Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Perusahaan Domani


__ADS_3

Hana tiba-tiba menyesali kerjasama yang sudah dia lakukan dengan perusahaan Domani. Cara Ryan menatapnya membuatnya merasa tidak nyaman. Ryan menatapnya seolah dirinya tengah tidak menggunakan pakaian.


Hana merasa tidak ingin bekerja sama dengan Ryan lagi. Tapi masalahnya dia sudah menandatangani kontrak kerjasama dengan mereka.


Hana menghela nafas dalam. Dia lalu masuk ke dalam perusahaan Domani. Hana sedikit kagum dengan infrastruktur dari kantor Ryan. Gaya interiornya sangat unik. Hana lalu berpindah ke arah resepsionis dimana terdapat seorang wanita yang duduk di sana.


"Halo, namaku Hana Kurniawan. Aku punya janji dengan Pak Ryan Domani." Ucap Hana kepada resepsionis itu.


Resepsionis itu melihat ke arah Hana.


"Oh, halo Nona Hana. Pak Ryan menginformasikan kepadaku sejak pagi tadi untuk secara pribadi mengantar Anda ke ruangannya." Ucap resepsionis itu.


Hana tersenyum canggung, tapi dia tetap berterima kasih kepada wanita itu. Dia lalu masuk ke dalam ruangan Ryan.


Ryan melihat ke arah orang yang sudah mengganggu dirinya itu. Namun saat dia melihat Hana yang masuk ke dalam ruangannya, sebuah senyuman muncul di wajah Ryan.


Resepsionis itu tampak terkejut melihat bosnya yang untuk pertama kali tersenyum. Tapi dia tidak bereaksi apapun.

__ADS_1


Ryan lalu melihat ke arah wanita yang berdiri di samping Hana dengan tajam.


"Kau boleh pergi." Ucap Ryan.


Resepsionis itu pun berbalik dan langsung pergi dari ruangan Ryan. Pandangan Ryan tertuju ke arah Hana.


"Kau terlihat cantik Nona Hana." Ucap Ryan.


Hana memberikan senyuman formal pada Ryan.


"Terima kasih Pak Ryan." Ucap Hana.


"Ayo pergi. Aku akan memperkenalkan mu dengan kepala desainer kami." Ucap Ryan.


Ada tulisan Departemen kreatif di luar ruangan kemana Hana dan Ryan pergi. Mereka berdua lalu masuk dan semua orang terkejut melihat Bos mereka yang masuk dengan seorang wanita.


"Semuanya perkenalkan, ini adalah Nona Hana. Dia akan bekerja sama dengan kita dalam Projects perhiasan limited edition kita selanjutnya. Aku harap kalian semua bisa bekerja sama dengannya dengan baik." Ucap Ryan melihat ke arah semua orang yang ada di dalam ruangan itu.

__ADS_1


Semua orang lalu menyapa Hana.


"Ini adalah Gary kepala desainer kami yang akan memeriksa semua perkembangan projectnya." Ucap Ryan.


"Senang bertemu denganmu Nona Hana. Aku sangat suka desain yang kau tunjukkan di acara Zayn fashion show. Aku sudah tidak sabar untuk bekerjasama denganmu." Ucap Gary memberikan senyuman sopan kepada Hana.


"Sama denganku." Balas Hana dengan tersenyum.


"Aku harus pergi sekarang. Aku ada meeting yang harus aku hadiri." Ucap Ryan.


Ryan lalu pergi dari ruangan itu. Tubuh Hana yang sejak tadi membeku menjadi lebih santai saat Ryan sudah pergi. Hana merasa senang karena dia tidak harus menghabiskan waktu yang banyak dengan Ryan.


Orang-orang yang ada di dalam ruangan itu membuat Hana merasa nyaman.


Sementara itu di dalam ruangan Ryan.


Ryan tampak menyeringai saat melihat ke arah luar jendela dari ruangannya.

__ADS_1


"Kucing kecil, aku tidak pernah begitu terobsesi kepada seorang wanita, sampai aku bertemu denganmu." Ucap Ryan dengan sebuah senyuman jahat yang muncul di wajahnya. "Awalnya aku hanya menginginkan formula itu. Tapi sekarang aku juga menginginkan dirimu. Louis, seberapa keras pun kau mencoba untuk menginvestigasi semuanya, tapi kau tidak akan pernah tahu siapa ketua dari geng ular putih." Lanjut Ryan menyeringai.


Bersambung...


__ADS_2