
Mata Hana menyipit saat sinar matahari mengenai matanya. Dia lalu menarik selimut untuk menutupi wajahnya. Louis tidak tahu berapa lama dia memperhatikan Hana yang tidur dengan nyenyak di sampingnya. Nafas Hana yang terdengar lembut menenangkan hati Louis. Seolah itu mengingatkannya bahwa Hana miliknya itu aman dan terlindungi di sampingnya.
Saat Hana menarik selimut untuk menutupi wajahnya kemudian dia menggerakkan tubuhnya dan punggungnya menghadap Louis.
Louis menyeringai melihat tanda di tubuh Hana yang dia tinggalkan semalam. Louis melepaskan selimut dan berdiri. Dia lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Ketika dia keluar dari kamar mandi, Hana masih tidur dengan nyenyak. Dia tidak ingin membangunkan Hana dan malah meninggalkan pesan untuk Hana.
Setelah kejadian itu, Louis memperketat pengamanan di sekitar rumahnya dan menyewa pengawal untuk mengawasi Hana dari dekat dan juga tanpa terlihat oleh Hana. Untuk Louis yang pernah berada di dunia militer, jadi dia tidak membutuhkan bodyguard untuk dirinya sendiri. Dia memang benar-benar hebat dalam segala hal. Mulai dari keterampilan tempur atau menembak dengan senjata. Dia adalah petarung terbaik yang pernah memimpin beberapa operasi militer.
Sudah lama sekali dia haus darah dia tidak tahu permainan seperti apa yang dimainkan kehidupan padanya. Tapi dia sangat yakin bahwa hidup memberi mereka kesempatan untuk memilih jalan yang berbeda dari kebahagiaan mereka sendiri dan Louis akan membunuh siapapun yang datang di antara dia dan Hana.
Segera saat Louis tiba di perusahaannya, dia lalu berjalan masuk. Para karyawan di sekitarnya bisa merasakan aura dingin yang terpancar dari tubuh Louis. Tidak ada yang berani menyapa Louis karena aura mematikan yang dia pancarkan.
Louis mengabaikan semua orang di sekitarnya dan bergerak berjalan menuju ruangan Lucas. Tanpa sadar dia menerobos masuk ke dalam ruangan Lucas begitu saja. Lucas yang tengah fokus pada komputernya tiba-tiba berteriak karena suara pintu yang terbuka dengan keras.
Lucas menjadi bingung melihat ekspresi dingin kakaknya. Tetapi sebelum dia dapat bereaksi, Louis langsung bertanya padanya.
"Apakah kau sudah menemukan sesuatu?"
Ekspresi teka-teki di wajah Lucas berubah menjadi serius.
__ADS_1
"Ini adalah sesuatu yang serius Kak. Orang ini, Ryan Domani itu tidak seperti yang terlihat." Ucap Lucas.
Dia berhenti bicara sejenak dan sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia lalu mengalihkan pandangannya dari komputer ke arah Louis.
"Tadi malam aku mencoba meretas sistem keamanannya untuk mendapatkan beberapa informasi. Tetapi sistem keamanannya terlalu kuat. Satu langkah yang salah dapat mengungkap siapa yang mencoba meretas sistem mereka. Tapi bukan itu yang penting. Yang terpenting selama penyelidikan ku adalah, aku menemukan sesuatu yang aneh. Aku mendapatkan identitas dari Ibu Ryan." Ucap Lucas.
Mata Louis tertuju kepada Lucas. Dia berharap untuk mendengar lebih banyak lagi. Lucas lalu melanjutkan bicaranya.
"Ryan adalah hasil dari cinta satu malam ibunya. Setelah beberapa tahun kelahirannya, ibunya bunuh diri. Kakeknya memiliki pengaruh yang kuat di dunia bawah dan dia membutuhkan ahli waris. Jadi dia mengambil cucunya dan menjadikannya pewaris geng ular putih." Ujar Lucas.
Louis dengan menatap Lucas dengan tatapan aneh.
"Bagaimana kau bisa begitu yakin? Sebelumnya kau tidak tahu apa-apa tentang geng ular putih." Ucap Louis.
"Baiklah saudaraku. Aku tidak tahu kenapa aku melakukannya. Tapi aku secara pribadi melakukan penyelidikan ini karena kelihatannya menarik dan mendebarkan. Dan bukankah sudah ku sebutkan sebelumnya bahwa aku memiliki koneksi di dunia bawah. Jadi untuk menjawab pertanyaan mu itu, aku menemukan seseorang yang melakukan transaksi ilegal bersama dengan geng ini di salah satu pulau yang terbesar bersama geng ular putih selama bertahun-tahun. Pria bodoh itu mengatakan segalanya tentang geng itu sambil minum dan seperti yang kau minta tentang identitas Ryan Domani tadi malam. Aku sangat beruntung karena menemukan nama Ibunya. Dan aku berhasil menghubungkan semuanya." Ucap Lucas panjang lebar.
"Jadi Ryan adalah anak tunggal? Dia tidak memiliki saudara atau kerabat keluarga?" Tanya Louis.
"Tampaknya kakeknya juga yatim piatu. Istrinya meninggal di usia muda. Dia hanya memiliki seorang putri dan setelah kematian putrinya itu, dia tinggal bersama Ryan yang membuktikan teori kita bahwa Mira dan Ryan bukanlah saudara kandung." Ucap Lucas.
Louis melihat saudaranya cukup lama. Perilaku adiknya itu tampak aneh hari ini.
__ADS_1
"Apa yang mengganggumu? Bicaralah." Ucap Louis dengan tegas.
Lucas melihat saudaranya itu dan tiba-tiba tertawa kecil. Dia menggelengkan kepalanya lalu segera tawanya pecah menjadi tawa yang lebar.
"Apakah kau ingat bagaimana Mama kita meninggal?" Ucap Lucas.
Tatapan Louis menjadi dingin. Sorot matanya tampak emosional.
"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Louis dengan dingin.
Ekspresi Lucas berubah dingin seperti kakaknya.
"Tahukah kau siapa nama dari ibu Ryan?" Ucap Lucas.
"Siapa namanya?" Tanya Louis.
"Tiara Domani." Ucap Lucas dingin.
Ekspresi di wajah Louis berubah marah. Gelas yang dipegangnya pecah berkeping-keping dengan cengkeramannya. Wajahnya begitu murka dan bibirnya melantunkan satu nama dengan marah.
"Tiara Domani..."
__ADS_1
Semuanya kekacauan yang terjadi memang dimulai oleh wanita itu.
Bersambung....