Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Hamil


__ADS_3

Louis mulai mencoba melihat apakah ada luka yang ada di tubuh Hana. Tapi dia pun merasa lega setelah menemukan tidak ada luka sedikitpun di tubuh Hana.


"Aku tidak terluka Louis. Tenanglah." Ucap Hana tersenyum melihat ke arah Louis yang wajahnya tampak khawatir itu.


Louis melihat ke arah adiknya dan bertanya padanya.


"Apakah dokter mengatakan apapun tentang kondisinya?"


"Tidak, tapi dokter akan datang dengan laporannya nanti." Ucap Lucas.


Beberapa saat kemudian seorang pria mengenakan seragam dokter masuk ke dalam ruangan Hana.


Dokter itu seorang pria berusia sekitar 30 tahun. Dia melihat laporannya kemudian tersenyum menghangat ke arah Hana.


Louis tampak kesal.


'Kenapa dokter itu harus laki-laki?' pikir Louis.


Louis pun menatap dokter itu dengan tajam. Dokter yang melihat ke arah ekspresi di wajah Louis yang memberikan tanda serius bagaimana posisinya dalam diri Hana. Hana lantas memegang tangan Louis untuk membuat Louis merasa tenang.


Dokter itu tersenyum canggung. Ada keringat turun dari kepalanya melihat ke arah tatapan Louis.


'Sial! Aku ini seorang dokter. Kenapa dia harus melihatku seperti aku ini seorang seorang kriminal?' ucap Dokter itu dalam hati.


Dokter itu tidak menghiraukan tatapan Louis dan menatap ke arah Hana.


"Aku senang kau sudah bangun. Bagaimana perasaanmu?" Tanya dokter itu.


"Aku baik-baik saja dokter. Tapi kenapa tiba-tiba aku pingsan?" Tanya Hana kepada dokter itu.


"Selamat nona Hana, kau hamil 2 minggu dan alasan kau pingsan karena kau terlalu stres dan karena kau tidak makan dengan baik. Sekarang bayimu lemah tapi dengan perawatan yang baik dan dengan makan yang teratur, bayimu akan tumbuh sehat. Jadi jagalah dirimu sendiri." Ucap dokter itu dan setelah itu dia pun meninggalkan ruangan itu.


Sonia tertawa bahagia setelah mendengar apa yang diucapkan dokter itu.


"Yeeeaaayy... sahabat baikku hamil dan aku akan menjadi ibu perinya. Aku tidak sabar menunggu kelahiran bayi itu. Selamat Hana." Ucap Sonia memeluk Hana dengan erat.


Tapi Lucas langsung menarik Sonia menjauh dari Hana dan Louis.


"Biarkan mereka berdua bicara lebih dulu." Ucap Lucas seraya memberikan tanda kepada Sonia untuk meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Sonia awalnya enggan untuk pergi, tapi setelah melihat kearah Hana dan Louis yang tampak tegang, dia pun setuju dengan Lucas. Setelah itu mereka berdua pun meninggalkan pasangan itu berduaan di dalam ruangan.


Setelah Sonia dan Lucas pergi, Hana lantas melihat kearah Louis dengan tatapan terkejut di wajahnya.


"Aku hamil Louis." Ucap Hana.


Louis melihat kearah Hana. Ada sebuah perasaan yang tidak dapat diungkapkan yang muncul di matanya.


"Iya Hana, kita akan menjadi orang tua Hana." Ucap Louis.


Ada sebuah perasaan yang tidak pernah di rasakan Louis sebelumnya muncul dalam hatinya. Dia akan menjadi seorang ayah dari darah dagingnya, dari hasil cintanya dengan Hana.


Tapi tiba-tiba Louis merasa takut dengan bagaimana jika Hana tidak menginginkan anak mereka itu karena Hana masih begitu muda.


Dengan suara yang berat Louis pun bertanya kepada Hana.


"Hana.... jika kau belum siap, kita bisa...."


Tapi sebelum Louis bisa menyelesaikan kalimatnya, Hana sudah menatap Louis lebih dulu dengan tajam.


"Diam lah Louis! Beraninya kau berpikir bahwa aku akan mengaborsi anak ini. Jika kau tidak menginginkan anak ini, aku bisa menjaganya sendirian." Ucap Hana dengan begitu marah.


"Apa kau pikir aku ini pria pengecut hingga aku tidak akan mau mengambil tanggung jawab ini? Bayi itu adalah anakku Hana, sama sepertimu. Aku ini Papa dari bayi itu dan kau Mama nya." Ucap Louis.


Keduanya saling menatap satu sama lain selama beberapa menit. Tapi kemudian air mata jatuh dari mata Hana. Dia menaruh tangannya di perutnya. Ada sebuah perasaan hangat muncul dalam dirinya.


Dia pun melihat ke arah Louis lagi.


"Louis, kita akan menjadi orang tua dari anak kita sendiri. Darah daging kita sendiri." Ucap Hana.


Louis lalu menaruh tangannya di perut Hana dengan memeluk tubuh Hana dari belakang.


"Aku sangat bahagia Hana. Anak ini akan memanggilku Papa. Aku selalu menginginkan sebuah keluarga. Terima kasih Hana karena sudah memberikanku sebuah keluarga milikku sendiri." Ucap Louis.


Hati Hana merasa begitu bahagia melihat mata Louis yang memperlihatkan begitu banyak perasaan bahagia. Mereka berdua lalu saling berpelukan satu sama lain dengan begitu lama.


Tapi tiba-tiba sebuah pertanyaan muncul dalam kepala Louis. Dia pun membeku.


"Kenapa cukup lama bagimu untuk bisa hamil karena sejauh yang aku ingat, aku ini tidak pernah menggunakan pengaman selama kita berhubungan." Ucap Louis.

__ADS_1


Hana memutar matanya malas.


"Dasar kau pria nakal. Kau memang sengaja berencana untuk membuat aku hamil dan kenapa kau malah menyalahkan aku yang lama hamil. Kau seharusnya menyalahkan dirimu sendiri. Cairan darimu itu tidak cukup kuat untuk bisa membuat aku hamil lebih cepat." Balas Hana.


Louis menaikkan alisnya.


"Kau itu...!" Ucapnya.


Tiba-tiba mereka berdua diganggu oleh kedatangan Sonia.


"Guys, semuanya sudah baik-baik saja kan? Bisakah kami masuk." Ucap Sonia.


Hana menelan ludahnya dan berkata, "iya tentu saja."


Sonia melihat ke arah Hana.


"Aku tidak pernah tahu bahwa kau akan mengacaukan hidupmu sendiri secepat ini. Tapi siapa aku yang bisa komplain tentang semuanya. Ngomong-ngomong, aku senang karena aku akan menjadi ibu peri." Ucap Sonia.


Hana memutar matanya malas melihat ke arah Sonia. Tapi Louis melihat ke arah Sonia dengan tajam. Dia merasa kesal dengan ucapan Sonia yang mengatakan bahwa Hana sudah mengacaukan hidupnya sendiri.


Louis melihat ke arah Lucas dengan tatapan tajam dan juga kesal.


"Tenangkan wanita mu Lucas. Minta dia untuk menjaga bicaranya." Ucap Louis.


Sonia menatap ke arah Louis.


"Kau mau...."


Ucapan Sonia terhenti saat pintu ruangan tempat Hana dirawat itu tiba-tiba terbuka dengan sangat keras. Hana tampak terkejut melihat semua orang yang datang.


"Siapa yang memanggil mereka?" Tanya Hana.


Sonia tanpa merasa bersalah mengangkat tangannya.


"Upsss maaf, itu aku." Ucap Sonia.


"Kau dasar pria brengsek. Beraninya kau membuat putriku hamil...."


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2