
Sekarang sudah tengah malam, tidak ada tanda-tanda dari Louis. Hana mencoba untuk menelpon nomor Louis. Tapi setiap kali Louis selalu menolak panggilan darinya, Hana menelpon semua orang untuk mengetahui keberadaan Louis. Tapi tidak ada yang tahu di mana Louis berada.
Seiring berjalannya waktu, jantung Hana terasa gemetar ketakutan.
"Oh ya Tuhan, ku harap dia baik-baik saja. Di mana dia? Kenapa dia belum kembali?" Semua pertanyaan itu terus muncul di dalam kepala Hana.
Tiba-tiba bel pintu berbunyi, Hana bergegas membuka pintu. Dia membuka pintu dan terkesiap melihat penampilan Louis yang berantakan. Rambut Louis tampak acak-acakan, bajunya terlihat keluar dari celananya dan dasinya juga tampak longgar dan menggantung di lehernya.
"Apa yang terjadi Louis?" Tanya Hana khawatir.
Louis tidak mengatakan apa-apa. Dia menatap wajah Hana dengan tatapan kosong. Melihatnya seperti itu, hati Hana merasa terluka.
"Masuklah Louis. Kenapa kau berdiri di luar?" Ucap Hana.
Louis perlahan berjalan masuk dan bergerak untuk duduk di sofa. Dia menatap TV dengan tatapan kosong.
__ADS_1
Melihatnya bertingkah sangat aneh, Hana tidak tahu harus mengatakan apa. Tapi dia tidak bisa melihat Louis seperti itu. Dia tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya. Hana lalu pergi ke dapur untuk mengambil segelas air untuk Louis dan kemudian menawarkannya kepada Louis.
Louis melihat segelas air. Dia mengambilnya dari tangan Hana dan menaruhnya di atas meja. Dia kemudian memegang tangan Hana dan dengan lembut menarik Hana ke arahnya membuat Hana duduk di pangkuannya. Louis menggerakkan kepalanya diantara dada Hana. Hana meletakkan jarinya di rambut Louis dengan lembut.
Dia membelai rambut Louis mencoba melepaskan sebagian dari rasa stres yang tengah dirasakan Louis. Keduanya pun berpelukan untuk beberapa saat.
"Apa yang terjadi?" Tanya Hana dengan lembut.
"Hana, aku tidak tahu apa yang terjadi. Pikiranku sedang kacau. Ada bayangan aneh atau lebih tepatnya kilas balik muncul di benakku dan rasanya begitu nyata Hana. Rasanya seperti aku telah diberikan kesempatan kedua dalam hidupku." Ucap Louis dengan tatapan matanya yang terlihat serius.
Jantung hanya berdebar kencang setelah mendengar ucapan Louis.
Hana melihat mata Louis yang terlihat sangat kebingungan seolah Louis mencoba untuk membuat Hana percaya dengan apa yang dia katakan.
Hana memegang wajah Louis dengan lembut.
__ADS_1
"Apa yang kau lihat Louis?" Tanya Hana.
Louis menoleh menatap ke arah sudut ruangan yang kosong.
"Aku melihatmu, Mira, ada tembakan dan yang lainnya sayang." Ucap Louis.
Hana bisa mengerti apa yang ingin dikatakan Louis. Tapi dia ingin mendengarkan ceritanya melalui pandangan Louis sendiri.
"Katakan kepadaku dengan benar Louis." Ucap Hana.
Louis menatap Hana tanpa ekspresi apapun dan kemudian tiba-tiba dia tertawa.
"Bisakah kau percaya kepadaku jika aku mengatakan bahwa aku melihat jika aku pernah menolak mu dan itu semua demi Mira. Itu terjadi karena aku mencintainya dan karena dia akan melahirkan bayi ku dan kami akan menikah." Ucap Louis.
Jantung Hana berdetak kencang karena ketakutan dia tidak pernah tahu mimpi terburuknya akan datang seperti ini.
__ADS_1
'Louis akan kembali kepadanya. Aku memang tidak pantas mendapatkan cintanya. Aku seharusnya tidak melakukan ini.' ucap Hana dalam hati.
Bersambung...