Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
28. meninggalnya sang adik.


__ADS_3

"Baiklah,kau akan bersiapa-siap menerima akibatnya jika sudah berani mencampuri urusanku" ucapnya berjalan pelan kearah sang dokter.


"Bung.... Badan Lina terdorong kebelakang,punggungnyapun menabrak dinding.


Ternyata dokter itu sudah terlebih duluh membentengi diriNya dengan do'a,itu sebabnya, tubuh Lina terdorong kebelakang saat sudah mendekat.


"Ternyata kau mempunyai ilmu juga sehingga kau bisa membentengi dirimu sendiri.tetapi jangan senang duluh,aku belum kalah" ucap sosok itu yang dengan angkuh dengan senyum menyerigai


Bibir Lina terlihat komat kamit sambil memejamkan mata,seperti sedang membaca mantra. Lina yang tadinya berdiri kini tubunya terangkat sekitar satu meter dari lantai sambil mengeluarkan suara.


"Poh!!! Poh!!! Poh!!!poh...


Ternyata merasuki tubuh Lina adalah sesosok kuyang yang sudah memiliki ilmu tinggi.


Akan tetapi dokter itu tetap terlihat tenang. Sedangkan Paman Yanto mulai panik. baru kali ini ia melihat sang keponakan di rasuki sosok kuyang.


"Dokter,bagaimana ini? " ucap paman dengan bibir bergetar.


"Tenang,kita serahkan kepada ALLAH, dia yang akan membantu kita untuk melawannya" ucap dokter itu yang yang tampak terlihat tenang.


Paman hanya mengangguk mendengar ucapan sang dokter dengan menelan savilanya sendiri.


"Apa kamu masih bisa melawanku, wahai dokter Ardi !!! Hahaha....Poh!! Poh!!! Poh!! " Lina masih melayang sambil menatap tajam kearah dokter dengan sesekali tertawa.


"Aku sudah katakan,bahwa aku tidak akan merasa takut sedikitpun kepadamu." ucap dokter Ardi yang tetap diam pada tempatnya.


"Kau memang membuatku benar-benar sangat marah,rasakan ini" ucap Lina sambil memainkan kedua tangannya kearah depan seakan-akan mengeluarkan jurus.


"Bung...


Lagi-lagi tubuh Lina kembali terdorong dengan sendirinya,Sehingga membuatnya ia terjatuh kelantai.


Ilmu yang di keluarkannya tidak mempan menembus sang dokter,karna dirinya masih terbentengi.


Sementara di tempat lain.


Wanita yang sedang memainkan perannya dari jarak jauh ikut terlempar ke dinding.


"Sial, ternyata dokter itu tidak bisa kita sepelekan kaka,bagaimana ini? Ucap wanita itu kepada kakanya yang masih bersemedi.


"Teruskan permainanmu,biar aku yang akan menghabisi Lisa."Ucap kakanya yang duduk di atas batu dengan bersila.


"Baik kaka" ucapnya. setelah itu ia kembali berkomat kamit untuk kembali memainkan perannya dari jarak jauh.

__ADS_1


Lina yang tadinya terlihat lemah,kini ia kembali berdiri dengan tangan yang mengepal.


"Aku berjanji, Aku tidak akan membiarkanmu hidup lebih lama,setelah aku menyelesaikan misiku" ucap sosok yang di tubuh Lina dengan penuh amarah.


"Justru sebaliknya, kau yang tidak akan hidup lebih lama,Karna sosok Lina lah yang akan membalas perbuatanmu. untuk sementara ini memang Lina masih terlihat Lemah,tapi jiwanya tidak begitu lemah" ucap dokter itu,yang mengetahui sisi Lina dari mata batinnya.


"Dia hanya anak ingusan yang tidak tau apa-apa,mana bisa ia melawanku,hahaha...." ucapnya dengan penuh angkuh sembari tertawa.


"Itu hanya ucapanmu saja,sebentar lagi kau akan menyesal telah menyakiti keluarganya" ucap dokter itu dengan penuh keyakin.


Lina mengalihkan pandangannya ke arah Lisa yang terbaring tak sadarkan diri,dengan tatapan yang tak bisa di artikan,setelah itu ia kembali tersenyum.


Lisa yang tadinya tak sadarkan diri,seketika matanya terbuka terbelalak seketika mencekik lehernya sendiri.


"Dokter,tolong Lisa dokter!!" Ucap Yanto yang panik melihat keponakannya itu.


Yanto berusaha melepas tangan Lisa,yang terus mencekik lehernya sendiri, akan tetapi itu sia-sia belaka,Lisa seperti memiliki kekuatan penuh sehingga tak dapat di cegah.


dokter yang tadinya fokus untuk melawan,kini berbalik kebelakang melihat keadaan Lisa. Kesempatan emas inilah di manfaatkan sosok yang ada di dalam tubuh Lina untuk membalas.


"Bungg...dokter itu terhempas menabrak dinding.Paman panik siapa yang harus ia tolong.sementara kedua tangannya terus memegang tangan Lisa yang tiada henti mencekik lehernya sendiri.


Pada akhirnya perlahan -lahan Lisa mulai lemas,Kedua matanya sedikit demi sedikit mulai tertutup rapat,disusul kedua tangannya terlepas dari lehernya sendiri.


Dokter langsung berdiri walaupun badannya terasa sakit,menghampiri Lisa untuk mengecek denyut nadinya.


"Innalilahi Wainna Ilahi Rojiun" ucap dokter Ardi dengan suara sendu.


"Ya Allah, ini tidak mungkin" ucap paman dengan suara lirih sembari menunduk.


Sementara sosok yang berada di tubuh Lina tertawa begitu puas melihat kejadian yang ada di depan matanya,Setelah itu ia kembali keluar dari tubuh Lina yang membuat tubuh lemas dan tersungkur di lantai.


Paman langsung menghampiri Lina membantunya berdiri,memapahnya untuk duduk dikursi.


"Paman, bagaimana keadaan Lisa ? Tanya Lina dengan suara lemah.


Paman hanya bisa tertunduk sambil sesekali menyeka air matanya.Rasanya ia tidak sanggup mengatakan ini kepada Lina.


Dokter ardi ikut terdiam mendengar pertanyaan Lina.


"Lina,kamu harus kuat nak,Tuhan lebih sayang kepada Lisa,makanya ia sudah memanggilnya" ucap paman dengan suara Lirih mengelus punggung Lina dengan menahan air mata.


"Ti-tidak paman,itu tidak mungkin ,Lisa pasti hanya tidur" Ucap Lina yang berusah berdiri, berjalan menghampiri sang adik yang terbaring sudah tak bernyawa.

__ADS_1


"Lisa,apa kamu tidur? Tolong bangunlah,jangan ngerjain kaka kaya gini,ngga lucu tau!!" ucap Lina memegang tangan Lisa yang sudah dingin.


Paman yang mendengar ucapan Lina,semakin terasa piluh.


"Nak, kamu harus iklas,dia benar-benar sudah pergi" ucap paman yang menghampirinya.


"Tidak...,itu tidak mungkin!!.. huhuhu..." Lina menangis histeris di depan jasad sang adik sembari menggoyangkan tubuhnya yang sudah kaku.


"Sabar Nak,sabar!!!mungkin ini sudah jalan takdir di berikan tuhan kepadanya." ucap paman. ia tidak menyangka sang keponakan meninggal dengan cara seperti ini.


"Siapapun dia,Aku akan membalas atas kematian adikku " teriak Lina sekencang mungkin.


Sehingga mengejutkan siapa saja yang berlalu lalang di depan pintu ruangan Lisa yang tertutup rapat.


Pa imran yang baru saja tiba di pakiran bersama Pa Samsul,seketika hatinya merasakan sedih, seakan-akan hari ini adalah hari duka.


"Sul,kok perasaanku ngga enak,aku merasakan hari ini sepertinya hari orang berduka " ucap nya sambil terus berjalan dengan pandangan mengarah kedepan serta hati yang tidak karuan.


"Ia Imran,aku juga merasakannya,entah mengapa hari ini begitu sangat berbeda" ucapnya yang ternyata merasakan hal yang sama.


Dari kejauhan sudah nampak kamar Lisa dengan pintu yang masih tertutup rapat.


Saat berada di depan pintu,sayup-sayup terdengar suara tangis Lina dari arah dalam.


Ia segerah membuka daun pintu tersebut, Imran terkejut melihat Lina menangis di depan tubuh sang adik.


"Lina...


"Papaa....!!! Lina menghampiri papanya serta memeluknya, dengan tangis yang tiada henti.


"Apa yang terjadi dengan putriku" tanya imran kepada sang dokter dengan suara bergetar.


"Kaka ipar,Lisa sudah pergi meninggalkan kita" timpal Yanto yang duduk di kursi kayu dengan suara Lirih.


Seketika tubuh Imran merasa lemas seperti tak bertulang,ia berjalan sempoyong menghampiri jasad sang putri di atas ranjang yang sudah di tutupi kain.


Ia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya lagi,sehingga tangisnya juga pecah.


Kini hanya suara tangis yang menggema di dalam ruangan,di susul suara tangis mama yang ikut pecah setelah kembali sadar.


"Siapa pun dirimu,Aku bersumpah, akan membalas perbuatanmu atas kematian adikku" ucap batin Lina yang penuh amarah sambil mengepal kedua tangannya.


______

__ADS_1


__ADS_2