
"Lisa,kamu kenapa sih,bandel amat dibila...? Ucapanku terpotong saat berbalik kearah belakang dan mendapati Lisa dan nenek sudah tertidur pulas disampingku sembari mendengkur.
"Ya Tuhan. Terus yang cubit betisku tadi siapa ? Apa Lisa?, hmmm....atau jangan- jangan nih anak pura-pura tidur kali ya,agar aku ngga ngomelin dia" batin Lina kesal, Lina kembali berpura-pura tidur untuk menunggu sang adik menjailinya. Sudah sekian menit menunggu akan tetapi tidak ada pergerakan dari Lisa untuk menjailinya.
"Kayanya nih anak benar-benar tidur,terus yang cubit betisku tadi siapa ? "Perasaan Lina mulai tidak karuan,rasa takut sudah mulai menghantui.
"Klatak tak...tak..tak... Buuk..
Kini terdengar ada benda yang di lempar di atas genteng hingga bergerindil jatuh ke tanah.
"Ya Tuhan.... siapa gerangan malam-malam begini melempar di atas genteng" gumam Lina dengan rasa takut.
Dan seketika lampu pelita apinya mulai bergoyang sana sini, seperti ada seseorang yang meniupnya bahkan hampir saja padam.
segerah Lina kembali pada posisis tidurnya,memiringkan badan membelakangi Lisa serta tak lupa menutupi seluruh tubunya dengan menggunakan selimut.
"Tok...tok....tok...
Dinding kamar yang berhadapan dengan Lina kini terdengar di ketuk seseorang. Lina tidak bergeming pada posisinya, bahkan ia tetap diam sambil membungkam mulutnya dengan kedua tangannya
Lina tidak berniat untuk keluar dari dalam selimut atau sekedar mengintipnya saja tidak,kini nyalinya sudah menciut di sertai bulu kuduk mulai meremang.
Sungguh teror ini membuat Lina ingin pindah dari tempat ini. Akan tetapi keluarga mereka tidak punya pilihan lain selain tinggal di kebun ini.
"Linaaaa.... Linaaa...
Suara itu terdengar dengan sayup memanggil namanya.
Lina berusaha berdzikir sambil memejamkan mata dan tak lupa ia menutup kedua telinganya menggunakan kedua tangan yang mulai bergetar seperti orang yang ke dinginan.
Kini Lina mulai merasakan wajahnya seperti sedang di tiup-tiup seseorang, padahal Ia berada di dalam selimut yang cukup tebal,hanya hitungan menit saja, Lina mulai merasakan kantuk yang amat sangat berat.
Suara sayup yang memanggil namanya kini sudah terdengar jelas oleh telinga,sehingga pada akhirnya kedua anak gadis itu ber ada di hadapannya.
"Linaaa...
"Ayo Lina !! kita main kejar-kejaran yuk" pinta kedua gadis itu yang ada di hadapannya.
Lina mengiyakan ajakan mereka dan mulai mengejar salah satu di antara mereka yang mulai berpencar mengelilingi taman bunga.
mereka bermain begitu gembira ria diselingi dengan tawa,semua beban pikiran Lina rasanya menghilang dalam sekejab saja.
__ADS_1
"Ayo kejar kami Lina, tangkap kalau bisa"pinta kedua gadis itu yang terus berlari ,Lina tidak menyerah begitu saja hingga pada akhirnya salah satu dari mereka bisa ia tangkap.
"Nah,udah ketangkap kan,sekarang aku yang menang". Ucap Lina pada gadis itu sambil mengatur nafasnya.
"Iya kamu yang menang" jawab gadis itu dengan senyum yang begitu lebar sehingga kedua gigi taringnya nampak terlihat ,akan tetapi Lina tidak merasa takut sedikit pun, Ia merasa sepertinya sudah terbiasa dengan hal ini.
"Ya sudah aku mau istrahat duluh, soalnya aku udah merasa cape dan haus" ucap Lina pada gadis itu, gadis itupun pun menggangguk dan mempersilahkan Lina duduk di kursi taman yang ada di halaman rumah mereka.
Banyak orang yang berlalu lalang di sebrang taman, tepatnya di pinggir jalan,mereka terlihat agak aneh bagi Lina sebab, siapa saja yang berlalu lalang, pasti akan menatap tajam ke arah Lina, tidak ada senyum yang terukir di bibir mereka walapun hanya sedikit saja,Hanya kedua gadis ini lah yang selalu tersenyum kepadanya.
"De, ambil kan minum" pinta gadis yang berada disamping Lina kepada adiknya yang sedang memetik bunga.
"Baik ka"jawabnya dan berlalu masuk kedalam rumah megahnya.
"Oh iya, kita udah lama loh berteman,tapi aku tidak perna tau siapa nama kamu,kalau boleh tau siapa nama kamu ?" Tanya Lina pada gadis yang duduk disampingnya.
"Namaku melati,dan yang baru masuk kedalam rumah itu,bernama Seruni adik ku" jawabnya sambil melihat punggung sang adik masuk.
"Ouh, nama yang bagus" ucap Lina menyanjung sambil terus melihat pemandangan bunga yang ada di hadapannya.
"Lina ayo minum, ini untukmu" pinta Seruni yang tiba-tiba berada di samping Melati sambil menyodorkan segelas air minum.
"Oh iya,terimah kasih" Ucap Luna sambil meraih gelas dari tangan Seruni.
"Aaaa....." sontak Lina berteriak histeris dan menjatuhkan gelas bening itu dari tangannya hingga pecah.
"Astagfirullah"Lina langsung terperanjat dari tidurnya karna mimpi buruk.
" Ya ALLAH ternyata hanya mimpi" ucapny dengan sedikit ngos-ngosan seperti orang habis di kejar hantu.
dengan segerah ia meraih segelas air minum tepat di atas meja kecil hingga meneguknya sampai tandas.
"Ya tuhan, kenapa aku memimpikan kedua gadis itu, mengapa mereka suka sekali mengikutiku,untung saja aku tidak sempat meminum air itu,jika tidak!!,Entah apa yang akan sudah terjadi padaku"Ucap batinnya, merasa sedikit legah.
Ia melirik jam di dinding,sekarang menunjukan pukul 01:10 malam.
Lina beranjak dari duduknya sambil melangkah menujuh ke arah dapur untuk mengambil air wudhu disana.
Sehabis mengambil air wudhu Ia kembali berjalan menujuh arah kamar, saat berada di ambang pintu kamar sepintas ada bayangan seseorang melintas naik keatas.
"Astagfirulla,lagi-lagi Ia terkejut sambik beristigfar dengan badan yang sedikit gemetar.
__ADS_1
"Sreeeet... Kini terdengar ada hamburan pasir di atas genteng.
"Ya,ALLAH, teror apa lagi ini, siapa yang menghamburkan pasir di atas genteng." Lina teringat dengan ucapan Rani waktu itu, jika mendengar ada pasir yang di hambur di atas genteng,itu pertanda ada yang ingin menyakiti kita melalui perantara dukun.
"Ya ALLAH, Lindungilah keluargaku dari yang namanya sihir,amin"batinnya mengucapkan do'a dan kembali masuk kedalam kamar,mengambil sejadah serta mukena yang di gantung di dinding.
Sehabis melaksanakn sholat tahajut, tak lupa Ia bermunajab kepada Tuhan Sang Penguasa,untuk meminta perlindungan nya, agar semua keluarganya terhindar dari marah bahaya dan juga bala yang mulai mengintai mereka.
Sehabis bermunajab ke pada Tuhan, Ia merasa seperti lebih tenang dan hati mulai tentram.
Kini Ia kembali membaringkan tubunya di atas kasur tepat di samping Lisa serta tak lupa berdo'a terlebih duluh.
Tak menunggu waktu lama, mata pun mulai berat sehingga pada akhirnya ia kembali tertidur dan tak mendengarkan suara apa - apa lagi.
Lina merasa heran seketika ia sudah berada di tempat asing yang belum perna ia lihat.
Lina mulai berjalan tiada henti menyusuri jalan yang belum ada ujungnya, jalan ini begitu sepi tiada satu rumah pun yang ber ada di sisi jalan ataupun di sekitatnya.
Lina merasa heran dengan tempat ini,mengapa tidak ada seorang pun yang mau tinggal di sini,padahal jika di pikir tanah ini begitu Luas,dan juga subur.
Ia terus berjalan melirik kekanan dan kekiri sambil menyilang tangan memegang kedua bahunya. Sekian lama berjalan hingga pada akhirnya, ia tampak melihat sebuah rumah berukuran kecil tetapi sangat memprihatinkan. di halaman rumah kecil itu di kelilingi banyak pohon besar yang menjulang tinggi serta rimbun.
Segerah ia percepat langkah kakinya menujuh ke arah rumah tersebut, sampai akhirnya ia pun tiba.
entah mengapa suasana di sekitar rumah seketika berubah menjadi seram dan mencekam, yang membuat ia bergidik ngeri,belum lagi suasan rumah sangat sepih entah dimana yang empunya rumah ini.
Kini Lina memberanikan diri mengetuk pintu rumah berharap ada pemiliknya di dalam.
"Tok...tok...tok...
"Assalamu Allaikum,permisi"ucapnya memberi salam.
Seketika pintu terbuka dengan sendirinya,tanpa ada yang membukanya. Nampak seorang wanita berdiri membelakanginya dengan pakain yang begitu Lesuh dan juga kotor.
"Pe-permisi mba,boleh saya masuk" ucapnya pada wanita itu yang berjarak dua meter dari hadapannya.
wanita itu pun,berbalik dengan pelan.
"Aaaa...." sontak Lina terkejut berjalan mundur melihat seorang wanita di hadapannya adalah tante Lastri. Yang mana wajahnya hitam seperti orang yang terbakar. Tante Lastri berjalan pelan menghampirinha dengan mata yang tajam sembari tersenyum menyerigai
Aaa..."astagfirulla"Ucap Lina langsung terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
" Ya Tuhan lagi-lagi aku bermimpi buruk, tapi kenapa aku bermimpi tentang tante Lastri, apa maksud dari mimpi ini ?" Ucap batinnya merasa binggung sebab, baru kali ini ia bermimpi buruk tentang tante Lastri.
_______