Kesempatan Hidup Kedua Hana

Kesempatan Hidup Kedua Hana
Waktu Pernikahan


__ADS_3

Di dalam rumah keluarga Cullen. Kedua keluarga itu berkumpul untuk menentukan tanggal pernikahan Louis dan Hana. Sebelum perut Hana mulai terlihat membesar, kedua keluarga mereka ingin mereka agar segera menikah. Pak Arman tidak ingin media dan orang memfitnah karakter putrinya.


Terlepas dari seberapa banyak kemajuan masyarakat, tetapi masih ada orang yang suka bergosip. Mereka masih menemukan kesenangan dalam penderitaan orang lain. Tapi Hana tidak peduli apa yang dipikirkan orang lain terhadap dirinya. Baginya mengandung anak dari seorang pria yang dia cintai membuatnya bahagia. Apalagi yang bisa dia minta dalam hidupnya setelah mendapatkan semua itu.


Kehangatan menyebar dalam diri Hana melihat wajah orang-orang yang dia sayangi tampak tersenyum.


Dalam hidupnya ini, tidak ada air mata, tidak ada kekecewaan, tidak ada penderitaan. Semuanya ada di tempat yang tepat sebagaimana seharusnya. Tapi tidak tahu mengapa perasaan yang aneh muncul dalam diri Hana, dia merasa bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Jantung Hana berdetak kencang. Dia sangat berharap bahwa semuanya akan tetap baik-baik saja.


...----------------...


Di sisi lain, kedua sahabat itu Papa Hana dan Papa Louis duduk di tengah-tengah keluarga. Salah satu dari mereka tampak gembira dan salah satunya tampak bersedih.


Papa Louis Jack Cullen menyeringai melihat tatapan sedih dari sahabatnya itu, Arman Kurniawan, Papa Hana.


"Oh ayolah. Berhentilah dengan pandangan lama mu itu. Bisakah kau melepaskan putrimu? Dia tidak lagi akan menjadi putrimu saja. Dia juga akan menjadi putriku." Ucap Papa Louis.


Pak Arman memelototi sahabatnya itu.


"Ini salah putramu yang membuat putriku hamil karena pria badjingan itu aku harus menikahkan putriku lebih awal. Putriku baru berusia 22 tahun." Ucap Papa Hana.


Papa Louis memutar matanya.


"Bahkan jika dia berusia 30 tahun, dia akan selalu menjadi gadis kecil bagimu. Dan sebenarnya aku sendiri berpikir pasti ada yang salah dengan Putraku sehingga butuh waktu lama bagi Putraku untuk memberiku beberapa cucu." Ucap Papa Louis.

__ADS_1


Papa Hana merenggut sementara Papa Louis tampak tersenyum puas. Dia lalu melihat ke arah Louis dan bertanya padanya.


"Jadi apa yang telah kalian berdua putuskan?"


"Bulan depan, kalian bisa menentukan tanggalnya." Ucap Louis.


Papa Louis mengangguk dan melihat ke arah sahabatnya, Papa Hana.


"Bagaimana menurutmu?" Tanya Papa Louis.


Papa Hana tampak berpikir sejenak dan berkata, "kalau begitu kita tentukan tanggalnya di akhir bulan depan saja. Dengan begitu kita bisa mendapatkan waktu untuk mengosongkan jadwal pekerjaan kita dan kita juga bisa memiliki persiapan yang matang." Ucap Papa Hana.


Semua orang pun setuju dengan ucapan Papa Hana.


"Aku masih tidak mengerti kenapa begitu terburu-buru?" Ucap Hana.


Louis menyempitkan matanya.


"Kita sudah melakukan diskusi ini dan jika semuanya terserah padaku, maka aku akan menikah denganmu besok." Ucap Louis.


"Kau memang tidak sabaran." Ucap Hana perlahan.


"Apa kau mengatakan sesuatu?" Tanya Louis.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa." Balas Hana.


...----------------...


Sementara itu di tempat lain Ryan tengah menonton televisi di mana tengah disiarkan sebuah berita tentang pernikahan Louis dan Hana. Di sampingnya duduk Mira yang terlihat iri dengan berita itu.


'Mengapa wanita ****** itu begitu beruntung seolah takdir ada di pihaknya?' pikir Mira.


Ryan menelepon sebuah nomor. Tak lama kemudian seseorang mengangkat panggilan darinya.


"Mulai persiapkan rencana kita. Aku tidak akan menunggu lagi." Kata Ryan dan mengakhiri panggilan itu.


"Hana kau akan menjadi milikku dan Louis, aku akan mengambil semua milikku yang sejak awal memang adalah milikku." Ucap Ryan dengan tatapan mata penuh kebencian.


Mira melihat ke arah Ryan.


"Apa yang kau rencanakan?" Tanya Mira.


"Kau akan tahu nanti." Balas Ryan.


Mira memandang Ryan dengan penuh kebencian dan kemudian berpikir.


'Sepertinya aku harus mengambil tindakanku sendiri.'

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2