Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Mimpi


__ADS_3

Sebuah wajah sosok wanita yang tampak buram muncul di hadapan Louis. Dia mencoba untuk melihat wajah wanita itu dengan jelas. Tapi dia tidak bisa melakukannya. Louis tidak bisa melihat siapa wanita itu. Tapi dia mendengar suara tawa yang manis dari wanita itu.


"Aku mencintaimu Louis." Ucap wanita itu. "Apa kau mencintaiku?" Tanya wanita itu lagi.


Louis mencoba untuk melihat dengan jelas siapa wanita itu dengan mendekat kepadanya.


Wanita itu terlihat seperti Hana, tapi dia sedikit gemuk. Louis melihat wanita itu tampak menggemaskan. Dia ingin mengatakan 'iya'.


Tapi tiba-tiba sebuah sosok dari seorang pria yang mirip dengan dirinya sendiri muncul dan Louis melihatnya dengan bingung. Dia tidak tahu apa yang terjadi. Tapi itu semua seolah adegan video tentang dirinya sendiri.


Dia melihat seorang pria yang merupakan dirinya sendiri tampak memberikan tanda kepada wanita yang mirip dengan Hana itu.


"Aku minta maaf Hana. Tapi aku mencintai orang lain."


Air mata tampak jatuh dari wajah Hana. Tiba-tiba adegan itu berpindah ke tempat lain.


Louis melihat seorang pria lainnya yang terlihat seperti dirinya sendiri tengah berdiri dengan seorang wanita lainnya. Tapi Louis tidak bisa melihat wanita itu karena punggung wanita menghadap ke arahnya. Jadi hanya punggungnya saja yang bisa di lihat Louis.


Mereka berdua tampak berpelukan satu sama lain.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi di dalam kamar hotel itu. Tapi aku akan membawamu dan bertanggung jawab atas anak kita." Ucap pria yang tampak seperti Louis itu.


Kemudian pria yang merupakan sosok Louis sendiri itu mengusap kepala wanita itu. Tapi anehnya Louis melihat bentuk tubuh wanita itu tidak terlihat seperti Hana. Karena siapa yang mengenal Hana lebih baik dari Louis? Tidak ada satu bagian pun di tubuh Hana yang tidak di lihat Louis dan wanita itu memiliki sebuah tahi lalat di punggungnya tepat di bawah ketiaknya.

__ADS_1


Louis tidak bisa mengerti kenapa tiba-tiba dia melihat dirinya sendiri dengan wanita lain. Dia tidak bisa membayangkan jika dirinya sendiri menyentuh wanita lain.


Kemudian adegan itu berubah lagi. Louis melihat wanita yang sama dan kembali hanya punggungnya yang bisa dilihat Louis.


Adegan itu memperlihatkan wanita itu tengah mengacungkan senjata ke arah kening pria yang terlihat seperti dirinya itu.


"Wanita ******! Kenapa kau mengkhianati aku?" Ucap pria yang terlihat seperti dirinya itu dengan tatapan mematikan.


Saat dia menginginkan jawaban dari wanita itu, dia malah mendengar wanita itu tertawa.


"Hahahaha Dasar bodoh! Kau pikir aku mencintaimu? Louis yang malang! Aku hanya menggunakan dirimu dan sekarang kau tahu kenapa. Siapa yang bisa berpikir bahwa Louis yang hebat ini bisa ditaklukan oleh seorang wanita." Ucap wanita itu.


"Bagaimana dengan anak itu? Itu milikku." Ucap Louis dengan marah.


"Hahaha... anak yang mana? Tidak ada anak apapun. Kau tidak pernah menyentuh aku saat itu. Bagaimanapun aku hanya mengobati dirimu dan setelah itu kau tidak mengingat apapun. Tapi sayang sekali. Aku memang ingin kau menyentuhku. Aku tidak keberatan dengan tubuhmu yang indah itu." Ucap wanita itu.


Setelah itu wanita itu pun menembakkan senjata api itu di kepala pria yang tampak seperti Louis itu sendiri.


Louis terbangun dari tidurnya dengan nafas yang terengah-engah. Tubuhnya dipenuhi dengan keringat. Apa yang baru saja lihat dia lihat itu terasa sangat nyata. Dia seolah pernah merasakannya.


'Siapa wanita itu?' tanya Louis dalam hati.


Setelah bertahun-tahun Louis selalu memiliki mimpi yang sama. Mimpi itu akhirnya berhenti sampai dia berusia 18 tahun.

__ADS_1


'Tapi kenapa tiba-tiba mimpi itu muncul lagi?' tanya Louis dalam hati.


Tiba-tiba sebuah tangan menyentuh tubuh Louis yang membeku.


"Ada apa Louis?" Tanya Hana yang tampak khawatir dengan kondisi Louis.


Hana terbangun dari tidurnya setelah mendengarkan suara nafas Louis yang terengah-engah.


Louis menjadi lega setelah melihat Hana. Tiba-tiba dia langsung memeluk Hana.


"Tidak ada apa-apa Hana. Hanya mimpi aneh." Ucap Louis.


Dia tidak mau memberitahukan mimpinya itu kepada Hana.


Rasa nyaman yang dia rasakan bersama Hana tidak pernah dia rasakan dengan orang lain. Dia begitu lega mengetahui bahwa Hana adalah miliknya. Bahkan walau dalam mimpinya itu benar tapi dalam hatinya dia yakin rasa posesif yang dia miliki untuk Hana, tidak pernah bisa dia rasakan hal itu untuk wanita lain.


"Apa kau ingin membicarakannya?" Tanya Hana seraya mengusap punggung Louis.


"Tidak hari ini." Balas Louis.


Hana tidak menanyakan apapun lagi pada Louis. Dia tahu bahwa Louis akan menceritakan semuanya kepada dirinya saat Louis merasa nyaman. Hana pun membiarkan Louis memeluk dirinya.


Beberapa saat kemudian Louis melepaskan pelukannya dan berbaring dengan membawa Hana dalam pelukannya. Mereka berdua pun lalu kembali tertidur dengan nyenyak.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2