
Seketika ucapan itu mengingatkanku pada Kedua gadis saat sebelum aku kembali sadar.
Aku ingin menghampiri sumber arah suara itu, tetapi aku sontak kaget melihat sesosok berambut panjang berdiri dari balik pohon aren itu sembari melambaikan tangan.
"Aaa.... Mamaaaaa.....Ada setaaaan..."teriakku sambil berlari meninggalkan Lisa,tak kuperdulikan lagi ia yang terus memanggilku.
"Linaaa... Suara itu masih terniang ditelingaku bak seperti mengikuti dari arah belakang. Entahlah itu suara Lisa atau bukan aku tak perduli,belum lagi situasi diperkebunan sedikit gelap di karnakan banyaknya pohon rimbun yang menutupi sinar matahari masuk.
" Ada apa, Lina ?" tanya mama dan papa yang tergesah- gesah menuruni anak tangga karna mendengar teriakanku. sedangkan lisa sudah menyusul dengan sedikit berlari.
"Kaka kenapa sih lari terbirit-birit ,seperti orang habis liat setan " cerca lisa dan segerah mendaratkan bokongnya dibale-bale sambil mengatur nafas.
"A-anu pa,Anu!! tadi Lina sempat melihat ada penampakan dibalik pohon aren itu" seruku menunjuk kearah pohon aren,dengan sedikit tergagap.
"Penampakan? Berarti kaka lari terbirit -birit habis liat penampakan,ih.. Tega benar ninggalin aku ? Ucap lisa.
"Iya de,ada penampakan sosok perempuan."jawabku, sembari mengatur nafasku yang tak beraturan.
"Masa sih ada penampakan siang-siang begini"timpal mama sambil memperbaiki posisi duduknya dan sesekali mengelus-elus perutnya.
"Sumpah!! Lina ngga bo'ong,sebelumnya Lina mendengar ada suara yang memanggil nama lina dibalik pohon itu, seketika itu pula ada sosok penampakan muncul begitu saja dari balik pohon itu,makanya Lina langsung berlari meninggalkan Lisa" ucap menjelaskan sambil sesekali menarik nafas yang merasa berat.
__ADS_1
"Ya sudah tenangkan duluh dirimu,terus, kenapa kalian cepat pulang? "Tanya papa sambil memakai baju kaos lengan panjang ketubuhnya.
Kamipun menceritakan perihal kejadian aneh yang terjadi kemarin siang.
"Apa!!! Masah sih" timpal mama dan papa yang juga merasa tak percaya.
"Iya benar Pa" awalnya aku dan Lisa ngga percaya tetapi,setelah aku introgasi kembali ia tetap mengucapkan hal yang sama.
"Berarti ada mahluk lain yang menyamar menjadi mereka berdua untuk menjahili kita"jawab papa.
"masah sih pa,iihh... bikin takut ajah " timpal Lisa sembari memegang tengkuknya.
"Oh iya pa,tadi saat Lina pingsan lina sepertinya berada disuatu tempat, tapi tempat itu sepertinya ada dilingkungan sekitar sini, cuman agak sedikit berubah sih pa" ucapku menceritakan perihal yang aku lihat saat sebelum aku kembali sadar.
Aku menceritakan semuanya apa yang aku lihat termaksud perihal kedua gadis itu.
"Astagfirullah, berarti benar apa dugaan papa,Kedua gadis yang kamu lihat itu sebenarnya adalah sosok kunti,yang tadi menampakan diri dipohon aren itu" jawab papa yang membuatku semakin takut.
" Masah sih pa!!! emangnya papa tau dari mana mereka penghuni pohon itu ? "tanya Lisa yang mulai penasaran begitu juga denganku.
"Duluh saat kamu berumur 8 tahun,mama perna bermimpi dua malam berturut - turut. Ada dua orang anak gadis yang juga seumuran dengan kalian datang kesini,mereka itu datang bermain bersama kalian bahkan kalian menyambutnya dengan baik,saat mama bertanya tempat tinggal mereka,mereka menjawab bahwa pohon aren itu adalah rumah mereka yang katanya rumah itu sangat megah persis seperti yang kamu lihat saat pingsan" ujar mama menceritakan perihal mimpinya.
__ADS_1
"Iihh... Masa sih ma,aku bermain sama mereka,percaya amat ama bunga -bunga mimpi." timpalku sedikit tak percaya.
"Mau percaya atau engga itu terserah kamu, tapi itu yang mama mimpikan,justru di dalam mimpi mama,kamu itu sangat antusias menyambut mereka datang kesini,makanya mereka suka sama kamu" ujar mama. Entahlah rasanya aku sedikit percaya dengan mimpi mama.
"iiiss...mimpi mama bikin takut ajah, bukan berarti aku akan dibawa oleh mereka kealamnya,aku ngga bisa kebayang kalau aku diambil oleh mereka,iih!!!ogah de!!." ucapku
"Terus,mimpi yang malam kedua cerita gimana Ma? Tanya Lisa sedikit antusias.
"Iya ma,aku juga penasaran" timpalku.
"Di Malam kedua mama bermimpi,Lina itu diajak oleh mereka untuk berkeliling melihat tempat tinggal mereka sekalian juga mengajak Lina bermain disana, saat kamu pulangpun kedua gadis itu yang mengantar kamu sampai disini, mereka juga berpesan agar Lina selalu datang kesana dan bermain bersama mereka." jawabl mama menceritakan perihal mimpinya.
"Astagfirullah,iiihhh.. serem,pantasan aja ma,aku sepertinya mengenal tempat itu ternyata aku perna diajak oleh mereka kesana" timpalku.
"Untuk kejadian seperti ini bukan pertama kali ini saja terjadi,sebelumnya
Juga sudah perna terjadi " timpal papa mulai membuka suara.
"Masah sih pa!!emangnya, udah perna ada kejadian penampakan sebelumnya,atau ada yang menyamar seperti kejadian kemarin ? Tanyaku semakin penasaran.
"Iya!! Kejadian ini sudah perna dialami oleh Pa samsul bapak dari Rani dan Nia,Ia juga sudah perna mengalami hal yang serupa" jawab papa.
__ADS_1
Deng!!! Pantasan Rani menitipkan pesan agar jangan menghiraukan jika ada suara yang memanggil.
Bersambung ....