Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Pingsan


__ADS_3

Hana begitu terkejut melihat Lucas yang berdiri di dapur dan mengenakan apron. Panci yang tengah dipegang oleh Lucas pun terjatuh. Setelah itu dia pun berlari dengan menutup tubuhnya sendiri.


"Sial, ini sangat memalukan. Kenapa kakak ipar harus datang saat ini." Ucap Lucas.


"Aku rasa, aku datang di waktu yang salah. Tapi sejak kapan kalian berdua mulai berkencan?" Ucap Hana seraya melihat kearah Sonia dengan tatapan kesal.


Sonia memberikan senyuman canggung tapi tiba-tiba dia merasa bersalah pada Hana.


"Sebenarnya banyak hal yang terjadi padaku dan aku lupa memberitahukannya kepadamu." Ucap Sonia.


"Sonia, aku adalah sahabat baikmu. Bagaimana kau bisa lupa untuk mengatakan semua ini kepadaku." Ucap Hana dengan memasang wajah kesal.


"Maaf Hana. Jangan marah, aku mohon." Balas Sonia tanpa merasa bersalah.


...----------------...


Keduanya baik Lucas dan Sonia, saat ini tengah duduk di sofa seperti anak kecil yang akan dimarahi oleh orang tuanya. Hana melihat ke arah mereka berdua dan memutar matanya malas.

__ADS_1


"Berhentilah bersikap seperti anak kecil dan katakan kepadaku kapan semua ini terjadi?" Tanya Hana begitu penasaran dengan bagaimana awal mula hubungan Lucas, sang calon adik ipar dengan Sonia sahabat terbaiknya itu.


Sonia lalu mulai menceritakan semua insiden yang terjadi padanya dan Lucas, dimulai dari pertemuan pertama di sebuah klub dan kemudian Lucas yang terus melanjutkan untuk mengganggunya dan hal itu membuat Hana tertawa.


"Sonia, kau terlalu sering menolak Lucas dan itu selama 20 kali. Aku benar-benar salut kepada Lucas karena bisa mentoleransi sikapmu itu." Ucap Hana.


Sonia tidak bisa mempercayai Hana yang malah membela Lucas.


"Hei, kau adalah sahabat baikku dan kau juga adalah kakak iparnya. Tapi kau seharusnya berada di sisiku dan membelaku bukannya dia." Ucap Sonia.


Hana tertawa, tapi sebelum dia bisa mengatakan apapun, dia tiba-tiba merasa pusing. Hal itu lantas membuat Sonia dan Lucas panik. Keduanya melihat ke arah Hana dengan khawatir.


Hana mencoba untuk mengangguk, tapi tiba-tiba pandangan matanya membuyar lalu menghitam dan dia pun pingsan.


Lucas dan Sonia yang begitu panik lantas membawa Hana langsung menuju rumah sakit.


...----------------...

__ADS_1


Hana membuka matanya. Dia melihat ke sekelilingnya dan menemukan dirinya sudah berada di rumah sakit. Sebuah wajah yang sangat familiar mendekat ke arah pandangannya. Dia melihat ke arah Sonia dan Lucas.


"Apa yang aku lakukan di sini?" Tanya Hana bingung.


"Kau pingsan Hana. Jadi kami membawamu kemari." Ucap Sonia melihat ke arah Hana dengan khawatir karena dia begitu terkejut dengan yang terjadi pada Hana.


"Apa yang terjadi kepadaku?" Tanya Hana.


"Dokter baru saja mengecek kondisimu dan dia akan memberitahukan kepada kita nanti." Ucap Sonia.


Tiba-tiba seseorang berteriak.


"Hana....."


Itu adalah suara Louis. Dia berlari dengan nafas terengah-engah. Dia menghentikan meeting nya saat dia mengetahui dari Lucas bahwa Hana pingsan dan dia langsung mengendarai mobilnya secepat yang dia bisa menuju rumah sakit.


Dia lalu melihat ke arah Hana. Dia lalu mendekat ke arah Hana dan memeluk Hana dengan erat. Saat itu dia sangat ketakutan jika Hana akan meninggalkan dirinya atau Hana akan menghilang entah kemana.

__ADS_1


"Apa yang terjadi Hana? Apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka?" Ucap Louis panik.


Bersambung....


__ADS_2