Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
44. sebuah ajakan.


__ADS_3

Sore ini aku begitu gelisa memilih pakaian yang aku kenakan malam ini,karna sejam lagi dokter ardi akan menjemputku katanya ingin mengajakku makan.


Entahlah, ia mengajakku makan malam di mana,Sungguh ini pertama kalinya aku di ajak olehnya untuk makan malam bersama.


"Ya ampun,aku harus menggunakan pakaian yang mana" gumamku sembari kedua tanganku memilih pakaian yang ada di dalam lemari.


Entah mengapa malam ini aku merasakan suasana hati begitu berbeda,sepertinya ada sesuatu kebahagiaan yang akan menghampiriku malam ini.


Itu sebabnya aku ingin tampil beda malam ini.


"Kamu cari apa Lin" tanya mama yang menghampiriku


"Cari baju yang cocok ma" jawabku yang tanpa menoleh.


"Ouh,nih ada sesuatu mama bawakan untuk kamu" ucap mama. Lalu menyedorkan tas yang entah apa isinya, aku pun meraihnya.


"Ini apa ma" tanyaku.


"Buka ajah sayang" pinta mama dengan senyum yang tak bisa ku artikan.


Aku pun mengeluarkan isi dari dalam tas tersebut,yang ternyata ada sebuah baju gamis cantik model kekinian,yang selama ini memang aku dambakan.


"Ya Allah,cantik bagat gamisnya ma,kalau boleh tau mama dapat dari mana baju ini?" tanyaku sembari mencocokannya dibadanku.


"Dokter Ardi yang memberikannya kepada mama,ia berpesan agar kamu memakai baju ini untuk acara makan malam nanti" ucap mama yang membuatku sedikit terkejut.


"Apa, dokter Ardi,tapi ma...


" Ngga usah banyak tapi,itu perintah dia. Ya udah mama ke bawa duluh,mau menemui papa" ucap mama memotong ucapanku,lalu beranjak keluar dari kamarku.


Aku tak bisa berbuat apa-apa,jika ini sebuah perintah dari dokter Ardi.


Sebenarnya aku merasa tak enak hati menerimah pemberian dari dokter Ardi,karna selama ini pria itu sudah banyak memberiku banyak barang,hanya saja baru kali ini ia memberiku sebuah baju gamis kesukaanku.


Mau tak mau akupun harus memakainya, karna aku takut jika nanti ia kecewa dengan apa yang ia berikan kepadaku,tidak perna aku kenakan.


Prov dokter Ardi.


Sementara dokter Ardi yang berada di ruangannya begitu bahagia,karna malam ini pertama kalinya ia mengajak Lina untuk makan malam bersama.


Ia sudah menyiapkan sesuatu yang istimewah untuk malam ini,ia berharap malam ini akan menjadi kenangan indah di dalam hidupnya.


Saat hendak beranjak dari kursinya,tiba-tiba pintu di ketuk dari arah luar.


"Tok!! Tok!!Tok!!..

__ADS_1


"Masuk" pintanya yang kembali duduk. Pintu pun terbuka yang mana muncul seorang wanita cantik bernama dokter Sinta, ia adalah dokter spesialis kandungan yang ada di dirumah sakit ini.


Dokter Ardi sedikit menghembuskan nafas kasar,saat nelihat wanita itu berjalan menghampirinya,lalu memijat pundaknya tanpa perintah.


"Dok,malam ini dokter ada waktu ngga,makan malam bersama saya" ujarnya sedikit berbisik di telinga dokter Ardi.


Ardi begitu tak nyaman saat berdekatan dengan wanita itu. Ia memilih beranjak dari kursinya mengambil map yang berada di dalam lemari.


Ia sengajah mencari kesibukan agar wanita itu tidak selalu mendekatinya.


"Maaf, saya ada janjian dengan seseorang,nanti lain kali saja" jawab dokter ardi dengan nada dingin.


Terlihat raut wajah dokter Sinta berubah cemberut.


"Memangnya dokter Ardi janjian dengan siapa sih,setiap kali aku ajak jalan pasti ada ajah alasannya" gerutunya dengan kesal.


"Kamu tidak perlu tau dengan urusan saya,lagian kamu bukan siapa-siapa saya" jawab dokter Ardi yang tampak menoleh.


Wanita itu begitu geram mendengar penuturan lelaki dingin itu,ini sudah sekian kalinya ia mengajak dokter Ardi makan bersama,namun selalu saja mendapatkan penolakan dengan cara dingin.


"Ya sudah ngga apa-apa,nanti lain kali saja, kalau begitu saya permisi duluh" ucap dokter Sinta ketus.


"Hmm.." dibalas anggukan dokter Ardi. Dokter Sinta pun langsung beranjak keluar dengan perasaan kesal.


"Dingin bangat tuh dokter,ganteng-ganteng ko cuek ama perempuan,kurang apa sih aku ini" gerutunya dengan kesal,sembari berjalan menujuh keruangannya.


Hanya butuh waktu dua puluh menit di perjalanan pulang,ia pun sudah tiba.


"Assalam Allaikum, bi" ucap Ardi yang masuk kedalam rumah dengan senyum mengembang.


"Wa allaikum salam, aduuh..tumben senyum-senyum,seperti orang yang lagi kasmaran" ucap bi Ati, wanita yang berusia empat puluh tujuh tahun yang bekerja sebagai pembantunya di rumah ini.


"Engga bu,biasa ajah" jawab dokter Ardi yang mengela.


"Bi,malam ini saya makan di luar,jadi bibi ngga usah masak banyak,cukup masak buat bibi dan suami bibi saja" ucapnya sebelum naik kelantai atas.


"Iya tuan" jawab Bi Ati mengangguk.


Dokter Ardi pun segerah beranjak menujuh Ke kamarnya.


"Kayanya tuan lagi bahagia,tidak biasanya ia senyum-senyum saat tiba di rumab,yah! semoga saja ia sudah mendapatkan tambatan hati yang sholeha,amin" gumanya yang ikut bahagia.


"Kenapa kamu senyum-senyum" tanya suaminya Iwan yang baru saja keluar dari toilet.


"Itu pa,tuan kita terlihat begitu bahagia,seperti seseorang yang lagi kasmaran" jawab istrinya.

__ADS_1


"Alhamdulilah,jika memang seperti itu, Kita doakan saja,semoga wanita pilihan tuan kita,wanita yang baik dan sholeha"


"Amin" ucap mereka serempak.


Lalu kembali mengerjakan tugas masing-masing.


Terdengar suara shower air di nyalakan yang menandakan dokter sedang membersihkan diri.


setelah merasa sudah bersih, ia pun keluar dengan lilitan sebuah handuk yang berada di pingganya.


Lalu menyambar pakaian yang sudah ia siapkan di atas tempat tidur,sebelum pergi mandi.


Hanya butuh beberapa menit saja, kini ia sudah siap dengan setelan kemeja putih yang di padukan dengan celana kain hitam.


Ia kembali turun dengan sedikit tergesa-gesa.


" Bi saya pamit duluh,jika ada yang mencari saya,bilang saja saya sedang ada urusan di luar"


"Iya tuan" jawab bibi dengan aggukan.


Dokter Ardi pun berlalu pergi.


Prov Lina.


Lina yang baru saja siap,kini tinggal menunggu ke datangan dokter Ardi.


"Masya Allah, cantik bangat anak mama" ucap mama seraya menghampiriku.


"Ah biasa ma, ngga usah di puji" timpalku tak enak.


"Benar sayang kamu memang cantik,ternyata dokter itu begitu pintar memilih baju untukmu" ucap mama.


"Hmm.." jawabku sembari mengkat ke dua bahuku.


Kini sudah terdengar suara derup mobil masuk di perkarangan rumah.


Suara papa terdengar menyambut dokter Ardi.


"Yaudah,mama duluan ya" ucap mama beranjak keluar.


Aku merasakan gugup saat mendengar suara dokter itu sudah menaiki anak tangga dan masuk ke dalam rumah.


Kedua orang tuaku begitu hangat mengobrol dengannya diruang tamu.


Aku pun memutuskan keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


Tak sengaja mata kami saling bertemu,saat aku melangkah menghampiri mereka.


Detak jantungku tidak karuan,saat dokter itu melihatku dengan tatapan tak bisa ku artikan.


__ADS_2