Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Hentikan


__ADS_3

Louis dengan pasukan militernya tiba di area itu. Setelah 2 jam perjalanan, mereka akhirnya bisa sampai di tempat tujuan.


Area itu cukup sulit untuk di jangkau. Ada jurang dan juga pegunungan. Tidak ada seorangpun yang bisa membayangkan bahwa kriminal terbesar di negara itu bisa memiliki tempat persembunyian di sana.


Mereka semua sampai di area itu.


"Sekarang kita tidak boleh berjalan maju ke depan. Tapi kita akan melewati sisi kiri di hutan itu. Tidak hanya cepat, tapi jalur itu akan menuntun kita ke markas mereka dengan cepat. Dan satu hal lagi, ikuti perintah dariku. Ada banyak bom yang tersembunyi di sana." Ucap Louis.


Dengan perlahan dan berhati-hati mereka semua mengikuti Louis.


Setelah 30 menit berjalan, mereka akhirnya bisa melihat markas bersembunyian Ryan dari jauh. Diantara bukit itu, ada sebuah markas yang berada di sana. Sekeliling markas dilindungi oleh penjaga dan ada beberapa alarm yang tersembunyi.


"Sekarang bagaimana bos?" Tanya komandan Kenzo.


"Kita akan menunggu sampai hari gelap dan lihatlah ke arah gerbang itu." Ucap Louis menunjuk ke arah kanan. "Itu adalah salah satu pintu masuk dan kelihatannya tidak dijaga dengan baik. Dengan bantuan semak-semak, kita akan menutupi diri kita sendiri dan perlahan-lahan merangkak menuju gerbang itu." Ucap Louis.


Beberapa saat kemudian malam datang. Para prajurit militer itu perlahan merangkak ke arah pintu masuk di sebelah kanan tanpa membuat suara apapun. Tapi tiba-tiba seorang penjaga melihat ke arah mereka. Tapi Louis dengan cepat bereaksi. Dia memutar leher penjaga itu hingga membuatnya terkapar.


Louis bisa masuk ke dalam dan dia menginstruksikan dengan menggunakan tangannya bahwa saat ini adalah waktunya bagi para prajurit melepaskan gas tidur dan mereka pun menutup mulut mereka dengan masker.


Sesaat kemudian para penjaga di markas itu pun mulai tertidur.

__ADS_1


Semua orang mulai berpencar. Louis melihat pintu silver dan membukanya. Dia melihat Hana tak sadarkan diri terikat di kursi. Kemarahan muncul dalam dirinya. Dia lalu mendekat ke arah Hana.


"Hana, buka matamu. Bangunlah, lihatlah, aku disini. Lihat, ini aku Louis." Ucap Louis seraya menepuk pipi Hana perlahan.


Perlahan Hana pun membuka matanya.


"Louis, ini kau. Ini benar-benar dirimu. Aku sedang tidak berhalusinasi kan?" Ucap Hana.


"Iya ini aku. Biarkan aku membebaskanmu." Ucap Louis dengan lembut dan perlahan membuka ikatan itu.


Tiba-tiba sesuatu yang dingin terasa menekan di punggung Louis.


"Tidak secepat itu Louis Cullen." Ucap Ryan dengan dingin menekan senjata api di punggung Louis.


"Lama tidak bertemu saudaraku." Ucap Louis menyeringai.


Mata Ryan berubah dingin setelah melihat seringai yang ada di wajah Louis.


"Lama tidak bertemu saudaraku." Ucap Ryan juga.


Ekspresi Louis benar-benar berubah menjadi dingin.

__ADS_1


"Ini semua hanya antara kau dan aku. Jangan libatkan Hana dengan semua ini. Lepaskan Hana." Ucap Louis.


Ryan menggelengkan kepalanya.


"Saudaraku, semua yang berhubungan denganmu menjadi perhatian bagiku. Termasuk dengan Hana atau anak yang ada dalam kandungannya itu. Kasihan sekali, karena anak itu tidak akan bisa melihat dunia ini lagi." Ucap Ryan.


Louis begitu marah dan dia pun langsung meninju dagu Ryan dengan semua kekuatan nya itu membuat Ryan melepaskan senjata dari tangannya. Melihat senjata itu berada di lantai, Louis dengan cepat menendang senjata itu ke sudut ruangan sebelum Ryan bisa mengambilnya lagi.


Sorot mata Ryan berubah mematikan. Dia dengan penuh amarah langsung meninju wajah Louis.


Louis terus berhasil menahan pukulannya. Pertarungan di antara mereka semakin sengit. Mira lalu memasuki ruangan itu. Saat melihat Louis, matanya membelalak. Dia melihat sebuah senjata yang ada di lantai.


"Hentikan..." Teriak Mira menekan senjata api ke arah Hana.


Louis pun berhenti memukuli Ryan. Melihat Louis yang teralihkan, Ryan langsung memukuli Louis dan membuatnya terjatuh ke lantai. Ryan terus meninju Louis dan menendang perut Louis.


Louis terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya. Tatapannya menatap ke arah mata Hana yang dipenuhi air mata.


"Kumohon hentikan. Ku mohon hentikan." Ucap Hana disela tangisnya itu.


"Hentikan wanita ******! Hentikan tangis mu itu." Ucap Mira kesal.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2