
31.
"Aku merasa tidak memiliki keponakan,yang aku tau kalian hanyalah musuhku." Jawabnya tanpa merasa bersalah.
"Keluar dari tubuh istriku sekarang juga" teriak Imran dengan penuh amarah.
"Kau tidak perlu emosi seperti itu,aku akan keluar dari tubuh istrimu serta ikut membawanya pergi hahahaha...." ucapnya sambil tertawa.
Santi pun kembali sadar, yang mana seketika ia langsung memuntahkan darah hitam.
"Uweek... Uweekk...
"Ya Tuhan!!! Santi anakku!!! Huhuhu..." teriak Bu Tati histeris.
Mereka semua terlihat panik,terlebih sang Suami yang langsung meniup ubun-ubun sang istri.
Akan tetapi tidak ada reaksi sedikitpun, justru Santi tiada henti memuntahkan darah hitam.
"Ya ALLAH,tolong menantuku serta cucuku" ucap Bu Rati yang juga terlihat panik sambil meneteskan air mata.
"Pa, aku ngga kuat lagi, Pa!!" ucap santi dengan suara yang lemah,serta kedua matanya terlihat sangat sayup.
"Kamu jangan berkata seperti itu,kamu pasti kuat,ingat anak-anak kita Ma" jawab Imram dengan mata yang berkaca-kaca dengan hati yang tidak karuan.
Kini terdengar suara derup mobil masuk ke halaman rumah. Bergegas Bu Rati keluar dari dalam kamar melihat siapa yang datang, ia berharap itu sang dokter. Dan ternyata benar, terlihat Dokter Ardi bergegas turun dari mobilnya dengan baju yang sudah basah.
"Dokter!!! tolong menantu saya" ucap Rati yang menyambut dokter dengan suara tangis.
"Ada apa dengan Bu Santi Nek !!" Tanya dokter Ardi sambil menaiki anak tangga dengan bergegas.
"Dia baru saja memuntahkan darah hitam,tolong selamatkan dia" jawab Rati mempersilahkan ia masuk.
"Astagfirulla Hal'azim" ucap sang dokter bergegas ikut masuk kedalam kamar. Ia melihat ke adaan Bu Santi sudah tak sadarkan diri di pangkuan sang suami.
"Tolong istri saya dokter,tolong selamatkan dia" ucap Imran dengan suara tangis yang mulai pecah.
"Iya dokter, tolong selamatkan anak saya dan cucu saya" ucap Bu Tati yang juga ikut memohon.
__ADS_1
"Sebaiknya kita bawa saja kerumah sakit,selebihnya biar saya dan seorang Ustad yang akan menangani ini " jawab dokter Ardi.
*****
Di sisi lain, Wati terlihat sangat puas melihat penderitaan Imran.
"Jadi bagaimana rencana selanjutnya kaka ? Apa kita habisi saja mereka sekarang juga ?" tanya seorang wanita yang memainkan selendang merahnya.
"Nanti saja, yang penting sukma Santi sudah berada bersama kita" jawab wati dengan senyum licik.
"Aku ingin melakukannya segerah kaka,aku sangat haus akan darah,jiwa kuyangku terus meronta-ronta meminta setetes darah" jawab wanita itu yang begitu tak sabar.
"Apa kamu tidak bisa bersabar ha!!, Besok malam kau bisa melakukannya sepuas mungkin, sebab, besok malam adalah malam jumat kliwon, yang mana ilmumu akan semakin tinggi, apa kamu tidak mengiginkan hal itu ?"ucap Wati menatap tajam sang adik.
"Baik ka,tetapi apa yang akan selanjutnya kita lakukan, sementara dokter sialan itu masih saja ikut campur dengan urusan kita," jawab wanita itu.
"Aku akan memikirkan cara lain menghentikan dokter itu. tetapi,untuk sementara ini,Lina yang akan kita hadapi terlebih duluh. sebab anak itu tidak bisa kita sepelekan sedikit saja" jawab wati dengan perasaan was-was.
"Apa yang di ucapkan kaka memang benar,anak itu sepertinya memiliki kekuatan sendiri,hanya ranganya saja yang terlihat lemah tapi jiwanya tidak" jawab wanita itu.
"Aku perna mendapati ayah sedang meniup ubu-ubun Lina,saat ku tanya,ayah tidak mengatakan apa-apa kepadaku" jawabnya sambil mengingat kejadian waktu itu.
"Aahh... sial!!, pasti ayah menurunkan sesuatu pada diri Lina" ucap Wati dengan kesal.
"Tapi untuk sekarang,kau harus menjaga sukma Lina terlebih duluh,untuk sementara ini aku yang akan mengawasi dokter itu" ucap Wati kembali.
"Baik ka, aku akan mengawasinya" jawabnya.
******
Setibanya di rumah sakit, Santi pun langsung Di bawa di ruangan UGD dimana Lina di rawat,mereka di satukan di dalam ruangan yang sama.
"Ya Tuhan, selamatkan Anak dan cucuku" ucap Bu Tati yang mondar mandir di depan pintu UGD , sama halnya dengan Imran yang juga terlihat semakin gelisa memikirkan anak dan istrinya.
Sekian menit menunggu,akhirnya dokter Ardi serta dua orang suster keluar dari dalam ruangan.
"Bagaimana ke adaan mereka dokter? Tanya Imran yang langsung menghampiri.
__ADS_1
"Seperti yang saya katakan tadi, sebaiknya kita langsung tangani masalah ini dengan seorang ustad" jawab dokter ardi.
"Tapi anak dan cucu saya bisa di selamatkan kan dokter ?" timpal bu Tati.
"Kita serahkan semua kepada ALLAH, semoga mereka dalam ke adaan baik-baik saja. Saya sudah menghubungi ustad, sekaligus dia juga guru saya, Ia sekarang berada di perjalanan menujuh kesini" ucap dokter Ardi sedikit menenangkan hati mereka.
Saat sedang mengobrol,Kini terdengar suara tawa dari arah dalam.
Bergegas mereka kembali masuk,dan mendapati santi yang sedang terbaring menatap langit-langit kamar sambil terus tertawa.
"Hahaha... Kalian tidak akan bisa melawanku,termaksud ustad yang akan kau suruh datang kesini." ucapnya yang langsung menatap tajam ke arah mereka bertiga.
"Dasar wanita jahanan,masih beraninya kau menyakiti keluargaku,keluar dari tubuh istriku sekarang juga" teriak imran.
"Aku akan keluar dari tubuh ini,tapi ingat satu hal,istri dan anakmu tidak akan perna kembali lagi bersamamu,hahaha...." UcapNya sambil tertawa, setelah itu kembali keluar dari tubuh Santi. Imran mengepal kedua tangannya dengan penuh amarah.
****
Di alam Lain, kini Lina kembali sadar dari tidurnya dengan ke adaan tengkurap di lantai yang kotor. Ia Bangun dan berdiri serta mengucap kedua matanya.
Ia langsung terkejut melihat apa yang ada di hadapannya sudah banyak mahluk dengan bentuk wajah yang menyeramkan,mereka berdiri berjejer seperti sedang menghalau jalannya.
"Ya Tuhan,apa yang ingin mereka lakukan terhadapku,lalu mengapa aku berada di tempat ini" bisik batinnya. Kedua kakinya berjalan mundur hingga menambrak sebuah tembok menjulang tinggi yang tak terlihat batas ujungnya.
"Tidak akan ada jalan keluar dari tempat ini anak manis" ucap seorang wanita yang seketika hadir tak jauh dari hadapannya,dimana wanita itu menggunakan selendang merah untuk menutupi wajahnya.
Lina mengingat kembali kejadian waktu itu, dimana ada seorang wanita menghilang di semak belukar, yang mana ia juga menutupi wajahnya menggunakan selendang yang sama seperti di gunakan wanita yang ada di hadapannya.
"Siapa sebenarnya wanita ini? Mengapa ia mengurungku disini"Bisik batinnya.
"Kamu ingin tau siapa aku ?" Ucap wanita itu yang tau isi hati Lina.
Lina hanya mengangguk dengan pelan. Perlahan wanita itu membuka selendang yang menutupi wajahnya sendiri,Lina terkejut pada wanita yang ada di hadapannya.
"Ta-tante Lastri!! Sontak Lina langsung menutup mulutnya yang menganga karna terkejut.
_____
__ADS_1