
Di tempat lain...
"Dasar kau wanita ******! Beraninya kau memerintahkan salah satu orang ku untuk membunuh Hana. Apakah aku menyuruhmu untuk membunuhnya? Memangnya apa salahnya? Salahmu sendiri sehingga kau gagal merayu Louis. Untung saja aku datang tepat waktu dan mengenali laki-laki itu." Teriak Ryan.
Matanya benar-benar tampak hitam dan cengkeramannya sangat erat di leher Mira.
Nafas Mira terdengar terengah-engah. Dia berjuang untuk bisa bernafas. Kemudian dia mencoba untuk melonggarkan cengkraman Ryan di lehernya, tapi dia gagal karena genggaman Ryan yang begitu erat. Ryan menatap Mira dengan jijik. Sebelum Mira benar-benar kehabisan nafas, Ryan langsung melemparkan Mira ke lantai. Nafas Mira semakin terengah-engah dan air matanya pun mengalir dengan deras ke pipinya.
Ryan berlutut ke arah Mira dan memegang rambutnya lalu menariknya.
"Sekarang dengarkan aku wanita ******! Dengarkan aku baik-baik. Jangan lupa bahwa akulah yang memberikanmu kehidupan, uang, ketenaran atau kau bisa saja masih hidup di jalanan dengan makan dari tempat sampah atau kau lebih tepatnya menjual tubuhmu untuk bisa makan. Coba saja lakukan yang lebih buruk dari apa yang kau lakukan hari ini, maka kau akan melihat sisi yang paling buruk dari diriku." Ucap Ryan.
Mira memelototi Ryan.
__ADS_1
"Kenapa Ryan? Kenapa kau menyelamatkannya? Kenapa tiba-tiba dia menjadi begitu penting bagimu? Aku mencintaimu sepanjang hidupku dan inikah balasan yang kau berikan kepadaku? Apa yang telah Hana lakukan kepadamu sehingga kau...."
"Diam!" Teriak Ryan.
Ryan menatap Mira dengan tatapan membunuh.
"Kau mencintaiku?" Ucap Ryan dengan senyuman kejam. "Wanita ******! Kau tidak mencintai siapapun kecuali dirimu sendiri. Kau menyukai kekuasaan yang aku punya. Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau coba lakukan di belakangku? Kau mencoba untuk membuat orang-orang ku untuk melawanku." Ucap Ryan.
"Aku peringatkan kau untuk tahu batasan mu."
Setelah mengatakan hal itu, Ryan pun pergi meninggalkan ruangan itu.
Mira memang merupakan dalang dari kejadian yang menimpa Hana. Mira meminta salah seorang anak buah Ryan yang bekerjasama dengannya untuk membunuh Hana. Mira sudah gelap mata karena kesal pada Hana.
__ADS_1
Hana sudah membuatnya gagal untuk menggoda Louis dan bahkan kini Ryan, pria yang selama ini selalu bersamanya, pria yang selalu mencintainya itu malah berbalik membela Hana dan bahkan mencintai Hana.
Hal itu membuat Mira murka dan memutuskan untuk melenyapkan Hana. Tapi untungnya Ryan datang tepat waktu dan menembak orang suruhan Mira itu lebih dulu sebelum dia bisa melukai Hana.
Mira mengeram keras. Dia mengutuk takdir yang terjadi kepadanya.
Apa yang tidak bisa dia mengerti adalah, kenapa dia kembali lagi ke masa 4 tahun yang lalu. Padahal semuanya berjalan sesuai dengan rencananya. Dia berhasil menarik perhatian Louis. Dia berhasil membuat Louis jatuh dalam pelukannya. Dia berhasil merencanakan semuanya untuk melawan Hana dan membuat Hana menjadi kambing hitam dari semua rencananya. Dia berhasil membuat Louis membenci Hana. Membuat Louis percaya bahwa Hana hanyalah salah satu wanita gila yang akan melakukan apapun bahkan termasuk membunuh anak mereka yang sebenarnya tidak pernah ada itu.
Mira pun berhasil membunuh Louis dan mendapatkan formula yang dia inginkan dan juga berencana untuk membunuh Ryan yang tergila-gila kepadanya. Tapi kemudian apa yang terjadi membuat Mira bingung.
'Mengapa waktu tiba-tiba kembali ke 4 tahun yang sebelumnya lagi?'
Bersambung...
__ADS_1