Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
part 15. suara jeritan.


__ADS_3

Segerah aku menaiki anak tangga,tetapi pandanganku masih mengarah kearah sumur.


" Bung .... saking fokusnya mataku melirik kearah sumur,bahkan pintu yang hanya dibuka setengah pun kutabrak.


"Aaw.. sakit" ucapku sambil mengusap jidatku dan kembali berjalan masuk.


"Makanya!!kalau jalan itu,mata harus kedepan, Bukan liat kebelakang" ucap papa yang berada diruang tamu.


"Eee... Papa, iya pa, maaf" ucapku ngenyir kuda.


"Assalamu allaikum, Pa Imran!!.


"Wa allaiku salam"ucap papa sambil bangkit dari kursinya menujuh kearah pintu.


"ee.. Pa Asep dari mana ?,tumben baru nongol lagi ? Tanya papa sambil menuruni anak tangga menemui sahabatnya itu.


"Yah.. biasa jalan-jalan cari angin." jawab Pa Asep.sempat ku dengar obrolan kedua sahabat itu dan berlalu menujuh arah dapur.


" Itu tadi bukannya suara Pa Asep ya? Tanya mama


"Iya,tuh lagi dibawa." jawabku.


"Ouh.. yau udah,buatkan minum" pinta mama.


"Iya ma, Ini juga baru dibuat ko!! Oh iya Ma!! saat mama melihat penampakan tadi, mama sempat kenal ngga wajahnya? Tanyaku sedikit penasaran.


" Aduuhh.. kalau untuk wajahnya Mama ngga bisa kenal,soalnya wajahnya itu rusak dan hangus,belum lagi kedua bola matanya berwarna merah menyala yang hampir copot dari tempatnya, makanya mama langsung pingsan" jawab mama sambil bergidik ngeri mengingat kejadian tadi.


" Ouh..!! Jawabku singkat.


" Ya udah ma, Lina antar minuman duluh,takutnya nanti papa udah teriak lagi" ucapku memutuskan obrolan.


"Iya, yaudah cepat sana" pinta mama sambil mengiris sayur kol.


"Ini Om!! silahkan diminum duluh" Pintaku sambil menaruh gelas diatas bale- bale kayu.


"Iya makasih" jawab Pa asep.


Akupun berlalu meninggalkan mereka.


Saat hendak masuk kedalam rumah, terdengar suara teriakan minta tolong dari arah kebun,akupun berbalik berdiri diambang pintu masuk.


"Toloong.... Toloong....


"Ternyata Pa mamat yang meminta pertolong sambil berlari tunggang langgang, Sontak papa dan pa asep pun langsung berdiri melihat pa Mamat berlari menujuh kearah kami. Ia terlihat begitu ketakutan seperti sedang dikejar hantu.


"Pa Imran tolong...."teriak Pa mamat yang tak berhenti berlari,Ia Pun tiba di hadapan papa dan Pa Asep dengan nafas yang ngos-ngosan.

__ADS_1


Sementara mama dan juga Lisa ikut menghampiriku diambang pintu masuk ,karna mendengar suara teriakan Pa mamat yang minta tolong.


"Tenang Pa Mamat,ayo duduk duluh!! Pinta papa sembari menenangkan.


"A-anu -Anu Pa? a-ada kepala" jawab Pa mamat dengan tergagap sambil sesekali mengatur nafas yang tidak beraturan disertai keringat yang bercucuran dengan begitu deras.


"Maksudnya kepala apa Pa Mamat ? Tanya Pa Asep yang keheranan.


" I-itu ada kepala bergelinding" jawab pa mamat menunjuk kearah kebun.


" Apa kepala ?," sontak kami semua terkejut mendengar penuturannya.


"Iiiih.. jam segini ada penampakan kepala?,bikin takut ajah" ucap lisa sedikit berbisik.


"Hus.. diam" pinta mama.


"Dimana? Tanya pa Asep.


"Itu ada di kebun, tadi saya sempat dengar ada kelapa jatuh, makanya saya langsung cari. Saat sedang mencari,seketika kelapa itu bergelinding keluar dari arah semak menghampiri saya dan langsung berubah menjadi kepala." jawab pa mamat bergidik ngeri begitu juga kami yang mendengarnya.


"Jadi bagaimana ini?saya takut kalau pulang sendiri takutnya,kepala itu akan muncul kembali"ucap pa mamat dengan raut wajah yang masih penuh ketakutan.


"Ya sudah,kita pulang sama-sama saja" timpal Pa Asep.


"Ya sudah Pa Imran,kami pamit pulang duluh,lagian ini juga udah hampir sore,nanti kapan -kapan,saya jalan kemari lagi" ujar Pa Asep, pamit untuk pulang.


"Iya"


Mereka pun bangkit dari duduknya dan berlalu pergi,sementara pa mamat mengekor dari arah belakang sambil sesekali melirik kekanan dan kekiri.


*****


Sekarang waktu sudah hampir mangrib,tinggal beberapa menit lagi waktu sholat akan tiba. Semua pintu dan jendela sudah terlebih duluh ditutup. Gegas aku dan Lisa menyalakan beberapa lampu sumbu disetiap ruangan.


Samar-samar terdengarlah suara adzan dari mesjid papa pun mulai mengumandangkan adzan.


"Aaa..."


Suara jeritan seseorang sepintas aku dengar,tetapi entah dimana?


Aku berdo'a di dalam hati selama adzan masih berkumandang.


Do'a yang di ijaba ALLAH salah satunya adalah berdo'a disaat mendengar suara adzan.


Sehabis sholat, aku,Lisa,dan Juga papa mulai mengaji,sedangkan Mama dan Nenek sedang berdzikir.


Saat lantunan surah Al-baqara dibaca suara jeritan kembali terdengar,tetapi sudah berada tepat dibawa kolom rumah.

__ADS_1


"Aaaa....


Aku terus fokus dengan bacaanku dan tak berniat untuk menghentikannya,atapun bertanya kepada papa perihal suara jeritan itu. Hingga akhirnya suara itupun menghilang begitu saja.


Lantunan ayat demi ayat terus dibaca hingga tak terasa kumandang adzan sholat Isya mulai terdengar sayup karna jarak terlalu.Papa pun mengakhirin pengajia dengan do'a penutup.


Sehabis sholat aku menanyakan perihala jeritan seseorang yang sempat aku dengar tadi.


"Pa,ma," kalian dengar tidak ? Suara jeritan seseorang dari bawah kolom ?" tanyaku sambil melipat mukena,sedangkan Nenek dan Lisa sudah terlebih duluh masuk kedalam kamar.


"Engga tuh,Mama ngga dengar apa-apa" jawab mama.


"Iya sama. papa juga ngga dengar apa-apa" timpal papa.


"Masah sih" ucapku tak yakin.


"Iya" jawab mereka serempak.


"Loh kok aneh? masah aku yang dengar sedangkan papa dan mama tidak? Aku coba tanya ini kepada nenek dan juga lisa, mungkin meraka mendengarnya" ucap batinku.


"Emang,tadi kamu mendengarnya ? Tanya papa.


"Iya!! Lina tadi sempat mendengar ada suara jeritan, Di saat papa sedang mengumandangkan adzan serta saat kita sedang mengaji" jawabku.


"Sudahlah!! biarkan saja,mungkin itu syetan yang kepanasan" jawab papa dibalas anggukan oleh mama.


"Ya sudah,ayo,bantu mama menyiapkan makan malam" pinta mama beranjak dari duduknya.


"Lisa, ayo kita kita bantu mama duluh menyiapkan makan malam"pintaku saat masuk kedalam kamar untuk menyimpan mukena.


"Iya ka" jawabnya sembari menutup buku dan berlalu keluar dari kamar.


"Cu,tolong ambilkan minyak angin? pinta nenek yang sambil memijat-mijat tengkuknya .


"Iya Nek tunggu bentar, Lina ambil di kamar mama duluh ya" jawabku dan berlalu masuk kedalam kamar mama.


Mataku menyusuri laci demi laci mencari barang tersebut


"Nah Ini dia" ucapku setelah menemukannya di laci paling bawa.


"Ssshhh... Sepintas aku mendengar suara desis ular.


" Kok aku mendengar kaya ada suara ular ? Ini pendengaranku yang rusak atau gimana sih? Aneh!!!" Gumamku. Sambil melihat disekeliling kamar,tetapi hasilnya nihil.


"Kini terdengar suara ketukan satu kali dari bawah kolom,tepatnya dari bawah lantai kayu dimana tempat pijakan kakiku berdiri.


"siapa itu.... ?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2