
Setelah selesai menunaikan sholat mangrib,kami melanjutkan menggelar pengajian yang dipimpin oleh ustadza zia. Banyak kalangan remaja putri yang seumuran denganku yang ikut pengajian di mushola tersebut.
Saat kumandang adzan sholat isya akan dimulai papa pun tiba, ia segerah menujuh kearah tempat wudhu untuk mensucikan diri.
____
Sehabis melaksanakan sholat isya, semua jam'a sudah bubar satu persatu termaksud juga papa, Iya menunggu kami dihalaman mushola sambil mengobrol dengan ayah Rani entah apa obrolan mereka kami tidak terlalu kepo.
saat kami tiba di hadapan mereka Papa pun pamit pulang dengan sahabatnya itu.
"Ya udah Sul, kami pamit ya"ucap papa berpamitan kepada sahabanya itu.
"Iya hati-hati dijalan" jawab ayah rani sembari mengangguk dan berlalu pergi.
Setelah menyebrangi jalan beraspal kamipun berjalan melewati jalan setapak menujuh kearah perkebunan.
Papa sempat singga terlebih duluh dan mengambil senter yang diumpetin dibalik rumput yang rimbun.
Saat sedang berjalan, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara bunyi klakson motor,kamipun menepih dan memberi jalan.
"Permisi ya pa"ujar pengendara motor tersebut dan berlalu menujuh kearah perkebunan.
"Pa,itu siapa sih ?kok ia masuk ke arah perkebunan ? dari pakaiannya!!sepertinya itu tukang ojek deh pa"
"Mungkin tukang ojek yang sedang kesasar" jawab papa sambil mengarahkan cahaya senter kearah depan.
Hanya berselang sekitar sepuluh menit,kamipun kembali berpapasan dengan pengendara motor yang sempat masuk kearea perkebunan.
"Permisi " ujarnya sembari tersenyum dan memelankan laju motornya.
"Iya,maaf mau tanya!! dari mana ya ?"tanya papa yang sedikit penasaran.Ia pun mengentikan motornya tepat disamping kami.
"Habis ngantar penumpang Pa" jawabnya.
"A-apa penumpang?" Jawab kami serempak.
Ia menatap kami dengan sedikit heran karna medengar ucapan yang barusan ia lontarkan. Aku perkirakan tukang ojek ini masih agak sedikit mudah dari papa.
"Maaf, bukannya anda cuman sendiri naik motor menujuh kearah sana ?" Jawab papa .
__ADS_1
"Apa ?sendiri ?bapak jangan bercanda,tadi itu saya ngantar penumpang cewe yang rambutnya panjang,cantik pula. Oh iya!!baru kali ini saya liat rumah semegah itu dikampung ini,ternyata warga dikampung sini banyak yang kaya raya ya,rumahnya pun pada bertingkat tinggi semua dan juga megah,belum lagi jalanan yang beraspal juga sangat mulus dilalui oleh kendaraan." Timpalnya sembari menjelaskan apa yang dilihatnya.
Kami yang sendari tadi mendengar penuturannya hanya diam sambil sesekali menoleh satu sama lain.kami tau ini pasti pekerjaan mereka para penghuni di area kebun itu,sebab apa yang di ucapkannya sama persis seperti apa yang aku lihat saat sebelum kembali sadar dari pingsan waktu disekolah.
" Maaf disana itu belum ada rumah, yang ada itu hanya rumah saya sendiri, itupun cuman rumah panggung yang masih terbuat dari kayu" jawab papa.
"Ah,Masah sih pak, tadi saya lihat sendiri kok dengan mata kepala saya. " Jawabnya sedikit tidak percaya.
"Kalau tidak percaya lihat saja kearah belakang"pinta papa menunjuk kearah belakang dengan cahaya senter. Ia sontak kaget saat menoleh ke arah belakang karna hanya melihat perkebunan yang sangat gelap. Ia mengucek - ngucek kedua matanya untuk memastikan apa yang diliatnya benar atau tidak.
"Ya ampun Pa!!,bu-bukannya tadi itu jalan yang beraspal.?" Ujarnya dengan sedikit tergagap, karna tak percaya akan hal ini.
"Itu pasti parah penunggu disini yang sedang menjahili kamu" jawab papa berterus terang.
"A-apa penunggu!!!Berarti penumpang saya tadi bukan ...... ?" Jawabnya menggantung sambil bergidik ngeri dan menyapu keringat yang seketika membasahi keningnya karna sudah merasa takut.
"Iya,penumpang kamu tadi itu bukan manusia, tapi salah satu penunggu yang ada dikebun sini " jawab papa, yang membuat ia semakin terlihat ketakutan.
" Ya sudah Pa saya permisi duluh mau pulang,terimah kasih atas infonya." Ucapnya seraya menghidupkan mesin motor, dan seketika itu pula ia tancap gas, ia tidak menoleh lagi kearah belakang,walaupun hanya sekali saja,kami tau ia pasti sangat ketakutan karna mengalami kejadian yang diluar nalar.
Setelah memastikan tukang ojek itu sudah pergi menjauh,Kamipun kembali melanjutkan perjalanan pulang,sambil sesekali bersholawat untuk menghilangkan sedikit rasa takut dan juga was-was.
Tap...tap...tap...
Suara itu semakin lama semakin mendekat sepertinya sudah berada tepat dibelakang Papa.
"Ya ALLAH, itu siapa yang ngikutin dari arah belakang ?" batinku yang sudah mulai bertanya-tanya.Entahlah dengan Lisa.
"Lina,Lisa ayo berhenti duluh"pinta papa yang berada dibelakang kami.
kamipun berhenti melangkah ,disusul suara langkah kaki itu yang juga ikut berhenti.
"Ayo jalan lagi"pinta papa yang membuat aku dan lisa merasa heran belum lagi rasa takut terus menghantui. langkah kaki itu pun kembali mengikuti dari arah belakang.
Tap...tap...tap...
"Berhenti"pinta papa lagi.
"Siapapun kamu,Kalau ingin jagain kami sampai pulang, tidak apa-apa,asalkan jangan perna nakutin ataupun mengganggu kami" ujar papa berbicara kepada sosok yang tidak menampakan diri itu.
__ADS_1
Seketika senter yang dipegang papa cahayanya berkedip-kedip dan kembali seperti semula.
Aku memegang tangan Lisa, seperti sedang memegang es batu,belum lagi badannya terlihat sedikit bergetar, aku tau ia juga merasa ketakutan sama sepertiku,akan tetapi ia tetap diam.
Belum lagi pikiranku sudah melayang kemana-mana,memikirkan sosok berwujud seperti apa yang sudah mengikuti kami.
Ditambah lagi suara desir angin malam membuat bulu kuduk semakin berdiri.
"Ngga usah takut,ayo!! lanjut lagi jalannya" perintah papa. seperti tidak merasakan takut dengan kejadian ini.
"Ya ampun apakah ini sudah perna dialami oleh papa sebelumnya? sampai -sampai ia hanya begitu santai dengan kejadian ini" batinku yang bertanya-tanya.
Kami kembali melanjutkan perjalanan tanpa menoleh kekanan ataupun kekiri,karna keadaan disekitar begitu gelap,hanya cahaya senter yang menerangi perjalanan kami. Sedangkan suara langkah kaki itu terus mengikuti dari belakang, hingga akhirnya dari kejauhan sudah nampak rumah panggung yang disinari dengan cahaya lampu minyak.Suara langkah kaki itu seketika berhenti mengikuti.
"Oh syukurlah, Mungkin benar apa kata papa,sosok itu ngikutin hanya untuk jagain kami sampai tiba dirumah"batinku sudah merasa tenang.
Setiba dirumah aku menyalami tangan mama dan juga nenek dengan takzim,setelah itu membantu mama untuk menyiapkan makan malam.
Sehabis makan malam aku mengerjakan PR terlebih duluh didalam kamar,sedangkan Lisa,Nenek,dan papa sedang berada diruang tamu, kalau mama sudah terlebih duluh tidur, mungkin karna sudah merasa lelah apa lagi kan!! mama sedang hamil tua.
Saat sedang mengerjakan tugas sekolan, seketika tengkukku seperti ada yang meniup-niup dari arah belakang.
"Lisa!!! ngapai kamu niup-niup tengkukku sih? Kaya ngga ada kerjaan bangat "ucapku tanpa menoleh kearah belakang.
Berselang dua menit Lisa pun sudah berdiri disampingku,sambil mengambil buku mata pelajaran yang diatas meja dan memasukkannya kedalam tas, setelah itu ia berlalu menujuh ketempat tidur,disusul nenek yang juga sudah ikut masuk dan langsung berbaring.
"Lis,apa kamj yang niup tengkuk kaka? Tanyaku.
"What? Niup tengkuk kaka?, aku ajah baru masuk, mungkin sajah itu angin lewat" jawabnya sambil mendaratkan tubuhnya diatas kasur.
"Apa mungkin itu angin?sedangkan lampu minyak dihadapanku saja apinya tetap diam" gumamku yang masih merasa heran.
"Lis!! Apa Papa udah tidur?" tanyaku.
Tetapi tidak ada jawaban hanya suara dengkuran yang seketika terdengar.
" Buset ni anak!!baru ajah berbaring langsung mendengkur,seperti orang sehari semalam ngga perna tidur" ucapku sembari menggelengkan kepala.
______
__ADS_1