Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Wanita Misterius


__ADS_3

Hari ini Hana pergi bersama mamanya dan Sonia untuk membeli gaun pengantin. The flower adalah salah satu butik gaun pengantin terbaik di kota mereka.


Butik itu sangat terkenal karena menyediakan desain eksklusif yang melebihi ekspektasi para calon pengantin. Salah satu alasannya adalah merek mereka fokus utamanya adalah pada kenyamanan pengantin. Penggunaan kain untuk gaun yang ringan dan sulamannya memiliki detail yang halus. Hal itulah yang dicari Hana dalam gaun pengantinnya.


Memilih gaun pengantin adalah salah satu pekerjaan yang harus dilakukan oleh para pengantin dan dengan mencoba beberapa gaun, akhirnya Hana mendapatkan satu gaun sempurna yang dicari.


Sejak hamil, nafsu makan Hana meningkat sangat pesat. Hana melihat ke arah mamanya dan memberikan sorot matanya yang berbinar.


"Ma, aku lapar. Sekarang kita sudah selesai dengan gaunnya, jadi bisakah kita pergi dan makan sesuatu?" Ucap Hana.


Sonia menatap Hana dengan terkejut.


"Satu jam yang lalu kau baru saja makan dan sekarang kau sudah lapar lagi?" Ucap Sonia.


Hana menatap Sonia dengan perasaan tidak senang.


"Hamil lah, maka nanti kau akan mengerti. Aku makan untuk 2 orang. Kau mau bilang aku ini gendut?" Ucap Hana tiba-tiba dengan mata yang berkaca-kaca.


Sonia menjadi panik melihat Hana yang perasaannya tiba-tiba berubah. Dia lupa bahwa setelah Hana hamil, perasaannya sering buruk. Satu menit Hana bertingkah manja, di menit yang lainnya dia mulai menangis. Sonia benar-benar merasa kasihan kepada Louis.


"Aduh jangan menangis Hana, kau salah paham. Ayo, aku akan mengambilkan sesuatu untukmu." Ucap Sonia.


Mama Hana terkekeh melihat kepanikan Sonia.


"Tidak apa-apa Sonia. Perubahan suasana hati biasa terjadi selama kehamilan. Kalian berdua pergi ke restoran terdekat. Mama akan menyusul kalian sebentar lagi." Ucap Mama Hana.


Hana dan Sonia lalu keluar dari butik itu. Sonia tiba-tiba teringat bahwa dia harus membuat janji dengan perias pengantin Hana. Sonia ingin pernikahan Hana terlaksana dengan baik dan dia ingin menyiapkan semuanya karena dia tidak ingin membuat stres sahabatnya itu karena dokter memberikan saran kepada mereka bahwa stres dapat membahayakan kehamilan Hana.


"Hana kamu tunggu di sini 10 menit. Aku akan pergi dan mengatur janji dengan cepat bertemu dengan Casey." Ucap Sonia.


Casey adalah penata rias yang akan merias Hana di hari pernikahannya. Hana mengangguk dan duduk di bangku yang ada di luar toko itu.


Tiba-tiba seorang wanita datang dan duduk di samping Hana.


Hana melihat wanita yang duduk di sampingnya. Wanita itu memberikan senyuman ramah kepada Hana, tapi senyumannya sepertinya memiliki arti. Wanita tak dikenal itu menatap perut Hana dengan tatapan seolah-olah dia tahu jika Hana tengah hamil.

__ADS_1


Hana memberikan tatapan tanda tanya kepada wanita itu.


"Siapa kau?" Tanya Hana.


Ekspresi wanita tak dikenal itu tidak berubah.


"Aku bertemu denganmu di kehidupanmu yang sebelumny. Di bulan september aku menghentikan mu untuk bunuh diri tetapi kau benar-benar terluka saat itu." Ucap wanita itu.


Hana benar-benar terkejut seolah tengah tersambar petir.


"Kau... kau..." Ucap Hana terbata-bata.


Hana ingat di kehidupan sebelumnya, dia melarikan diri dari polisi. Dia telah dituduh atas pembunuhan Louis yang tidak dia lakukan. Dia bersembunyi di sebuah gang. Saat itu begitu gelap. Dia akan minum racun ketika seseorang menghentikannya.


Wanita itu menatapnya dengan tenang, seolah-olah dia mengharapkan kepada Hana untuk jangan melakukan hal itu.


"Hana jangan lakukan itu atau akan ada akibatnya." Ucap wanita itu.


Hana menatap wanita itu.


Matanya begitu buram oleh air mata.


"Jangan lakukan itu." Ucap wanita itu lagi.


Hana mengabaikan ucapan wanita itu, yang bisa dia pikirkan hanyalah untuk mengakhiri hidupnya. Dia tidak punya harapan untuk hidup lagi lalu dia pun meminum racun itu.


Hana tersadar dari lamunannya. Dia melihat wanita tak dikenal itu lagi dengan bingung.


"Si... siapa kau?" Tanya Hana.


Wanita tak dikenal itu menyeringai.


"Manusia memanggilku dengan berbagai nama. Ada yang memanggilku dengan sebutan takdir dan menurut agama yang berbeda aku juga digambarkan secara berbeda." Ucap wanita itu.


Kemudian wanita itu kembali melihat perut Hana. Ada rasa kepuasan dalam dirinya.

__ADS_1


"Segalanya berjalan bagaimana seharusnya. Nasibmu dan dia sangat terikat satu sama lain. Tetapi dalam kehidupan mu yang sebelumnya, peristiwa-peristiwa tertentu terjadi, dimana semua itu seharusnya tidak terjadi dan semua itu merupakan ancaman bagi umat manusia." Lanjut wanita itu.


Wajah wanita tak dikenal itu berubah menjadi serius.


"Aku telah melawan takdir Hana. Kini semuanya ada di tanganmu. Memutar roda waktu ada konsekuensinya. Jadi Hana, pilih langkahmu dengan bijak." Ucap wanita itu.


Hana ingin bertanya apa maksud dari wanita itu dengan memutar roda waktu, tapi sebelum dia sempat bertanya, seseorang memanggil Hana dari belakang.


"Cukup lama, maaf aku butuh lebih banyak waktu tadi."


Hana menatap Sonia dan kembali menoleh ke arah wanita yang tak dikenal tadi. Tapi wanita itu sudah tidak ada lagi disana.


Hana melihat sekeliling. Tapi dia tidak dapat menemukan jejak wanita itu. Sonia melihat ke arah Hana dengan penuh tanda tanya.


"Apa yang terjadi?" Tanya Sonia.


Hana menatap Sonia dan menarik nafas dalam-dalam.


"Tidak ada apa-apa. Ayo pergi." Ucap Hana.


Mereka berdua pun berjalan menuju restoran.


.


.


.


.


.


Diantara kerumunan banyak orang, wanita tak dikenal itu memberikan senyuman penuh arti melihat sosok dua wanita yang menghilang di hadapannya itu.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2