
Hana dan Louis disapa dan diberikan ucapan selamat oleh banyak orang. Tiba-tiba Hana merasa haus. Jadi dia pergi untuk mengambil minuman yang disediakan di meja. Mira melihat Hana bergerak ke arah minuman. Dia pun menyeringai.
Dia lalu memberikan sinyal kepada pelayan. Dia melihat pelayan itu bergerak ke arah Hana.
"Halo Hana." Ucap Mira tersenyum kepada Hana.
"Halo Mira." Ucap Hana.
Hana tidak tahu kenapa Mira tiba-tiba bicara dengannya karena selama ini yang dia ingat bahwa Mira tidak pernah berinteraksi dengan dirinya.
"Aku secara pribadi ingin mengucapkan selamat kepadamu. Louis benar-benar pria yang baik. Para gadis lainnya akan merasa begitu beruntung jika bisa memiliki dirinya." Ucap Mira.
Hana tidak mengerti apa yang coba dilakukan oleh Mira dan Hana tidak suka cara Mira berbicara padanya, tapi dia hanya tersenyum sopan dan membalas ucapan Mira.
"Iya kau benar. Aku memang gadis yang beruntung." Ucap Hana.
Dalam hati Mira ingin marah kepada Hana. Dia lalu melihat Hana menghabiskan minumannya.
'Rencana ku akan berjalan dengan baik.' ucap Mira dalam hati.
"Aku harus pergi." Ucap Mira lalu pergi ke tempat di mana dia sejak tadi terus memantau pergerakan Hana.
__ADS_1
Hana setelah beberapa menit tiba-tiba mulai merasa pusing. Tubuhnya seolah terasa ada di dalam api. Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan tubuhnya.
'Aku harus pergi dari sini.' pikir Hana.
Hana merasa ingin membuka pakaiannya. Tapi dia tidak mau merusak nama baik keluarganya dan juga Louis di hadapan semua orang. Dia ingin keluar dari ruangan pesta itu dan dengan bantuan tembok dia mencoba untuk mengontrol dirinya sendiri.
Tiba-tiba sebuah tangan menutup mulutnya. Seorang pria mencoba untuk menariknya menuju sebuah kamar. Hana mencoba untuk menarik dirinya sendiri dari orang itu. Tapi karena pengaruh obat itu, Hana pun menjadi lemah.
...----------------...
Louis menunggu Hana yang belum juga kembali ke sisinya.
Louis lalu melihat ke sekeliling. Tapi dia tidak bisa menemukan Hana. Dia pun berpindah ke arah adiknya dan bertanya padanya.
"Lucas, apa kau melihat Hana?"
"Tidak Kakak. Bukannya dia bersama denganmu?" Lucas tiba-tiba bingung dengan ketidakhadiran Hana.
"Tidak." Ucap Louis panik.
Louis pun mulai merasa tidak senang.
__ADS_1
Lucas lalu mencoba untuk membuat kakaknya itu merasa tenang.
"Kakak biarkan aku menemukannya. Kakak tetaplah di sini. Aku akan memanggil kakak setelah aku menemukannya." Ucap Lucas.
...----------------...
Hana ditarik menuju sebuah kamar dan tubuhnya dilempar ke atas tempat tidur. Pria yang membawanya itu pun bicara padanya.
"Gadis malang. Kau seharusnya tidak memprovokasi orang yang salah. Tapi aku akan menikmati tubuhmu malam ini. Biarkan aku merasakan wanita milik Louis. Setelah aku merasakan tubuhmu, Louis akan merasa jijik menyentuh dirimu." Ucap pria itu seraya tertawa jahat
Terlihat jelas hasrat di dalam mata pria itu. Perlahan dengan bantuan pisau, pria itu memotong pakaian Hana dari atas ke bawah. Karena merasa ketakutan, Hana tidak mau disentuh oleh pria itu. Pikirannya akan pria lain yang menyentuh dirinya selain Louis membuatnya merasa jijik. Dia bahkan ingin membunuh dirinya sendiri, sebelum pria itu menyentuh dirinya.
Hana mencoba untuk mendorong pria itu. Dia meninju pria itu di kakinya, tapi pria itu tidak bergerak sedikitpun. Pria itu marah dan menampar Hana.
"Wanita ******! Aku bicara denganmu baik-baik, tapi aku rasa kau tidak mau. Aku akan memaksamu." Ucap pria itu.
Pria itu lalu membuka paksa semua pakaian Hana.
Hana mulai menangis karena kesakitan dan juga ketakutan.
Bersambung...
__ADS_1