Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Bermesraan


__ADS_3

Keduanya bermesraan dengan begitu intens. Rasa panas menyebar ke seluruh tubuh Louis. Suaranya menjadi berat.


"Hana... Hana ku yang manis." Ucap Louis.


Seluruh tubuh Hana memerah karena kata-kata manis Louis. Dia dengan lembut menatapnya.


"Aku tidak percaya bahwa hidup akan memberiku kesempatan kedua untuk bersamamu." Ucap Hana.


Nafas Louis menajam mendengar kata-kata Hana. Hatinya bergetar karena hal-hal yang terjadi baru-baru ini di dalam hidupnya. Dia tidak bisa membayangkan atau lebih tepatnya percaya bahwa dia terlahir kembali.


Jika di masa lalu seseorang mengatakan kepadanya apakah dia percaya pada reinkarnasi, maka dia akan menertawakannya. Tetapi kali ini Louis mengalami sendiri sesuatu yang sangat tidak biasa. Perasaan yang luar biasa menyebar di dalam diri Louis. Matanya yang penuh nafsu menjadi lembut menatap Hana.


"Hal seperti reinkarnasi ini adalah sesuatu yang tidak bisa ku pahami Hana. Ini akan memakan waktu bagiku, tapi mengalami kehidupan kedua adalah satu hal yang hatiku yakini bahwa perasaanku padamu sangat besar. Berbeda dengan perasaan yang aku alami untuk Mira. Aku hanya peduli pada masa kini dan masa depanku dan Hana, kau bukan hanya masa laluku, tapi juga sekarang, masa kini ku dan akan menjadi masa depanku." Ucap Louis.


Hati Hana meledak karena kegembiraan. Dia merasa tidak aman tentang perasaan yang dia miliki untuk Louis, setelah pengalamannya dengan kenangan masa lalu. Tapi mendengar kata-kata Louis yang tulus dan tatapan hangat yang diberikan Louis memberikan ketenangan di hati Hana.


"Aku mencintaimu Louis, baik itu di kehidupan lalu atau kehidupan saat ini, hatiku hanya berdetak untukmu." Ucap Hana lembut seraya membelai pipi Louis.

__ADS_1


Louis memegang tangan Hana yang sedang mengelus pipinya dan mencium tangan Hana.


"I love you Hana." Ucap Louis.


Nafas Louis menjadi berat ketika pandangannya tertuju pada dada Hana.


Kesadaran tiba-tiba menghampiri Louis. Louis melihat perut Hana yang mulai terlihat sedikit menonjol. Hana Tengah hamil 4 bulan Louis dengan polosnya melihat ke arah Hana.


"Beritahu aku satu hal. Jika aku memasuki dirimu, apakah anakku akan melihat pedangku." Ucap Louis.


Memikirkan hal itu mata Louis tampak menjadi bingung.


Louis berpikir bahwa itu adalah hal yang serius dan kenapa Hana malah menertawai dirinya. Melihat tatapan yang tidak senang dari Louis, Hana pun menghentikan tawanya.


"Bayimu masih sangat kecil. Jadi bayi mu tidak akan melihat apa-apa." Ucap Hana yang menahan tawanya.


Dia tidak percaya CEO yang dingin akan melakukan hal yang tidak masuk akal seperti ini.

__ADS_1


Louis menyipitkan matanya pada Hana.


"Hana manis ku, kau harus dihukum." Ucap Louis dengan suara yang serak.


Hana menelan ludah menatap mata pemangsanya itu.


"Hukuman untuk apa?" Tanya Hana dengan menyipitkan matanya.


Bibir Louis berkedut.


"Karena menertawakan laki-laki mu." Ucap Louis.


Keduanya lalu melanjutkan percintaan mereka hingga mencapai ******* secara bersamaan. Nafas keduanya terengah-engah.


Beberapa saat kemudian Hana tertidur. Louis melihat Hana yang tertidur pulas. Hatinya pun merasa tenang. Dia mendekat ke arah Hana yang tidur dengan nyenyak. Hal itu membawa kepuasan yang lebih besar dalam diri Louis melihat Hana yang bahagia berada di sampingnya. Tapi segera ekspresi Louis berubah. Dia mengeluarkan ponselnya dan menelepon saudaranya.


"Lucas, aku ingin kau melakukan sesuatu untukku. Aku ingin setiap detail tentang Ryan Domani." Ucap Louis.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2