Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Kerjasama


__ADS_3

"Baiklah, bahwa dia menuju ruangan ku." Ucap Louis.


Setelah mendengarkan itu, Martha pun mengangguk. Setelah Martha pergi, Hana mencoba untuk bangun dari pangkuan Louis.


"Siapa yang mengatakan kepadamu bahwa kau bisa bangun?" Ucap Louis seraya semakin mengeratkan pelukannya pada Hana.


Hana memutar matanya malas.


"Kau masih ada meeting dan ini tidak baik jika terus kau lakukan. Bagaimana jika klien mu melihat." Ucap Hana.


"Aku akan setuju melepaskan mu, tapi aku tidak akan melepaskan pelukanku sebelum aku mendapatkan sebuah ciuman darimu." Ucap Louis dengan wajah yang tampak mengambek.


Hana tidak bisa mempercayai matanya yang melihat Louis bersikap seperti itu.


'Siapa yang bisa menyangka bahwa Louis Cullen, pria yang terkenal dingin itu bisa menunjukkan wajah yang menggemaskan seperti ini.' pikir Hana.


"Kau tidak tahu malu." Ucap Hana dengan wajah yang menampakan pura-pura marah.


"Hanya denganmu aku tidak tahu malu sayang. Hanya denganmu." Balas Louis.

__ADS_1


Louis lalu memegang dagu Hana ingin menciumnya. Sebelum mereka bisa berciuman satu sama lain, mereka diganggu dengan suara batuk yang keras dari seseorang.


"Apa?" Teriak Louis merasa kesal melihat ke arah seseorang yang sudah mengganggunya sebelum dia bisa mencium Hana.


Hana tertawa lembut. Sementara Louis memberikan tatapan kesal seolah mengatakan kepada Hana bahwa ini belum berakhir dan kau akan diberikan hukuman karena menertawakan aku. Tapi Hana hanya menyeringai.


"Aku minta maaf karena datang di waktu yang salah." Ucap Mira tapi jika seseorang melihatnya dengan sangat jelas, Mira sama sekali tidak merasa bersalah.


Baik Hana maupun Louis menatap satu sama lain.


"Tidak apa-apa." Ucap Louis bicara tanpa ekspresi diwajahnya.


"Baiklah, ayo kita diskusikan." Ucap Louis dengan wajah yang kesal.


Tidak seorangpun yang mengerti apa yang ada dalam pikirannya. Mira mengangguk dan duduk untuk mendiskusikan tentang proyeknya. Tapi sebelum dia bisa memulainya, dia melihat ke arah Hana.


"Aku ingin meeting ini dilakukan secara rahasia jika anda tidak keberatan." Ucap Mira.


Hana memberikan senyuman canggung.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan pergi." Ucap Hana.


"Tidak, kau tidak bisa melakukan apapun yang kau inginkan. Hana sudah menghandle banyak projects kami. Jadi dia bisa tetap ada disini." Ucap Louis kesal.


"Baiklah." Balas Mira dengan senyuman palsu diwajahnya.


Mira lalu duduk disebuah kursi yang ada didepan Louis. Sementara Hana berdiri dibelakang Louis.


"Aku ingin mengkolaborasikan perusahaan kita seperti yang aku harapkan. Aku ingin untuk membuat perusahaan ku berhasil di kota ini dengan kerjasama yang kita lakukan dan anda juga bisa membuat perusahaan anda berhasil di kota kami. Kerjasama ini akan memberikan kedua perusahaan kita sebuah kesempatan untuk melebarkan bisnisnya dan juga keuntungan yang didapatkan akan dibagi sama rata." Ucap Mira menjelaskan rencananya.


Louis tengah berpikir dalam.


"Kenapa harus parfum? Sejauh yang aku tahu, perusahaan mi produk utamanya adalah Skin Care." Ucap Louis.


"Iya, tapi ide ini adalah murni keinginan dariku. Aku sudah menyelesaikan semua produk skincare ku dengan berhasil. Aku ingin memulai bisnis parfum karena parfum juga menarik bagiku. Jadi itulah kenapa aku berpikir untuk berkolaborasi dengan anda. Ku harap anda mau memberikan aku sebuah kesempatan untuk mengembangkan bisnisku dan untuk memberikan aku pengalaman di dunia bisnis ini." Ucap Mira.


'Dia bicara dengan begitu hebat dan meyakinkan. Tidak heran bahwa dia adalah seorang pebisnis wanita yang hebat.' ucap Hana dalam hati.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2