
"Deng!!! Pantasan Rani menitipkan pesan agar jangan menghiraukan jika ada yang memanggil" gumamku. dan sedikit penasaran dengan cerita bapak.
Awal kejadian gimana sih pa" tanya Lisa mulai penasaran.
"Awalnya waktu itu,Pa samsul sedang berada dikebun miliknya. ia menebang beberapa pohon pisang yang sudah mulai matang. Saat sedang asik menebang pohon pisang, seketika kedua telinganya menangkap suara yang memanggilnya dengan sebutan papa tetapi sedikit samar.
"Papaa.....
Pa samsul pun menghentikan aktifitasnya sambil celingak-celinguk kekanan dan kekiri.
"Kayanya ada suara yang barusan memanggil ataukah perasaanku saja ya,ah sudah lah,mungkin ia cuman perasaanku saja." gumam pak samsul dan kembali melanjutkan aktifitasnya. saat pohon sudah tumbang suara itu kembali muncul tetapi suara itu sudah terdengar jelas.
"Papaaa... Papaaa...."
Pak samsulpun berbalik kearah belakang dan seketika terkejut.
"Astagfirullah!!! Rani,Nia, kenapa kalian tiba-tiba ada disini ? Terus ngagetin papa lagi,bukannya kalian dirumah jagain mama yang sedang sakit ha, " pa samsul sedikit terkejut serta mengomeli kedua putrinya.
" Rani dan Nia cuman pengen pisang ajah Pa" timpal Rani dengan wajah dingin begitupun dengan Nia, tak ada senyum yang terpancar dibibir mereka yang seperti biasanya, bahkan kedua wajah mereka mereka agak sedikit pucat.
"Iya!!! kan nanti papa bawa kerumah pisangnya,kalian ngga perlu datang kesini untuk makan pisang,seperti orang ngga kebagian pisang aja, nih pisangnya makan duluh !!! Setelah mengomeli kedua putrinya,pa samsul menyodorkan satu sisir pisang yang sudah matang untuk segerah di makan.
"Terus siapa yang jagain mama dirumah ?" pa samsul kembali bertanya kepada kedua putrinya sembari membelakangi mereka,untuk melanjutkan aktifitasnya menebang pohon pisang yang berikutnya.
Tetapi tidak ada satu jawabanpun dari mereka berdua.
"Kalian dengar ngga pertanyaan papa, apa kalian tuli? Omel pa samsul yang belum menyadari bahwa kedua putrinya sudah tidak ada dibelakangnya.
Pa samsul kembali berbalik kearah belakang dan tak mendapati kedua putrinya.
"Ya ampun!!! ini anak kebiasaan ya,kalau di tanya malah ditinggal pulang!!Baru ajah berbalik sebentar eh,malah pergi.tunggu kalian kalau papa tiba dirumah" pa samsul Kembali berceloteh dan melanjutkan aktifitasnya.
Pak samsul belum menyadari kalau kedua gadisnya itu bukanlah Rani dan Nia.
Sesampainya di halaman rumah pak samsul menurunkan karung berisi pisang dari bahunya, pisang itu sudah disisir habis dari tangkainya.
"Rani,Nia, kenapa papa saat sedang bicara malah ditinggal pulang, kalian jangan kebiasaan seperti itu, masah orang tua sedang bicara malah ditinggal gitu ajah,apa etika kalian udah ngga ada?" tanpa ba, bi, bu,Pa samsul langsung mengomeli kedua putrinya sembari mengeluarkan pisang dari dalam karung.
__ADS_1
Rani dan nia yang sedang duduk dibale-bale malah terkejut mendengar penuturan bapaknya.
"Pa,perasaan Rani dan Nia ngga ngikutin bapak ke kebun,dari tadi itu kita sedang ngerjain tugas dari sekola" timpal Rani membela diri.
"Jangan bo'ong sama bapak, kalau udah di nasehatin malah berani mengelak " timpal pa samsul.
"Uhuk!! Uhuk!!.. ada apa sih pa, tiada angin tiada hujan seketika datang udah ceramahin anak!! Bu Hasna istri Pa Samsul seketika keluar dari dalam rumah,karna mendengar suaminya menceramahi kedua putri mereka.
"Ini,Rani dan Nia tadi ada di kebun, saat sedang ditanya siapa yang jagain mama eh!! Malah ditinggal pulang kemari, benar-benar anak ngga ada adap" jawab pa samsul sembari mengupas kulit pisang dan memakan isinya.
" Apa!! Rani dan Nia, eh Pa, dari tadi itu mereka sedang belajar dan ngerjain PR, ngga ada tuh mereka ikut bapak kekebun,yang ada tuh mereka dari tadi nungguin bapak" Timpal Bu hasna tak terimah.
" apa!!!masah sih Ma, jangan belain anak dong ma,tadi itu mereka ada di kebun Jelas-jelas mereka seketika berada dibelakang papa,masah papa salah orang" timpal pa samsul tidak terimah dengan istrinya yang membela kedua putrinya.
"Ya ampun Pa!! Mama harus gimana lagi ngejelasinya,memang mereka dari tadi itu cuman ada dirumah Pa" jawab bu hasna,yang terheran melihat tingkah suaminya.
"Iya pa, benar apa yang dikata mama,dari tadi itu kita disini nungguin papa sambil ngerjain PR" timpal Nia. Dan dibalas anggukan oleh Rani.
"Ah kamu juga, masih anak ingusan udah berani bo'ong, gimana nanti gedenya" ujar Pa Samsul kesal.
"Iya pa,Rani dan Nia berani sumpah,kami itu ngga ada ngikutin bapak ke kebun" timpal Rani untuk membela diri.
Siapa yang dimaksud papa?"ujar anak istrinya serempak.
Pa samsul pun menceritakan perihal apa yang dialaminya dikebun kepada istri dan anaknya.
Sontak mereka terkejut mendengar hal ini.
******
Malam semakin larut tetapi pak samsul belum bisa tidur dengan nyenyak, pikirannya masih terbayang-bayang dengan kejadian tadi siang yang dialaminya diluar nalar.
" Seumur -umur baru kali ini kejadian aneh yang menimpa padaku, entah siapa sosok dibalik semua ini yang menyamar menjadi kedua putriku" batin pa samsul terus bertanya-tanha sambil memandangi langit - langit kamar.
"Papaa... Suara itu kembali terdengar memanggil,tetapi sedikit samar dari arah luar kamar.
"Siapa sih yang manggil,apa mungkin itu Rani atau Nia ?gumam Pa samsul sembari mempertajam pendengarannya kembali.
__ADS_1
"Papaaa.... Suara itu kembali terdengar,. Pa samsul yang sedang terbaring kini bangkit dari tempat pembaringannya dan keluar dari kamar menujuh kekamar putrinya yang hanya berseblahan saja.
"Rani,Nia, apa itu kalian yang manggil papa ? Tanya pa samsul berdiri didepan pintu kamar putrinya. Tetapi tidak ada jawaban, pa samsulpun membuka pintu kamar kedua putrinya.
"Kreek...
"Lah ternyata mereka sudah tidur, terus yang manggil tadi siapa sih?" gumam pa samsul kembali menutup pintu kamar putrinya,ia celingak -celinguk sembari melangkah masuk kedalam kamarnya yang ditempati bersama sang istri.
Keesokan harinya pak samsul berniat untuk menceritakan semua ini, pada pa imran ayah dari Lina dan Lisa tentang perihal yang ia alami, serta tak lupa pula untuk berniat memancing ikan dikolam milik pa imran.
Saat diperjalanan menujuh kerumah pa Imran,ia sesekali bernyanyi dan bersiul untuk mencairkan suasana yang sunyi.
"Bulan dimanakah kini jangan kau sembunyi tampakkanlah diri...." Ia menyanyikan sebuah tembang lagu faforitnya sambil sesekali menengok kekanan serta kekiri.
Cuaca hari ini agak sedikit mendung jadi suasana diperkebunan sekitar agak sedikit gelap,seperti suasana menjelang mangrib padahal ini disiang hari. kurangnya pantulan cahaya disebabkan banyaknya pohon yang menjulang tinggi dan juga rimbun.
Dari arah kejauhan sudah terlihat Rumah panggung milik pak imran sahabatnya itu,ia sudah tidak sabar untuk menceritakan perihal yang dialaminya kemari siang.
Seketika angin menghembus dengan sepoi-sepoi disusul ada suara seorang anak yang memanggil namanya.
"Papaaaa... ini Rani dan Nia" suara itu memanggilnya tetapi agak sedikit samar.
Kakipun mulai berhenti melangkah sambil menengok kekanan serta kekiri.
"Ah!!! sepertinya tadi ada suara Rani dan Nia?" Gumamnya sambil menggaruk-ngaruk pelipisnya yang tidak gatal.
"Papaa... Suara itu kembali terdengar tetapi dari arah pohon aren itu. Entah mengapa Ia seketika terbuai dengan suara itu dan ingin segerah menghampirinya walaupun hati tidak merasa janggal.
"Papa... suara itu kembali memanggilnya,yang membuat pa samsul semakin penasaran dan menujuh kearah pohon aren. Saat mendekat di pkhon aren itu, ia melihat satu sisir pisang tergeletak di atas tanah tepat menyimpanan sesajen para dukun.
"Ah, sepertinya aku mengenal pisang ini, bukannya pisang ini.....
"Ehem...." Seketika ucapannya terpotong karna mendengar suara deheman seseorang dari arah belakang.saat ia berbalik kedua sosok kunti yang memiliki wajah yang pucat pasih ditutupi dengan sedikit rambut panjang,menatapnya dengan sorotan mata yang tajam.
"Se-se- setaaaaannn!!!!!.....
Teriak pak samsul sambil berlari tunggang langgang menujuh kearah rumah pak Imran,ia tidak memperdulikan lagi kaki yang sudah terluka parah sembari mengeluarkan darah segar karna menginjak potongan ranting yang begitu tajam.
__ADS_1
"Bersambung...