
Setelah selesai mengubur darah Lisa, kini Lina memutuskan untuk segerah mandi karna sudah merasa gerah.
Ia mengambil handuk yang di gantung di dinding,serta tak lupa pula mengambil beberapa pakaian kotor milik Lisa untuk segerah ia di cuci.
"Nek,Lina mau mandi duluh,sekalian Lina juga mau mencuci pakaian" ucapnya pada Nenek yang sedang menggoreng tempe.
" Iya,ya udah sana," jawab nenek yang sesekali menoleh.
Lina pun beranjak meninggalkan nenek,Saat melewati kamar mama, ia mendengar ada suara aktifitas seperti seseorang yang sedang menepuk-nepuk kasur menggunakan sapu Lidi.
"siapa yang ada dikamar mama ? Perasaan mama belum lama pergi" Ucapnya setelah mendengar suara aktifitas di dalam kamar.
"Puk...puk...puk..." Suara sapu lidi kembali terdengar menepuk-nepuk kasur. Ada rasa takut yang mulai menghantui diri,tetapi ada pula rasa penasaran untuk mengintip ke arah kamar.
Setelah mengumpulkan keberanian, Ia lalu mendorong daun pintu secara perlahan dan berharap itu bukan sesosok penampakan yang sedang beraktifitas.
"Kreek.... Ia terkejut melihat mama sudah berada di dalam kamar yang sedang merapikan tempat tidur.
"Mama!!!.. "kapan mama datang?,perasaan tadi belum hampir sejam Mama pergi" tanya Lina beruntun.
"Mama baru tiba" jawab mama dengan wajah dingin.
"jadi?gimana keadaan Lisa Ma" tanya ia kembali.
"Sudah di tangani" jawabnya singkat, sambil terus menepuk-nepuk kasur setelah itu memasang sepreinya kembali.
"Oh... Syukurlah, nanti aku juga mau ikut kesana ya ma,soalnya Lina pengen liat keadaan Lisa" ucapnya lagi.
tidak ada jawaban yang keluar dari mulut mama, iya hanya diam seribu bahasa sambil sesekali meliriknya dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Lina masih belum sadar, jika itu bukanlah se sosok mama, akan tetapi,sesosok jin kiriman yang menyerupai mama untuk mengawasi mereka.
" Ma!! siapa yang ngantar mama pulang?" tanya Lina kembali.
"Bidan yuli" jawabnya singkat.
"Bidan yuli ?, kalau memang bidan yuli,kenapa ngga ada suara motor tiba di halaman rumah Ma" tanya Lina kembali.
" Mama yang minta untuk turun di dekat kebun pa mamat "jawab mama dengan wajah yang masih dingin.
"Ouh... Yaudah Ma,Lina mau mandi duluh, sekalian juga mau nyuci pakaian Lisa" ucapnya meninggalkan mama yang sedang merapikan bantal.
__ADS_1
Setibanya di sumur,Lina langsung menerjunkan pakaian kotor ke dalam air untuk di bilas terlebih duluh ,sebelum ia merendamnya menggunakan sabun.
Saat sedang asik mengucek pakaian, lagi-lagi Lina mencium bau amis, ini sudah ketiga kalinya ia mencium bau tersebut.
"Uwaak... Uwaakk... Sontak saja Lina langsung memuntahkan isi perutnya karna bau tersebut sangat menyengat.
Sesekali ia melirik kekanan dan kekiri mencari arah bauh.
Tak berselang lama,bau itupun seketika menghilang bersama datangnya angin yang mulai meniup sepoi -sepoi.
"Ya Allah pertanda apa lagi ini? semoga saja ini bukan pertanda buruk" gumam Lina semakin khawatir dan juga takut.
Ia Kembali melanjutkan mengucek pakaian Lisa serta menyikatnya.
Saat mengambil pakaian selanjutnya, sontak ia terkejut melihat tangannya menggenggam kumpulan rambut bersama dengan pakaian Lisa.
"Aa... Astagfirullah, kenapa ada rambut di pakaian Lisa ?,perasaan tadi aku merendam pakaian, ngga ada sehela Pun rambut yang menempel di baju? Ia langsung menghanyutkan kumpulan rambut keair yang mengalir, dan berharap ini bukan pertanda buruk menimpa sang adik.
Setelah selesai mencuci pakaian dan juga mandi,bergegas ia menjemurnya setelah itu langsung naik kedalam rumah untuk menganti baju.
Sehabis menganti baju,Lina memutuskan keluar dari kamar menujuh ke arah dapur, untuk mengisi perutnya yang sudah mulai meminta haknya, serta menceritakan perihal kejadian yang di alaminya saat sedang berada di sumur.
Ia mendapati nenek sudah terlebih duluh makan. Seketika selerah makannya menghilang begitu saja,saat melihat nenek sedang menyeruput kuah mie,padahal perutnya sudah mulai meronta-ronta.
"engga ko nek,oh iya, mama di mana, kok ngga keliatan" tanya Lina menuangkan air kedalam gelas plastik dan meneguknya sampai tandas.
"Udah pergi" jawab nenek singkat.
"Loh!! kenapa mama pergi lagi, bukannya baru datang,emang siapa yang jemput Nek ?" tanya Lina kembali
"Bidan Yuli" jawabnya sambil terus menikmati semangkok mienya.
"Yah!!!... Padahal Lina juga pengen jenguk Lisa,untuk memastikan ke adaannya gimana?" ucapnya dengan suara sendu. Tidak ada jawaban keluar dari mulut nenek mendengar ucapan Lina.
"Kamu ngga makan ?,Tuh,ada mie goreng yang nenek buatkan untuk kamu" ucap nenek menawarkan semangkok mie gorang yang sudah siap untuk di santap.
Keliatannya mie itu sangat nikmat untuk di santap, Akan tetapi, selerah makannya sudah menghilang saat melihat nenek menyeruput kua mie,malahan yang timbul hanya rasa mual saja.
"Kenapa aku ingin merasa mual,apa karna aku sudah mengalami penyakit maag" ucap batinnya.
"Kamu kenapa diam" tanya nenek yang terus menatapnya dengan wajah dingin.
__ADS_1
"Tidak Nek,nanti ajah deh Lina makan,soalnya Lina masih kenyang,yaudah Lina kekamar duluh mau istrahat."jawab lina dengan cepat setelah itu berlalu meninggalkan Nenek yang terus memperhatikannya
"Kenapa nenek tiba-tiba menjadi dingin sama Lina ?,padahal sebelumnya tidak!!, apa karna nenek sedang cape atau gimana?" gumamnya yang bersandar di dinding kamar sembari memijat pelipisnya.
Prov Pa Samsul
Saat di perjalanan untuk menjemput Lina, tiba-tiba motor yang di kendarainya seketika larinya menjadi lambat.
"Ini motor kenapa ya? Kok tiba-tiba larinya jadi lambat,apa mesinnya yang bermasalah atau gimana ?" Ucapnya merasa heran,Hingga pada akhirnya ia mulai masuk ke area perkebunan.
"Tut..tut..tut...tut... Seketika mesin motornya pun langsung mati di tengah perkebunan.
"Ya ALLAh!! kenapa lagi dengan ini motor,Kok tiba-tiba langsung mati, apanya lagi yang bermasalah Sih,huuufff...." ucap pa samsul sambil menghembuskan nafas kasar dan mencobanya menstater menggunakan kaki.
Sudah hampir lima belas menit ia menstater motornya,Kini keringatnya sudah mulai bercucuran membasahi baju serta betis yang mulai merasa pegal.
"Ya Tuhan, bagaimana ini ? Kasian Pa Imran sudah lama menunggu" ucapnya yang merasa bingung harus berbuat apa. Ia mulai mencobanya kembali dengan membaca bismilah, akhirnya motorpun kembali hidup.
"Alhamdulilah,akhirnya kau hidup juga, jangan mati lagi ya, kasian teman saya udah lama nunggu" Ia pun kembali melanjutkan perjalanan menjemput Lina.
Tak menunggu waktu lama,ia pun tiba di halaman rumah sahabatnya itu.
"Assalamu Allaikum" Ucapnya setelah turun dari motornya.
"Wa allaikum salam" Jawab Lina dari dalam rumah.
" Eh..mari om masuk" pinta Lina berdiri di ambang pintu utama.
"Ngga usah lama-lama, om datang kesini mau jemput kamu, kita kerumah sakit sekarang" jawabnya.
Lina pun gembira mendengar hal ini karna ia bisa menjenguk sang adik.
"Tunggu bentar ya om,Lina ganti pakaian duluh" ucapnya, berlalu dari ambang pintu.
Hanya beberapa menit menunggu, kini Pa samsul mendengar suara Lina sudah berpamitan kepada Nenek.Setelah itu ia pun keluar menuruni anak tangga.
Pa samsul heran melihat wajah Lina sedikit pucat,ia berpikir mungkin Lina sedang kurang sehat.
"Apa kamu baik-baik saja" tanya pa samsul yang membuat Lina sedikit terkejut.
"Iya om,saya baik-baik saja" jawab Lina dengan sedikit senyum.
__ADS_1
"Ouh,...yaudah naik,kita berangkat sekarang" pinta pa samsul.
_____