
Hana berusaha memindahkan tangannya untuk menemukan sesuatu yang bisa dia gunakan untuk membela dirinya. Dia begitu berusaha sekuat tenaga. Dia pun akhirnya berhasil memegang sebuah lampu tidur dan dengan lampu itu, dia menggunakan semua kekuatannya untuk memukuli kepala pria itu.
Pria itu berteriak kesakitan dengan memegang kepalanya.
"Kau wanita ******!" Teriak pria itu.
Hana mendorong pria itu dan berlari ke arah pintu. Dia dengan cepat mengunci pintu itu dan berlari secepat yang dia bisa. Tiba-tiba dia menabrak tubuh seseorang. Lengan pria itu langsung memeluknya. Hana menjadi semakin ketakutan. Dia mendorong pria itu dengan semua kekuatan yang dia punya.
Hana pun berteriak.
"Tidak... tidak kakak ipar. Ini aku Lucas." Ucap Lucas.
Lucas menjadi begitu bingung melihat kondisi Hana yang seperti itu. Lucas akhirnya mengerti bahwa Hana telah diobati setelah melihat gerak-gerik tubuh Hana. Dia lalu dengan cepat menelpon kakaknya, Louis.
Setelah mendengar suara Lucas, Hana menjadi lega. Dia tidak menghiraukan bagaimana kondisi tubuhnya yang terekspos. Dia hanya ingin segera bertemu dengan Louis.
__ADS_1
"Lucas, di mana Louis? Cepat telepon dia. Dia akan datang untukku kan? Cepat, ku mohon telepon kakakmu." Ucap Hana dengan cepat dan penuh ketakutan.
Air mata Hana terus turun di wajahnya secara terus-menerus. Lucas tidak bisa melihat Hana seperti itu. Dia merasa begitu marah dan juga sedih melihat kondisi Hana yang seperti itu.
Tiba-tiba terdengar sebuah suara seseorang yang berteriak.
"HANA.....!!!"
Louis benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat dengan matanya. Tatapan mematikan muncul di matanya karena melihat kondisi Hana yang seperti itu. Pakaian Hana sudah rusak. Tubuhnya tampak jelas dan ada banyak luka di seluruh tubuhnya. Air mata memenuhi wajah Hana.
Rasa sakit muncul dalam hati Louis. Sementara Hana sendiri merasa lega setelah melihat Louis datang. Dia segera berlari ke arah Louis dan menangis.
Hana mencoba untuk mengontrol air matanya. Tapi dia tidak bisa. Louis langsung memeluk Hana dan berusaha menenangkan Hana. Tapi dia tidak bisa menghentikan tangisan Hana.
Hana tiba-tiba merasa kesakitan dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Louis, aku merasa kesakitan. Lakukan sesuatu Louis. Tubuhku terasa panas." Ucap Hana mulai gemetar.
"Lucas segera pergi untuk menginvestigasi semuanya. Aku akan membawa Hana ke kamar dan juga lihatlah rekaman CCTV yang ada disana." Pinta Louis.
Setelah itu, Louis lalu membawa Hana masuk ke salah satu kamar hotel. Dia ingin membunuh pris brengsek yang sudah mencoba untuk menyentuh Hana. Tapi hal pertama yang harus dia lakukan adalah menenangkan Hana.
"Aku benci saat seseorang mencoba menyentuh diriku Louis. Aku benci semua ini." Ucap Hana dengan penuh rasa kesakitan ditubuhnya.
Hana terus memegangi tubuhnya dan mengusap semua tubuhnya dengan putus asa karena rasa sakit itu.
"Louis, lakukan sesuatu. Hentikan rasa sakit ini." Ucap Hana terus-menerus. "Obat ini sangat kuat Louis. Kau harus melakukan sesuatu." Teriak Hana lagi.
Satu-satunya solusi adalah Louis harus melakukan hubungan itu dengan Hana atau jika tidak, pengaruh obat itu akan merusak tubuh Hana. Louis tidak pernah suka untuk melakukan hal seperti itu secara paksa dengan Hana dan dengan kondisi Hana yang seperti ini. Tapi Louis tidak punya pilihan lain.
Malam itu Louis tidak tahu berapa kali dia harus melakukannya untuk membuat efek obat itu menghilang dari tubuh Hana. Dengan tatapan mematikan, Louis melihat ke arah langit-langit kamar hotel itu.
__ADS_1
"Aku akan memburu dirimu, siapapun kau itu." Ucap Louis penuh kemarahan.
Bersambung....