Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
part 04. sosok yang menyamar.


__ADS_3

Aaaaa....setaaaaann....." Teriakku sekencang mungkin setelah badanku kembali semula,dan sosok itupun seketika menghilang dari pandanganku.


Sontak saja mama dan lisa langsung terbangun karna mendengar suara teriakanku,disusul papa yang ikut terbangun dan berjalan tergopo- gopo menghampiri kami.


"Ada apa Lina,istigfar, tenangkan dirimu ?" ucap mama menenggelamkanku dipelukannya.


"A-ada setan ma" jawabku dengan sedikit tergagap disertai badanku yang ikut bergetar disusul dengan suara tangisku yang mulai pecah.


"Huu...huu.... aku takut ma" ucapku dengan lirih sambil menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku.


"Ucapkan istigfar nak" pinta mama menenangkanku sambil mengelus-elus pundakku.


"Lisa ambilkan segelas air putih" pinta papa pada Lisa yang sedang duduk disampingku.


"Baik pa!!" Jawab Lisa dan segerah melangkah menuju kearah dapur mengambil segelas air minum,tak menunggu waktu lama iapun kembali dengan membawa segelas air putih dan memberikannya kepada papa.


Papapun segerah melantunkan ayat suci AL-Qur'an kedalam segelas air dan memberikannya padaku.


"Ayo minum duluh, supaya kamu sedikit lebih tenang" perintah papa menyodorkan segelas air minum padaku.


Akupun meraih gelas dari tangan papa dan meneguknya hingga tandas. Dan kembali memberikan gelas kosong pada Lisa, aku merasa sedikit lebih tenang dari pada sebelumnya.


"Bagaimana ? Sudah agak tenang ?" Tanya mama masih merasa khawatir.


"Alhamdulilah, sudah ma"jawabku sembari mengangguk.


"Memangnya kamu tadi sedang melihat apa? Tanya papa setelah melihatku sudah mulai tenang.


"Tadi Lina melihat sesosok mahluk hitam, ia memiliki rambut yang panjang dan memiliki bola mata yang merah menyala serta kuku yang begitu panjang,ia juga menjulurkan lidahnya kebawa yang hampir menyentuh perut mama" jawabku dengan suara sedikit bergetar.


"Astagfirullah,berarti yang kamu liat tadi itu kuyang!!!


"Ko aneh ya?,biasanya tidak ada terjadi seperti ini,sebelumnya." papa merasa heran dan juga bingung.


"Mungkin karna mama sedang hamil Pa,sebab bauh orang hamil itu kan sangat harum kalau dicium para kuyang" timpal mama.


"Iya, papa tau,tetapi saat hamilkan sikembar nga ada tuh penampakan seperti ini,Yang ada hanya suara kuyang yang sering kita dengar dan juga tidak ada meneror seperti tadi". Jawab papa.


"Sudahlah nga usah dibahas,kita minta perlindungan saja sama ALLAH, agar selalu dalam lindungannya" timpal mama.

__ADS_1


Aku dan lisa hanya terdiam mendengarkan obrolan papa dan mama.


"Ya sudah, ayo lanjut lagi tidurnya, Papa mau keluar duluh untuk menaburi garam disekeliling rumah agar tidak ada gangguan lagi, setelah itu papa bergadang terlebih duluh sembari menjaga kalian dari luar." ucap papa.


"Iya Pa,tapi Kalau ada apa-apa bangunkan kita ya pa!!!" Timpal mama yang dibalas anggukan oleh papa.


*****


Suara kokokan ayam dapat membangunkanku, aku melirik kearah samping tak mendapati Lisa dan juga mama. suara aktifitas berasal dari dapur sudah terdengar itu tandanya mereka sedang memasak,belum lagi adanya gumpalan asap yang berasal dari kayu api mulai menyebar kemana-mana, yang membuat mataku sedikit perih.


Entah mengapa aku merasa badanku pegal semua,seperti orang yang baru selesai memikul beban berat.


"Ya Tuhan kenapa badanku pegal semua ya,padahal seharian kemarin aku tidak memikul beban berat" gumamku sembari bangkit dari tempat tidur menujuh kearah dapur.


"Eh,kaka sudah bangun ." ucap lisa sambil mengiris kangkung sedangkan mama sedang menghaluskan bumbu.


"Iya!" Jawabku singkat.


"Ma,kok badanku pegal semua ya, seperti orang yang sehabis pikul beban berat" ujarku sambil memijat-mijat bahuku.


" Nanti mama yang urut,mungkin itu karna efek masuk angin" jawab mama sambil menungkan minyak kedalam wajan.


****


kebetulan hari ini hari libur sekolah, jadi Aku dan Lisa memutuskan untuk turun kebawa membantu papa yang sedang mencungkil kelapa dari tempurungnya, setelah itu dijemur dibawa sinar matahari ,jika sudah kering kelapa ini akan dibawa ketempat kopra untuk ditimbang dan hasilnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan juga biaya sekolah.


"Linaa..." Teriak Rani dan juga Nia dari arah kejauhan itu adalah kebiasaan mereka saat main kerumah. Mereka adalah kaka beradik yang lahir hanya berselang beberapa menit saja,sama seperti aku dan Lisa.


"Wooiii..." Jawabku dengan sedikit berteriak. Mereka adalah temanku satu sekolah yang serinh memancing ikan disini kadang juga ditemani oleh ayahnya Pak mamat.


" Om, tante, pengen mancing ikan !!!"Seru Rani yang sudah mulai mendekat.


"Silahkan pancing saja !!! Jawab papa dengan senyum sambil mencungkil kelapa.


Papa orangnya tidak perna pelit kepada siapapun,ia membebaskan siapa saja untuk datang memancing ikan dikolam,baginya ini adalah salah satu cara untuk bersedekah.


Aku melihat wajah Rani dan Nia seperti sedikit pucat akan tetapi,aku tidak berniat untuk bertanya sedikitpun,aku hanya fokus dengan apa yang aku kerjakan.


Setelah sejam mereka memancing akhirnya ember mereka sudah terisi dengan ikan yang sedikit lumayan banyak.

__ADS_1


"Wah !!!! banyak tuh ikannya Alhamdulilah ya,berarti hari ini rezeki kalian dapat ikan banyak, biasanyakan jarang dapat ikan banyak".seruku menghampiri mereka setelah pekerjaanku selesai.


"Iya nih,mungkin kebetulan saja" timpal Nia dengan sedikit senyum.


"Tumben mereka agak sedikit diam,padahal kalau di pikir mereka orangnya paling cerewet saat diajak ngobrol" ucap batinku.


"Oh iya Lis,kami permisi duluh ya ini juga udah hampir siang,takutnya kelamaan papa menunggu kami dikebun" ujar Rani sembari menggulung tali pancing.


"Oh iya,baiklah,sampai ketemu besok disekolah ya"balasku dengan senyum.


"Iya,!!! om,tante, lisa,kami permisi duluh,makasih ya sudah ngizinin mancing"ucap Nia yang berterimah kasih.


"Iya sama-sama"jawab mereka serempak.


Rani dan Nia pu berlalu pergi setelah berpamitan.


*****


Pagi ini aku dan Lisa hampir saja terlambat datang kesekolah sebab kami semalam agak sedikit bergadang,Karna takut hal serupa terjadi seperti kejadian malam itu.


Dari kejauhan aku melihat Rani sedang menujuh kearah kelas.


"Hei Rani !! Tunggu" panggilku sedikit berteriak kearahnya sambil melambaikan tangan. iapun berbalik kearahku dan langsung tersenyum. Sedangkan Lisa sudah terlebih duluh masuk ke dalam kelasnya yang tak jauh dari pintu gerbang, sedangkan kelasku berada paling ujung yang dekat dengan kantin sekolah.


" Hai dimana Nia,tumben kamu sendiri"tanyaku setelah tiba dengannya.


"Dia nga masuk sekolah,karna kurang sehat" balas rani.


"Oohh!!!pantasan kemarin siang aku liat muka kamu dan Nia agak sedikit pucat ternyata kurang sehat ?tapi kenapa hari ini muka kamu sepertinya segar" tanyaku balik.


"Apa, kemarin !!! Timpalnya dengan sedikit kaget.


"Iya kemarin!!! Bukannya kamu dan Nia kemarin datang mancing ikan dirumahku" jawabku.


"gga,kemarin itu aku dan Nia lagi libur kepantai bersama papa dan mamaku" jawab Rani


Deng....


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2