Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
37.kake misterius.


__ADS_3

Baru beberapa meter meninggalkan kuburan bibi Lastri, kini sudah terdengar suara teriakan minta tolong di susul suara tangis yang mulai pecah.


"Tolong..... Hiks...hiks...hiks...


Keduanya berhenti melangkah dan menoleh kearah belakang secara bersamaan.


Seketika petir menyambar kuburan bibi lastri,sehingga asap putih keluar dari dalam kubur,di sertai suara gemuru guntur semakin menggema keras.


Sehingga suara jeritan itu semakin menjadi-jadi,seakan-akan sedang mendapatkan siksaan yang begitu pedih.


Bulu kuduk terus meremang.


Keduanya tiada henti-hentinya mengucapkan istigfar,melihat keanehan di depan mata dan di dengar oleh telinga.


"Ya Allah, apakah bibi sedang mendapatkan adzab kubur? Bisik batinnya merasa prihatin.


"Pa,apa yang terjadi pada bibi sekarang ?" tanya Lina yang masih memandang kubur itu.


"Jika keburukan yang dikerjakan selama hidup ,maka itu yang akan kita terimah di saat mati,apa lagi jika berani menduakan Tuhan, maka adzab pun pasti akan menimpa kita" jawab papa dengan suara pelan.


"Kasian bibi" ucap Lina dengan suara yang mulai menggigil.


"Sudah,mungkin itu pantas ia terimah atas apa yang di lakukannya selama ini. Ayo pulang" pinta papa memegang bahunya.


Setibanya di rumah, Lina bergegas masuk ke dalam kamar untuk menganti pakaian yang sudab basah kuyub.


Setelah usai menganti pakaian,kini tinggal memekai jilbab yang senada dengan gamisnya berwarna coklat.


Suara derub mobil masuk ke halaman rumah,rombongan parah ibu-ibu mulai berceloteh satu sama lain, lalu bergegas menaiki anak tangga sehingga membuat rumah panggung agak sedikit mengguncang.


Terdengar suara Nenek menyambut ke datangan mereka dan mempersilahkannya duduk.


Tahlil pun di mulai,setelah selesai ba'da Ashar.


Tujuh Tahun Kemudian


Tak terasa sudah tujuh tahun berlalu,selama ini keluarga Imran tidak lagi mendapatkan teror dari seseorang.


Walaupun begitu, Lina tetap waspada mengingat Bibi Wati entah pergi kemana,saat penemuan mayat bibi Latri di rumahnya.


Jam 15:10 menit, Lina sedang bersiap-siap untuk pergi kepasar membeli keperluan dapur yang di perintahkan oleh mama.


"Ka,mau kemana? Tanya adrian menghampiri Lina yang sedang memakai hijabnya.

__ADS_1


"Mau kepasar de" jawabnya tanpa menoleh.


"Adrian pengen ikut ka" ucap adrian dengan nada memelas.


"Ngga boleh ,nanti kaka kecolongan jagain kamu,kamu di rumah ajah ya sama mama" ucap Lina yang langsung menyambar tas dan kunci motor miliknya.


"Ngga mau,adrian pengen ikut ka" ucap adrian yang mulai merengek.


"Sayang,kaka Lina juga ngga bakalan lama kepasar,kamu di sini ajah ya" ucap mama yang menghampiri adrian yang terus merengek untuk tetap ikut.


Walaupun sudah di bujuk seribu cara, anak itu tetap saja keras kepala. Dengan terpaksa Lina pun membawanya ikut pergi.


Setibanya di pasar Lina langsung memakirkan motor metiknya di tempat parkiran.Yang mana motor ini ia cash,setelah tiga tahun menabung dari hasil upah menjadi karyawa kasir di tokoh alat bangunan.


Setelah mengunci kepala motornya,mereka pun berlalu pergi memasuki area pasar yang masih begitu ramai para pembeli.


Lina menuju ke arah penjual sayur mayur serta keperluan lainnya.


Adrian kini berdiri di samping sang kaka,sesekali pula ia celingak celinguk melihat di sekitar pasar .


Ia tertuju kepada anak yang se umuran dengannya. Anak itu terus merengek kepada ibunya untuk di belikan es krim ,akhirnya ibunya pun mengiyakan lalu beranjak pergi ke tukang penjual es krim.


Tanpa berpikir panjang, Adrian mengikuti mereka dari arah belakang.


Adrian berhenti saat di hadang seorang kake tua dengan tongkat miliknya.


"De,mau kemana ? Tanya lelaki tua itu.


Adrian terdiam sesaat melihat lelaki tua yang ada di hadapannya.


Matanya kembali melihat ke arah penjual es krim itu,kake pun mengikuti arah pandangannya.


"Oh,Kamu pengen makan es krim? Tanya lelaki tua yang kembali memandangnya.


Adrian hanya mengangguk tanpa ekspresi.


"Ya sudah,kamu tunggu di sini ya" ucap kake itu dan berlalu pergi ke tukang penjual es krim.


Tak lama kemudian,kake itu pun kembali dengan membawa satu cup es krim di tangannya. yang membuat mata andrian langsung terbinar senang.


"Ini untukmu,ayo makan" ucap kake menyodorkan es krim kepadanya,adrian menerimahnya dengan senang hati


"Terimah kasih ya kek" ucap adrian,setelah itu langsung menyendok es krim dan menerjunkannya ke dalam mulutnya.

__ADS_1


"Sama-sama" jawab kake dengan senyum yang tak bisa di artikan.


Sementara Lina panik melihat sang adik sudah tidak berada sampingnya,ia celingak celinguk mencari keberadaan Adria yang entah pergi kemana.


Sesekali pula ia bertanya kepada penjual di sekitarnya,namun tak ada satu pun yang melihat keberadaan adiknya.


"Ya Allah, de, kamu di mana sih,itu sebabnya kaka ngga ngizinin kamu ikut? Gumam Lina yang begitu khawatir.


Lina terus menyusuri lorong hingga akhirnya keluar dari dalam pasar.


Mata Lina menangkap sang adik yang sedang berdiri di dekat tiang Listrik, sembari menikmati es krim yang entah pemberian dari siapa.


"Adrian!!" Panggil Lina berlari menghampiri sang adik,adrian pun menoleh dengan senyum.


"Ya ampun de,kamu ini dari mana ajah sih ha,kamu sengaja ya, bikin jantung kaka mau copot" celoteh Lina saat menghampiri sang adik.Adrian langsung menunduk tak berani menatap sang kaka.


"Maaf ka,adrian cuman pengen makan es krim" jawab adrian yang masih menunduk takut.


"Kalau pengen makan es krim,tunggu kaka habis belanja duluh,Terus siapa yang beliin kamu es krim ?" tanya Lina sambil berjongkok agar sejajar dengan adiknya.


"Kake tua itu" jawabnya sambil menoleh ke arah belakang.


"Mana, kakenya ngga ada tuh!" Tanya Lina melihat ke arah belakang.


"Tadi kake itu ada di sini ka,dia begitu baik kepada adrian,lalu ia memberikan uang ini kepada adrian" ucap adrian sambil memperlihatkan pecahan uang dua puluh ribu kepada Lina.


"Kamu bilang terimah kasih ngga,kepada kake itu?" Tanya Lina.


"Udah" jawabnya singkat.


"Ya sudah ayo kita pulang,belanjaan kaka juga udah banyak, nanti mama ke lamaan nunggu kita di rumah"ucap Lina, di balas anggukan oleh adrian.


Setibanya di parkiran,ia terkejut melihat darah segar sudah membasahi motornya,seperti sengaja di siram seseorang.


"Astagfirullah, siapa yang lakuin ini sih,tega benar" Lina melihat di sekitar parkiran tak ada satupun orang yang mencurigakan.


"Pa," panggil Lina kepada tukang parkir yang baru saja memakirkan motor seseorang.


"Iya ada apa" tanya Lelaki yang berperawakan sedang berjalan menghampirinya.


"kenapa motor saya di siram pake darah,bapak ngga liat pelakunya ?" tanya Lina setelah lelaki itu tiba di hadapannya.


"Loh,perasaan tadi belum ada mba" ujar lelaki itu yang juga ikut bingung.Lina hanya menghela nafas kasar mendengar penuturan lelaki yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Ya sudah Pa, ngga apa-apa,mungkin orang yang lagi jail" ucap Lina sembari membuka sadel dan mengambil kain lap untuk membersihkan motornya.


__ADS_2