia membicarakan tentang bayinya.

__ADS_1


Setelah mengobrol beberapa saat mereka lalu bergabung bersama keluarga lainnya. Semua orang tampak tertawa menikmati waktu mereka bersama.


Hana melihat ke arah Louis dan jantungnya kembali berdetak kencang. Dia merasa aman melihat Louis. Dia tahu bahwa dia mencintai Louis dan entah sejak kapan dimulainya. Namun setelah mendengar ucapan Laura dia menjadi yakin apa yang harus dia lakukan. Dia lalu mendekat ke arah Louis yang tengah bicara dengan Lucas, adiknya.


"Bisakah aku bicara denganmu?" Ucap Hana.


Louis mengangguk dan semua perhatian orang-orang berada pada pasangan itu. Mereka ingin melihat apa yang akan terjadi.


Hana menarik Louis ke sudut ruangan.


"Iya." Ucap Hana melihat ke mata Louis dengan intens.


"Apa?" Tanya Louis tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Hana.


"Dasar bodoh. Aku mengatakan 'iya' atas lamaranmu. Ayo kita nikmati masa pertunangan kita." Ucap Hana tertawa, tapi dalam hatinya dia gemetar begitu hebat.


Louis membeku dia tidak tahu apa yang sedang terjadi.


"Kakak.... kakak ipar mengatakan iya atas lamaranmu. Berhentilah berdiri seperti patung disitu." Ucap kedua adik kembarnya berteriak.


Kedua adik kembarnya itu tidak menyangka bahwa Kakak mereka yang begitu dingin bisa menjadi bodoh saat berhubungan dengan cinta. Mereka berdua tampak menggelengkan kepala mereka.


Tiba-tiba wajah Louis menjadi cerah.


"Iya, dia berkata 'iya'. Aku berjanji kau tidak akan menyesal Hana." Ucap Louis.


Setelah itu Louis mencium Hana dan membuat semua orang bersorak untuk pasangan itu kecuali....

__ADS_1


"Dasar pria bodoh! Beraninya kau menyentuh putriku. Aku akan memukuli bokong mu." Ucap Papa Hana.


Bersambung...


__ADS_2