Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
part 11. suara aktifitas di tengah malam.


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 23 : 25 malam. Entah mengapa malam ini aku sangat sulit untuk tidur .di tambah lagi suara dengkuranLisa yang menusuk pendengaranku, semakin membuatku tak bisa memejamkan mata.


Belum lagi tenggorokanku merasa sangat haus. Kuputuska untuk bangkit dari pembaringan dan melangkah keluar menujuh arah dapur.


Setibanya didapur aku segerah menuangkan air dari cerek kedalam gelas plastik, setelah itu meneguknya hingga tandas.


"Whiss.... Sepintas ada yang lewat tepat dibelakangku, sontak tengkukku pun langsung merasa dingin.


"Astagfirullah,apa itu ?" Gumamku langsung melirik kearah belakang,akn tetapi tak ada seorang pun yang berada dibelakangku. segerah kusimpan gelas diatas meja , berlalu masuk kedalam kamar serta tak lupa menutup pintu.


Aku kembali berbaring tepat disamping lisa dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhku. Sembari berusaha untuk memejamkan mata akan tetapi belum bisa.


kedua pendengaranku seketika menangkap suara dari halaman rumah seperti seseorang yang sedang menyapu halaman.


"Ya Tuhan!!entah siapa gerangan malam -malam begini menyapu di halaman rumah?dibilang tetangga juga bukan?sedangkan kita ngga punya tetangga" ingin rasanya aku membangunkan nenek untuk melihat kearah luar tetapi,aku juga merasa tidak tega membangunkan Nenek yang tertidur dengan nyenyak.


Tak berselang lama suara aktifitas itupun berhenti, hanya beberapa menit saja,kini suara cangkul yang mulai terdengar, seperti seseorang sedang mencangkul tanah.


"Ya tuhan!!siapa lagi yang mencangkul malam-malam begini?


Karna rasa penasaran yang kuat, walaupun ada rasa takut yang menghantui, aku memberanikan diri untuk melihat siapa yang melakukan aktifitas malam-malam begini.


Kuseka selimut dari tubuhku, dengan perlahan aku melihat kearah luar melalui cela dinding, akan tetapi tak ada seorang pun yang berada dihalaman rumah,baik sedang menyapu ataupun mencangkul tanah.


"Kok ngga ada orang? Padahal tadi terdengar suara cangkul" Gumamku setelah melirik kearah luar. Saat hendak ingin berbaring.


Suara cangkul itu kembali terdengar,kuputuskan untuk mengintip kembali melalui cela dinding, karna rasa penasaran masih terus ada.


seketika mataku berpapasan dengan mata yang berwarna merah menyala melotot kearahku melalui cela dinding.


"Aa...astagfirullah".aku berusaha membungkam mulutku dengan kedua tanganku dan kembali kepembaringanku sambil menutupi seluruh tubuhku dengan selimut.

__ADS_1


Aku berusaha menahan tangisku agar tidak pecah, jantungku terus memompa dengan kencang di sertai bulu kudukku yang terus merinding.


"Ya Tuhan!!! itu tadi sosok apa yang mengintip dari cela dinding?" Gumamku. aku berusaha menahan rasa takut di dada,di sertai keringat yang mulai bercucuran membasahi bajuku.


"Linaaa... Linaa...


Seketika terdengar suara memanggil namaku. Aku berusaha untuk beristigfar walaupun bibirku bergetar seperti orang yang kedinginan,serta tak lupa membaca ayat kursi. Sekian menit ia memanggil namaku kini,suara itupun sudah menghilang.


"Brukk..." Terdengar Suara benturan dari luar dapur,seperti seseorang yang menabrak dinding,hingga rumah sedikit goyang sakinb kerasnya benturan itu.


"Oh Tuhan!! teror apa lagi ini ?" lirihku yang masih dalam ketakutan,padahal baru beberapa detik aku merasa lega karna penampakan dan suara misterius yang memanggil namaku. kini terdengar lagi suara hantaman dari luar dapur.


"Poh...Poh...poh...poh..."


" Astagfirullah ternyata ada kuyang"


Aku mendengar suara pintu kamar yang ditempati papa dan mama seperti terbuka,disertai suara langkah kaki yang menujuh kearah dapur dengan sedikit pelan.


"Poh...poh...poh...poh..." Suara itu masih terdengar tetapi sudah berada di bawa kolom rumah tepatnya dibawa dapur. Kini suara itu berganti seperti seseorang yang sedang menyeruput kua mie yang lezat


"Mbuurrr... Terdengar suara guyuran air ditumpahkan dilantai dapur.


" Aarrggg.... suara raungan seketika terdengar dari bawah kolom dapur.


"Rasain itu!!!,itu akibatnya kalau berani macam -macam" seru papa sedikit berteriak kearah luar.


"Poh....poh...poh..." Kini Suara itu kembali terdengar tetapi sudah pergi menjauh.


Aku merasa legah mendengar suara papa, kuseka selimut yang menutupi tubuhku,untuk membiarkan angin malam menusuk badanku, dengan perlahan keringat pun mulai dingin.


Aku bangkit dari pembaringan,untuk keluar menemui papa. Sementara Lisa dan Nenek masih tertidur pulas,mereka benar-benar tidak mendengarkan kejadian ini.

__ADS_1


"Pa, tadi papa menumpahkan air apa?, hingga terdengar suara raungan dari bawah kolom? Tanyaku setelah menghampirinya.


" Oh Tadi itu, papa menumpahkan air yang berisi garam dan perasan air jeruk,tetapi sudah dilafaskan dengan doa. Langsung saja papa tumpahkan se ember air tepat mengenainya,makanya dia meraung dan pergi menjauh" jawab papa sambil menutup pintu jendela dapur.


" oohh...syukurlah, semoga saja dia tidak perna kembali lagi" jawabku.


"Oh iya Pa,kenapa dia menyeruput pembuangan air kotor yang di bawa kolom dapur" tanyaku


"Karna itu sudah tercampur dengan air seni orang hamil ,makanya ia sangat menyukainya" jawab papa.


Karna Kebetulan mama sedang hamil,jadi dibuatkan ruangan kecil dipojok bagian dapur,


untuk buang air kecill.


"iiihh... Rasanya Lina jijik mendengarnya" timpalku sambil bergidik jijik.


"Kalau bagi kita akan merasa jijik,tapi bagi mereka yang pengguna ilmu hitam,itu sangat harum dicium oleh mereka. Ya sudah ayo tidur,besok sekolah" tita papa setelah menjelaskan.


Sedikit penjelasan.


Kalau di kampung saya, kuyang itu juga suka dengan air seni orang hamil makanya dia suka menyeruput pembuangan berasal dari dapur ataupun WC.


"Tunggu duluh pa!!tadi papa dengar tidak ? suara seseorang yang menyapu halaman dan mencangkul tanah? Tanyaku.


" Tidak!! emangnya kenapa ? Tanya papa sedikit penasaran.


"Masah sih pa,Tadi itu Lina dengar ada orang yang sedang beraktifitas dibawa,tapi setelah Lina intip ngga ada tuh pa," jawabku.


"Biarin ajah ngga usah ditegur!!mungkin meraka yang sedang beraktifitas,kalau kita kan beda alam,kalau kita itu malam jika dialam mereka itu siang. Ya sudah ayo tidur,besok kan sekolah" pinta papa setelah menjelaskan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2