Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
part 03. penampakan sesosok kuyang.


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 20: 30 malam. Kami masih asik duduk diruang tamu sembari mengobrol dan juga bersenda gurau bersama papa,mama,dan juga lisa.


Tak lupa selalu ditemani sdengan secangkir teh beserta juga ubi jalar goreng yang dibaluri dengan tepung plus tak lupa dengan sambalnya.


Malam ini bulan begitu terang,sehingga cahayanya dapat menembus kedalam rumah melalui cela pada dinding.


Sunyinya malam disambut oleh suara jangkrik beserta suara kodok yang begitu nyaring didengar oleh telinga.


"Pa,kapan nenek pulang " tanyaku setelah menyeruput teh yang sudah mulai hangat.


"Mungkin lusa nenek sudah pulang" jawab papa sambil menggunya ubi jalar.


"Oh..." Jawabku singkat.


Saat sedang mengobrol tak sengaja mataku tertuju kearah luar pintu yang hanya terbuka sebagian saja. seketika mataku melihat sosok bayangan hitam yang melintas terbang keatas.


"Astagfirullah, Pa,ada bayangan hitam !!!" ucapku dengan sedikit teriak menunjuk kearah luar pintu karna merasa panik dan juga takut.


"Dimana?" tanya papa yang sontak lansung berdiri dan membuka daun pintu dengan sedikit lebar untuk memeriksa kearah luar.


"Itu tuh, tadi ada disitu" jawabku yang menunjuk kearah luar pintu dengan tangan yang bergetar.


"Masah sih ka" timpal Lisa yang juga ikut melihat kearah luar melalui jendela sambil celingak-celinguk melihat di sekeliling luar.

__ADS_1


"Iya de,kaka nga bo'ong tadi ada disitu" timpalku.


"Bung.... Seketika suara atap seng berbunyi seperti sedang dilempar dengan batu, sontak kami semua terkejut mendengar bunyi suara itu.


"Poh!!!poh!!!poh!!! Poh!!!


"Astagfirullah,naria topeyule ribavonu seng" ucap mama.


( Astagfirullah, ada kuyang diatas atap seng) ucap mama.


kalau didaeraku kuyang itu disebut dengan topeyule dan ia bersuara seperti itu.


"Ngapain cuman berbunyi disitu,kalau mau sini turun,disini ada garam sama rica" seru papa yang sedikit berteriak kearah sumber suara. Sebelum memutuskan untuk turun kebawa memeriksa keadaan disekitar.


Bukan hal lumbra lagi kalau untuk mendengar suara kuyang sebab ,Kami sudah sering mendengarnya , akan tetapi untuk masalah meneror baru kali ini terjadi selama kami tinggal dirumah panggung.


Setelah situasinya aman,papa kembali naik keatas dan menutup pintu dengan rapat menggunakan palang kayu serta tak lupa mengemboknya,secara pintunya masih terbuat dari papan tripleks makanya tak menggunakan handsel pintu.


"Lina,Lisa,kalian berdua temanin mama tidur dikamar ya,nanti papa tidur diluar sini sambil ngeronda, Nanti setelah nenek udah datang,barulah kalian tidur dikamar kalian bersama nenek" ucap papa memberi saran dan kembali menghabiskan sisa tehnya sampai tandas.


"Baik pa" jawab kami serempak.


"Ya sudah, mama duluan tidur ya,soalnya mama udah mulai mengantuk " seru mama yang sesekali menguap sambil beranjak dari kursinya dan berlalu masuk kedalam kamar.

__ADS_1


"Kalian belum tidur? Tanya papa menatap kami berdua dengan bergantian.


"Belum pa" jawab Lisa masih asik mengunyah ubi jalar,sementara aku sudah tak berselerah untuk mengemil sedikitpun. jujur seumur-umur baru kali ini aku melihat penampakan yang melintas didepan mata, aku merasa sepertinya itu sesosok perempuan.


Sekian lama duduk untuk menenangkan diri, kini aku merasa seperti ada seseorang yang sedang mengawasi kami dari cela dinding.


Aku tidak berani mengutarakan ini kepada papa dan juga Lisa. Aku takut jika ini hanya perasaaku saja dan bukan nyata.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 22 : 10 malam. Aku dan Lisa memutuskan untuk tidur sebab rasa ngantuk sudah mulai menguasai diri.


Kini yang tertinggal hanya papa seorang diri duduk diruang tamu yang sedang asik dengan rokoknya.


Entah jam berapa aku terbangun saat merasakan ingin buang air kecil,kubuka mata dengan pelan untuk menyadarkan diri, sontak aku terperanjat melihat sosok yang berambut panjang yang sedang bergelantung terbalik sambil menjulurkan lidahnya kebawa yang hampir saja menyentuh perut mama,belum lagi kedua tangannya memiliki kuku yang begitu panjang sambil memainkan peru perut mama,ia melotot kearahku dengan kedua matanya yang merah menyala.


Aku berusaha berteriak sekencang mungkin, tetapi mulutku sepertinya ada yang mengunci,belum lagi badanku tak bisa bergerak walaupun hanya sedikit saja.


Aku berusaha berdzikir dalam hati dan lberdoa. agar berharap aku kembali bersuara seperti semula.


Aaaaa....setaaaaann....." Teriakku sekencang mungkin setelah badanku kembali semula,dan sosok itupun seketika menghilang dari pandanganku.


Sontak saja mama dan lisa langsung terbangun karna mendengar suara teriakanku,disusul papa yang ikut terbangun dan berjalan tergopo- gopo menghampiri kami.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2