
Deng....
"Ini tidak mungkin".
"Lina,linaa.."aku mendengar suara memanggil namaku yang semakin lama semakin menjauh. Seketika aku berada disuatu tempat seperti tak asing lagi bagiku,aku mengenal beberapa pohon yang ada di sekitar perkarangan rumah yang begitu megah yang memiliki interior bergaya modern, belum lagi disetiap perkarangan rumah di tumbuhi berbagai macam bunga yang begitu cantik. Begitupun juga dengan rumah yang ada disekitarnya yang tak kalah bedah, semuanya sama.
Aku melihat dua orang anak gadis yang seumuran denganku baru saja keluar dari salah satu bangunan yang megah ,Aku bisa tebak itu adalah rumah mereka.
"Lina!!! Ayo sini"Panggil salah seorang dari mereka sambil melambaikan tangan kearahku.
"Iya,jawabku sembari tersenyum dan mengampiri mereka
"Cepat sini,kamu udah lama loh nga perna main kesini!!!" Ujar salah satu dari mereka, Ya!!benar, sepertinya aku sudah perna bermain kesini tapi,entalah sepertinya aku lupa.
"Iya,!! Maaf ya,baru main kesini lagi" jawabku seraya meminta maaf.
"Kamu jangan sungkang-sungkang datang ke sini, kita kan teman dan juga tetangga, baru kali ini loh kamu datang lagi,padahal rumah kamu juga dekat " timpal salah satu dari mereka dengan sedikit memelas.
"Iya, maaf" jawabku singkat.
"Ayo sini masuk!!! mereka mempersilahkan aku masuk, tetapi rasanya aku sangat sungkan untuk masuk kedalam rumah yang semegah ini.
"Ngga usah aku disini saja" tolakku dengan halus.
"Jangan gitu dong, ayo masuk!!! Pinta mereka sambil menarik kedua tanganku.
Saat sedang menolak ajakan mereka aku mendengar suara yang tak asing lagi bagiku yang terus memanggil namaku, tetapi,entah dari mana arah suara itu berada.
"Lina!! jangan dengarkan suara itu,tetaplah disini, apa kamu tidak merindukan kami? ucap mereka sedikit berbisik kearah pendengaranku,tetapi aku tidak mendengarkan perkataan mereka, hingga akhirnya aku memutuskan untuk menujuh kearah cahaya putih yang seketika muncul yang tak jauh dari dihadapanku. seketika saat itu pula aku mencium bau minyak kayu putih.
"Lina!! Lina!!, Sadar,Sadarlah lina!!".
Ada tangan lembut yang terus menepuk-nepuk pipiku dengan pelan sembari memanggil namaku,hingga akhirnya aku sadar.
" Alhamdulilah kaka udah sadar"ucap Lisa yang sedikit khawatir.
__ADS_1
"Kamu ngga apa-apa kan" tanya Rani yang juga merasa khawatir.
"Aku dimana?" Tanyaku sambil memegang kepalaku yang sedikit sakit dan berusaha untuk bangun dari pembaringanku dibantu oleh Rani dan juga Lisa.
" Kamu berada di ruang UKS,tadi kamu pingsan" jawab Rani.
"Pi-pingsan" jawabku sambil mengernyitkan dahi.
"Iya!!! tadi itu kamu pingsan saat aku menjawab pertanyaan aneh kamu" . Jawab Rani
Aku berusaha mengingat kembali pertanyaan yang aku lontarkan pada Rani beberapa menit yang lalu.
ya!!aku baru ingat apa yang aku ucapkan pada rani saat aku datang dan menghampirinya.
"Ran!! Kamu nga becanda kan dengan omongan kamu tadi" tanyaku mengintrogasinya kembali sambil menatapnya dengan serius.
"Aku berani Sumpah Lina,kemarin itu aku dan Nia ngga perna datang kerumah kamu"jawanya dengan sungguh-sungguh.
Seketika wajahku dan Lisa menjadi pucat pias hampir seperti mayat hidup.
"Ya Tuhan". Bagaimana bisa ini terjadi,mana mungkin Rani dan Nia ada dua" ucap batinku
"Ka,terus yang kemarin siang itu siapa yang datang ?" Tanya Lisa dengan suara bergetar sambil memandang kearahku.
" Kaka juga nga tau de"jawabku sambil menggelengkan kepala disertai bulu kudukku yang terus berdiri karna merasa takut.
"Lin,Lisa!! Apa mungkin itu kelakuan mahluk...?
"Lina udah sadar ?"tanya ibu Firda yang seketika menghampiri kami dan memotong ucapan Rani.
"Iya bu,alhamdulilah,cuman kepalaku agak sedikit pusing" jawabku sembari tersenyum paksa untuk mencairkan suasana hati yang masih merasa takut.
"Oh syukurla, tetapi alangkah sebaiknya kamu pulang saja dulu untuk beristirahat, agar kondisimu bisa pulih kembali, karna sepertinya muka kamu sangat pucat ?"jawab ibu firda memberi saran.
"Baik bu" jawabku singkat dan langsung turun dari ranjang.
__ADS_1
"Buat Lisa,hari ini ibu izinkan kamu untuk pulang,takutnya nanti kaka kamu kenapa-napa dijalan,dan Rani,silahkan masuk kedalam kelas"
"Baik bu"jawab Rani.
"Ya sudah kalau begitu,ibu permisi masuk kedalam kelas ya"pamit ibu firda dan berlalu pergi.
"Ran!!! Maaf ya,kalau aku udah ngerepotin kamu."
" Engga kok,nga ada yang perlu minta maaf, oh ya,kamu yang hati-hati dijalan ya,jika ada suara yang memanggil nama kamu alangkah sebaiknya nga usah hiraukan,aku takut jika kejadian kemarin itu ada kaitannya dengan.....
"Rin,jangan nakutin kita dong,aku juga masih merasa takut dan juga syok karna kejadian ini." ujar Lisa memotong ucapan rani dengan sedikit bergetar.
"Maaf !!! bukannya aku nakutin kalian,tapi kalian jangan lupa dengan saranku ini" timpalnya dan menatap kami dengan bergantian.
"Baiklah,aku akan mendengarkan saranmu" jawabku.
Saat diperjalan pulang tak ada obrolan antara aku dan lisa,mungkin kami fokus pada pikiran masing-masing, Atau mungkin karna sudah merasa takut untuk membahas masalah kemarin. Lisa terus berjalan tanpa menoleh kekanan ataupun kekiri sedangkan aku tetap sesekali menoleh kearah kanan dan juga kiri, sambil mengingat kejadian kemarin dan kejadian yang kualami saat sebelum aku kembali sadar.
"Aneh,sepertinya aku sangat mengenal tempat itu ? Gumamku.
Jarak kami dan rumah tinggal 150 meter lagi tetapi aku memutuskan untuk berhenti dan melihat disekeliling kebun dan juga Semak belukar yang ada disamping kanan dan kiri.
"Ka, kenapa berhenti"tanya lisa yang berada disampingku.
Tetapi aku tak menghiraukan pertanyaanya,Mataku seketika tertuju pada pohon aren yang biasa digunakan para dukun untuk Membuat ritual tertentu,seperti memasang angka sio ataupun ritual lainnya.
Terdengar ada suara sedikit samar dari arah pohon aren itu memanggil namaku,yang disertai dengan angin yang seketika meniup dengan sepoi-sepoi membuat bulu kudukku berdiri.
"Lisaaaa.... ayo sini...Apa Kamu ngga kangen sama kami" seru suara itu yang sedikit samar tetapi aku masih bisa mendengarnya,entahlah dengan Lisa.
Seketika ucapan itu mengingatkanku pada Kedua gadis saat sebelum aku kembali sadar.
Aku ingin menghampiri sumber arah suara itu, tetapi aku sontak kaget melihat sesosok berambut panjang berdiri dari balik pohon aren itu sembari melambaikan tangan.
"Aaa.... Mamaaaaa.....
__ADS_1
Bersambung....