Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
part 01. penampakan.


__ADS_3

Setiap pagi aku dan adikku Lisa akan terbangun karna mendengar suara langkah kaki mama yang mondar mandir didapur yang sedang beraktifitas,sebab dapur dan kamar hanya berdampingan yang dibatasi oleh dinding kamar yang terbuat dari papan kayu.


Rumah yang kami tempati adalah rumah panggung yang terbuat dari kayu dengan berukuran 7,5×6 meter.


dan ketinggian dua meter dari atas tanah.


Aku melirik jam didinding masih menunjukan pukul 05 : 30 ,aku dan Lisa bangkit dari tempat tidur dengan sedikit rasa malas serta melangkah menujuh kearah ruang utama sambil menyanggul rambut yang sudah berantakan bak seperti rambut orang yang kesetrum listrik. Aku menjatuhkan bobotku dipintu utama sambil melihat pemandangan hamparan sawah yang tak jauh dari depan rumah,sedangkan Lisa sudah mulai turun kebawa dan duduk dibale-bale yang ada dihalaman rumah.


Kami tinggal disebuah desa yang bernama bi****ngga,tetapi kami jauh dari permukiman warga,sebab rumah yang kami tempati berada di sebuah kebun milik ayahku, sebenarnya ini adalah warisan dari kakek yang diberikan kepada ayahku sebelum kakek meninggal. Rumah ini sudah ada sebelum papa menikah dengan mama.


*****


" Udah bangun " tanya mama menghampiriku.


"Hmmm... Jawabku dengan anggukan karna masih merasa malas.


" Ya sudah !!! Ayo pergi mandi,supaya rasa ngantuk itu cepat hilang,nanti setelah itu makan duluh baru berangkat kesekolah" pinta mama tanpa basa basi.


"Ya elah ma!!! Dikit lagi baru mandi kenapa!!! ini juga baru jam lima lewat!!" jawabku sembari menyandarkan kepalaku didinding.


" Ya Allah !!! ini anak dibilangin cuman ngebantah,eh ingat !!! Jam itu terus berjalan nga nungguin kamu" ujar mama sambil berkaca pinggang.


"Iya, iya," jawabku sambil memanyungkan bibir karna masih merasa malas.

__ADS_1


Mamapun turun sambil membawa ember yang berisi sabun dan juga jerigen kosong.


"Masih pagi buta begini mama sudah menyuruhku pergi mandi, mana air pancuran sangat dingin lagi!!" Gumamku sambil mengambil handuk yang digantung didinding dan segerah turun menyisir anak tangga dan menujuh kearah sumur yang hanya berjarak tiga puluh meter dari rumah.


Sesampainya disumur aku dan Lisa masih terdiam sambil memandangi air karna rasa malas yang masih menguasai.


"Ayo mandi !!! nga usah dipandang tuh airnya,memangnya airnya menjadi hangat setelah dipandang " celoteh mama sambil mengisi air kedalam jerigen.


Aku dan Lisa pun menuruti apa kata mama,dari pada nanti dapat ceramah gratis,mendingan langsungan nurut ajah walaupun sebenarnya masih ada rasa malas untuk segerah mandi.


"Ya sudah,mama duluan ya," ujar mama meninggalkan kami sambil membawa jerigen yang sudah terisi dengan air.


Walaupun sedang hamil mama masih saja naik turun tangga sembari membawa beban berat, katanya sih agar dede bayinya cepat turun kepintu.


Setelah menyikat gigi aku membasuh muka terlebih duluh sebelum menerjunkan badan ini kepancuran air yang sangat dingin.


"Ada apa sih" jawabku sambil menggosok muka dengan sabun sembari mendongkak wajahku kearahnya.


"Itu tuh!!! kaya ada orang dibalik pohon pisang ." Seru Lisa sambil melihat kearah pohon pisang yang berjarak sekitar empat puluh meter dari tempat kami berada.


"Ah !!masah sih pagi-pagi begini ada orang"timpalku dan segerah membasuh muka dengan air walaupun sepenuhnya belum terlalu bersih.


"Iya benar ka,itu kayanya perempuan deh yang ngintip dibalik pohon pisang,"

__ADS_1


Akupun segerah berdiri melihat kearah pohon pisang walaupun mata masih terasa perih akibat air sabun yang tidak terlalu bersih aku basuh.


"Mana!!! Kayanya nga ada tuh siapa-siapa disana,Mungkin kamu masih mengantuk kali" ujarku sesekali mengucek kedua mataku sembari terus melihat kearah pohon pisang.


" tapi benar ka !!!Lia nga bo'ong,disitu tadi ada perempuan yang sedang ngintip,rambutnya juga panjang sampai kebawa" timpalnya tak terimah ,entah mengapa aku sedikit merasa takut mendengar penuturannya. Mungkin benar apa yang diucapkannya.


"Yaudah ngga usah dibahas,masi pagi- pagi mata kamu udah kesetanan,ayo segerah mandi" pintaku,padahal aku juga sudah mulai ketakutan, tetapi aku segerah menepis rasa takutku walaupun bulu kudukku sudah mulai berdiri.


" Yaudah!! Kita mandi bareng-bareng ajah,lagian sabun mandinya juga ada dua"


Kamipun segerah mandi dan menepis rasa takut yang mulai menghantui.


*****


" Loh,Kok, cepat amat sih mandinya"tanya mama sembari menyapu lantai.


"Ma,tadi ada perempuan yang berambut panjang ngintip dibalik pohon pisang itu"ujar Lisa menunjuk kearah pisang.


" Ah,kalau itu udah biasa,mama juga perna liat sosok perempuan dibalik pohon pisang itu" timpal mama tidak merasa takut.


" masah sih ma!! kok nga perna bilang-bilang sih sama kita" ujarku mengintrogasi.


"Nanti kalian jadi takut Makanya mama nga perna kasih tau kekalian. Intinya hanya satu,yang penting kita itu jangan perna usik keadaan mereka,karna bagaimana pun kita ini juga hidup berdampingan dengan mereka" ujar mama sembari memberikan nasehat.

__ADS_1


Kamipun mengangguk tanda mengerti,dan berlalu masuk kedalam kamar untuk bersiap-siap merapikan diri untuk berangkat kesekolah.


Bersambung....


__ADS_2