Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Kemarahan Ryan Pada Mira


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan kamar...


Atmosfer di dalam ruangan kamar yang terdapat dua orang yang tengah melakukan hubungan percintaan itu dengan penuh hasrat. Ryan mulai membayangkan tubuh Hana pada tubuh wanita yang tengah bercimbu mesra dengannya itu. Bagaimana rasanya jika bisa tidur dengan Hana dan membuat Hana merasa senang dengan apa yang dia lakukan.


Ryan sejak tadi sudah melupakan dengan wanita mana dia tengah melakukan hubungan itu. Semua pikirannya ada dalam bayangan tubuh Hana. Dia mulai mempercayai dalam dirinya sendiri bahwa dia tengah berada di atas tubuh Hana dan dia pun menyebut nama Hana.


"Hana.... Hana...." Ucap Ryan.


Di sisi lain Mira yang matanya dipenuhi dengan hasrat, sekarang berubah dengan cepat. Matanya penuh dengan kemarahan setelah mendengar nama Hana yang keluar dari mulut Ryan. Dia dengan semua tenaganya yang dia punya memaksa mendorong tubuh pria yang ada diatas tubuhnya menjauh darinya.

__ADS_1


"Dasar brengsek! Beraninya kau menyebut nama wanita lain saat sedang bersama denganku dan itu merupakan nama dari wanita ****** yang aku benci itu. Jangan berpikir bahwa aku ini wanita yang lemah Ryan. Aku akan membunuhmu." Ucap Mira penuh emosi.


Sorot mata Ryan berubah menjadi begitu mematikan. Dia dengan kasar memegang leher Mira dan menarik Mira mendekat ke arahnya.


"Dasar wanita ******! Kau pikir siapa dirimu itu? Kau tidak lebih hanyalah seorang wanita murahan yang aku beli untuk memuaskan aku." Ucap Ryan penuh kemarahan.


Sorot mata Ryan berubah menjadi begitu jahat disertai dengan seringai di wajahnya.


Genggaman tangan Ryan di rambut Mira menguat yang membuat Mira merasakan sakit dan juga ketakutan yang menyebar di dalam dirinya. Dia benar-benar lupa bagaimana sosok Ryan yang begitu seperti monster. Mira pun gemetar karena rasa sakit dan juga ketakutan. Nafasnya menjadi lemah. Dia menelan ludah dan menarik nafas, mencoba untuk mendapatkan oksigen. Tapi pegangan tangan Ryan terlalu kuat di rambut dan juga lehernya.

__ADS_1


Nelihat rasa sakit dan ketakutan di wajah Mira, membawa kepuasan untuk Ryan.


"Sekarang wanita ******, jangan pernah lupa di mana posisi my dan bagaimanapun jangan pernah menanyakan otoritasku." Ucap Ryan.


Setelah itu Ryan melonggarkan genggamannya. Perasaannya sudah kacau, jadi dia tidak mau melanjutkan hubungan panas diantara mereka lagi dan mengenakan celananya lalu meninggalkan kamar itu.


Mira sendiri terus terbatuk dan mencoba untuk mengambil nafas secepat yang dia bisa setelah Ryan melepaskan genggaman dari lehernya dan rambutnya. Setelah beberapa saat, nafasnya menjadi tenang dan ada kemarahan muncul di matanya.


"Semua ini karena dirimu Hana. Ryan bersikap seperti ini karena dirimu. Louis bahkan tidak menatapku sedikitpun. Semua ini karena dirimu Hana. Sebenarnya kekuatan seperti apa yang kau punya Hana? Aku menolak untuk kalah darimu. Semuanya milik ku Hana, baik Ryan atau Louis dan juga kekuasaan mereka semuanya. Tapi untuk menyukseskan rencana ku, aku harus menghapus mu dari dunia ini Hana. Kau harus mati." Ucap Mira.

__ADS_1


Setelah itu, sebuah tawa jahat memenuhi kamar itu.


Bersambung...


__ADS_2