
Aku menggerjap-ngerjapkan mata yang tiba-tiba merasa perih, sontak aku kaget melihat apa yang mereka makan bukanlah biskuit,akan tetapi kumpulan belatung yang mereka suap masuk kedalam mulut layaknya seperti nasi.
"Aaaa...uwueeekk....uwueeek....
"Hentikaaaaan!!! Kalian jangan makan ituuu!!!" teriakku sekencang mungkin.
Sontak tatapan mereka begitu tajam mengarah kepadaku dengan mata yang merah menyala,aku segerah berdiri mundur dengan pelan,justru mereka malah mendekatiku sambil tersenyum menyerigai.
hanya dalam kedipan sekali saja,aku sudah berada di tempat berbeda,dimana aku berada diruangan yang gelap hanya satu cahaya lampu yang terus menyorotiku. Ibu,Papa,Nenek,dan juga Lisa sudah tidak ada dihadapanku,mereka menghilang entah dimana.
"Bungg.... Seketika badan Lina terhempas di dinding tembok yang tidak terlihat, Ia berusaha untuk berdiri akan tetapi ia kembali terhempas menabrak dinding.
" Hahaha... Suara seseorang yang tertawa puas di balik kegelapan.
iya tertawa melihat tubuh Lina yang lemah tak berdaya, seakan-akan ini adalah sebuah tontonan yang begitu menarik.
"Si-siapa kamu ?" Tanya Lina dengan suara Lirih dan juga gugup, sambil terus berusaha untuk berdiri akan tetapi,tubuhnya sangat lemah sehingga ia kembali tersungkur diatas tanah.
"Aku sangat puas melihatmu seperti ini, hahaha....
"Ya Tuhan!!! Siapa dia?mengapa ia ingin menyakitiku,apa salahku?" ucap Lina dengan Lirih di sela tangisnya yang mulai pecah.
"Hai mahluk lemah!! sebenarnya ini belum seberapa bagiku, ada waktunya aku akan bermain puas denganmu, hahaha..." ucap suara itu kembali tertawa di balik kegelapan.
"Ibu,Ayah,Lisa tolong aku,aku butuh bantuan kalian" ucap Lina di sela tangisnya, karna merasa lemah dan juga tidak berdaya sedikitpun.
Setelah menyeka air mata,seketika Lisa sudah berada di hadapannya sembari menunduk.
"Lisa,tolong kaka de, kaka sangat butuh bantuanmu,"ucap Lina memanggil sang adik, akan tetapi tidak ada respon sedikitpun dari sang adik,ia bahkan diam mematung sambil menatap sang kaka dengan sorotan mata yang tidak bisa di artikan.
"De... Panggil Lina yang berusaha menghampiri sang adik,dengan cara merayap.
"Jangan perna mendekatiku, kau bukanlah kakaku" ucap sang adik yang seketika menatapnya dengan begitu tajam.
"Lisa, ini kaka,apa kamu tidak mengenal kaka?" Tanya Lisa yang seketika berhenti merangka.
"Hahaha.... Kau bukan kakaku,kau adalah musuhku" jawab Lisa dengan suara berat yang menggelegar seisi ruangan. Iya mengangkat sebelah tangannya sehingga Lina pun ikut terangkat keatas.
__ADS_1
"Lisa,aku ini kakamu,kumohon jangan sakiti kaka Lisa," teriak Lina sambil memegang leher yang terasa sakit seperti sedang di cekik. Kini nafas Lina mulai sesak.
Bung... Kini ia kembali di hempas kedinding yang tidak nampak, bisa dibilang ini adalah dinding gaib.
"Aku akan melenyapkan kalian semua,Karna kalian adalah pembawa sial bagiku" Teriak Lisa dengan penuh amarah.
"Siapa dirimu sebenarnya,kenapa kau menggunakan Sukma Lisa untuk menyakitiku" teriak Lina dengan susah payah,walaupun ia sudah tidak merasa mampu lagi untuk berteriak.
"Kau tidak perlu tau aku siapa?yang kamu tau,kalian akan kuhabisi satu persatu" ucapnya dengan penuh penekanan.
"Dasar pengecut,beraninya kau menyakiti keluargaku sedikitpun,kau akan terimah akibatnya, sebelum kau menyakiti mereka,maka lewati duluh mayatku" teriak Lina yang penuh amarah serta keberanian yang mulai membara.
"Baiklah!!!kalau itu maumu? Jawab Lisa dengan wajah sinis sambil kembali mengangkat sebelah tangannya,tubuh Lina pun kembali terangkat.
"Aaarg... Lepaskan aku Lisa" teriak Lina,kini tubuhnya tak bisa bergerak sedikitpun seperti sedang terkunci. Dengan deraian air mata,Lina berdo'a kepada Tuhan agar bisa terlepas dari semua ini..
"Ya Tuhanku,tolonglah hambamu yang lemah ini,berikan hamba kekuatan untuk melawan musuhku,aku berlindung kepadamu dari kejahatan manusia yang bekerja sama dengan jin untuk menyakiti hamba dan juga keluarga hamba, sesungguhnya engkaulah sebaik-baik penolongku,dan juga pelindungku." Batin Lina mengucapkan do'a dengan deraian air mata, Lina sudah pasra dengan apa yang akan terjadi.
Seketika tubuh Lisa terhempas kedinding yang membuat tubuh Lina ikut terjatuh.
"Lina,Lina, sadarlah Lina, bangun nak!!" ucap suara itu yang terus memanggil namaku,antara sadar dan tidak sadar seketika aku sudah ber ada di kamarku.
"Alhamdulilah, kamu udah sadar nak" ucap mama dengan sedikit legah.
Dengan pelan aku bangun dari tidurku yang di bantu mama. Aku merasa badanku terasa sangat berat dan juga sakit seperti seseorang yang jatuh dari ketinggian.
"Ayo minum duluh" pinta papa menyodorkan segelas air minum, akupun segerah merainya dan meminumnya hingga tandas.
"kamu tadi kenapa teriak sambil muntah-muntah? sehingga kamu tidak sadarkan diri?" Tanya mama.
Lina berusaha mengingat kejadiaan yang ia alami, Akan tetapi ia tidak mengingat apa-apa selain kumpulan belatung saja.
"Ma!! yang kalian makan tadi itu bukanlah biscuat,akan tetapi itu adalah kumpulan belatung"jawab Lina menatap mereka dengan bergantian.
"Masa sih kamu bilang belatung,apa jangan-jangan kamu ini sedang sakit atau gimana?" Timpal mama yang tidak percaya dengan ucapan Lina.
"Ya sudah kamu istrahat saja,mungkin saja kamu sedang sakit" pinta papa menyuruh Lina agar segerah beristirahat.
__ADS_1
"Tapi pa...."
"Sudah lah,kamu tidur saja, mungkin kamu sedang capek,makanya kamu sampai-sampai berhalusinasi" timpal papa memotong ucapan Lina,setelah itu mereka kembali keluar dari kamar.
"Ya Tuhan, mengapa mereka tidak percaya dengan ucapanku, apakah memang aku ini berhalusinasi atau bagaimana?" batin Lina merasa bingung dengan kejadian ini.
*****
Sehabis sholat subuh, Lisa mengeluh karna merasakan sakit kepala,padahal semalam ia baik-baik saja, mama pun menyuruhnya untuk segerah beristirahat.
Sekitar jam tujuh pagi,mendadak suhu tubuh Lisa menjadi panas, mama segerah menyuruh papa untuk menjemput bidan Yuli.
"Bu Lisa ngga kuat, kepala Lisa sangat sakit dan juga berat" ucap Lisa dengan suara Lirih.
"Kamu jangan bilang begitu sayang, kamu pasti kuat,kita tunggu bidan ya" jawab mama dengan begitu cemas.
"Sementara Nenek berada diruang tamu sambil mondar mandir menunggu papa dan juga bidan Yuli datang.
"Hampir satu jam kami menunggu,akhirnya bidan pun datang dengan mengendarai sepeda motor miliknya, sedangkan papa di bonceng sama Pa Samsul.
Dengan gegas bida Yuli langsung naik ke dalam rumah, masuk kedalam kamar memeriksa ke adaan Lisa,sementara aku dan mama tetap menemani di kamar.
"Bagaimana keadaan anak saya bidan ? Tanya mama dengan sedikit gelisa,sementara wajah bidan Yuli menampakkan ke khawatiran.
"Begini bu,alangkah sebaiknya anak ibu segerah di bawah kerumah sakit,agar ia cepat di tangani, sebab suhu tubuhnya sangat tinggi" jawab bidan Yuli berterus terang.
"Ma!! Lisa udah ngga kuat" ucap Lisa dengan pelan.
"Jangan bilang begitu sayang,sekarang kita akan kerumah sakit" jawab mama.
"Tidak ma,Lisa udah benar-benar ngga kuat" jawab Lisa. aku merasa takut mendengar ucapan Lisa, ala maksudnya ngga kuat.
"Bu! Lisa pengen muntah" ucap Lisa,akupun membantunya bangun sementara mama sedang mengambil ember yang sudah di siapkan.
"Uuwaakk...uuwaak... Kami semua histeris melihat Lisa memuntahkan darah yang seketika membeku.
______.
__ADS_1