Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Menyerahkan Diri


__ADS_3

Hana menghela nafas. Dia menghadap ke arah Louis dan memegang wajah Louis.


"Louis jika kau benar-benar ingin putus denganku, kau harus katakan kepadaku lebih dulu sebelum kau menggoda orang lain. Aku janji bahwa akan meninggalkanmu tanpa membuat drama apapun." Ucap Hana.


Louis memberikan tatapan dingin kepada Hana. Hal itu membuat Hana merasa sedikit ketakutan karena tatapan Louis yang seperti itu. Louis lalu memegang dagu Hana dengan paksa dan menarik wajah Hana untuk menatap dirinya.


"Hana... beraninya kau mengatakan bahwa aku akan pergi meninggalkanmu. Kau pikir cintaku padamu ini sangat lemah hanya karena beberapa rumor murahan yang kau dengar itu? Kau malah mempertanyakan cintaku. Apakah ini yang kau pikirkan tentang diriku? Katakan kepadaku Hana!!" Teriak Louis.


Hana menjadi sangat ketakutan melihat Louis yang seperti itu.


"Aa... aku... aku..."


Tenggorokan Hana terasa kering. Dia tiba-tiba kehilangan suaranya untuk bicara. Louis dengan dingin menatap ke arah Hana. Ekspresi di wajahnya menjadi murka.


"Inikah yang kau pikirkan terhadapku Hana? Kalau begitu tidak ada tujuan bagi kita untuk melanjutkan hubungan ini. Aku tidak akan memaksamu Hana. Tinggalkan aku sebelum aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri." Ucap Louis.


Tiba-tiba ketakutan semakin muncul dalam hati Hana. Dia tahu Louis sangat serius kali ini. Hana tidak siap untuk kehilangan Louis karena sebuah rumor. Apapun yang Louis katakan memang masuk akal. Bagaimana Hana bisa membuat ketakutan itu menguasai dirinya. Dia melihat Louis berpindah ke arah pintu. Ketakutan Hana menjadi semakin besar saat dia melihat Louis berjalan langkah demi langkah.


Dia pun berlari mengejar Louis dan memeluknya dari belakang.


"Aku minta maaf Louis. Jangan tinggalkan aku seperti ini." Ucap Hana dengan air mata yang mulai terjatuh ke pipinya.


Hana terus memeluk Louis dengan membenamkan wajahnya di punggung Louis. Dia merasa begitu ketakutan akan kehilangan Louis.


"Aku ketakutan akan kehilangan dirimu Louis. Aku hanya mau kau bahagia bersama siapapun yang kau inginkan. Dan itu malah membuatku membiarkan ketakutan ku ini merusak hubungan kita. Aku mencintaimu Louis." Ucap Hana diantara tangisnya.


Louis membeku. Dia lalu membalik wajahnya menatap Hana. Dia lalu memegang wajah Hana.


"Katakan lagi kalimat yang kau ucapkan itu. Katakan Hana." Ucap Louis meminta Hana dengan putus asa.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Louis." Ucap Hana.


"Lagi." Balas Louis.


"Aku mencintaimu." Ucap Hana lagi.


"Lagi." Pinta Louis lagi.


"Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku mencintai...." Sebelum Hana bisa menyelesaikan kalimatnya, Louis sudah menciumnya.


Louis mencium Hana dengan kasar seperti seorang pria yang kehausan akan air. Louis menuangkan semua emosinya dalam ciuman itu. Dia lalu menggendong Hana menuju kamarnya dan menaruh tubuh Hana di atas tempat tidur.


"Gaun ini sangat seksi untuk dirusak. Kau itu gadis nakal Hana. Kau tidak diperbolehkan menggunakan gaun ini di depan pria lain." Ucap Louis.


Hana menyeringai...


"Siapa bilang aku mengenakan gaun ini untuk pria lain? Aku mengenakannya untukmu, untuk menunjukkan apa yang membuatmu kalah." Ucap Hana.


"Kau benar-benar wanita penggoda. Hanya aku yang bisa melihatmu seperti ini Hana. Tubuhmu, jiwamu, hatimu, semuanya milikku." Ucap Louis seraya melihat ke arah Hana dengan begitu intens.


Louis menurunkan kain dari gaun yang ada di pundak Hana. Dia mulai mencium leher dan pundak Hana. Hal itu membuat Hana mulai meringis dan tubuhnya melemah. Jemari Hana tampak gemetar saat dia mulai membuka pakaian Louis.


Louis menghentikan ciumannya.


"Aku tidak bisa mengontrol diriku lagi Hana. Katakan tidak jika kau belum siap. Ini adalah kesempatan terakhirmu." Ucap Louis.


"Aku menginginkanmu." Ucap Hana dengan penuh hasrat dalam matanya.


Setelah mendengarkan ucapan Hana, Louis dengan cepat membuka pakaian yang menempel di seluruh tubuhnya dengan satu tarikan. Dia juga melepaskan gaun yang dikenakan Hana.

__ADS_1


Hana sudah benar-benar tidak mengenakan sehelai benang pun sekarang.


"Aku akan membuatmu menjadi milikku Hana." Ucap Louis.


Setelah itu Louis mencium bibir Hana kemudian dia ciuman nya itu berpindah ke arah leher Hana.


Hana pun memegang rambut Louis dan mulai membalas ciuman Louis.


"Kau benar-benar wanita yang menggoda." Ucap Louis.


Keduanya kemudian mulai saling berciuman lagi.


Beberapa saat kemudian Louis melepaskan ciumannya.


"Sayang ini akan terasa sakit. Aku akan mencoba melakukannya dengan selembut mungkin yang aku bisa." Ucap Louis.


Hana menutup matanya dan mulai berpikir, apakah yang dia lakukan saat ini salah karena memberikan tubuhnya pada Louis. Tapi dia sudah tidak bisa mundur lagi.


Dan setelah itu Louis mulai memposisikan dirinya.


"Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi." Ucap Louis.


"Louis, aku ingin menjadi milikmu." Ucap Hana.


"Aku mencintaimu Hana." Ucap Louis.


"Aku mencintaimu Louis." Balas Hana.


Setelah itu mereka berdua pun tenggelam dalam gilanya cinta mereka. Tidak ada hal yang lain kecuali cinta di antara mereka.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2