Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.

Kisa Mistis Saat Tinggal Dirumah Panggung.
30. pengakuan yang mengejutkan.


__ADS_3

Baru beberapa meter meninggalkan area pemakaman. Kini terdengar suara langkah kaki dari arah belakang.


"Tap...tap...tap...


Lina seketika berhenti melangkah, untuk mengumpulkan keberanian menoleh ke arah belakang siapa yang sudah mengikutinya,dengan pelan lina memalingkan badan.


"Aaaa....!!!


Lina langsung membukam mulutnya sendiri,terkejut melihat sosok wanita yang berambut panjang, tak memiliki kulit wajah sedikitpun, hanya menyisakan tengkoraknya saja.


Seketika sosok itu menyerangnya secara tiba-tiba, dengan singgap Lina dapat menghindarinya serta berjalan mundur.


"Mau kemana Kamu Anak manis,kamu tidak akan bisa lolos dariku,sebentar lagi kau akan menyusul adikmu ke alam sana" ucap wanita itu.


Lina yang mendengar ucapannya seketika berhenti mundur,ia mengepal kedua tangannya sehingga urat pada telapak tangganya ikut menegang.


"Kenapa kau membunuh adikku, apa salah keluarga kami terhadapmu" tanya Lina yang menahan emosi,kini rasa takutnya sudah menghilang, karna mendengar penuturan wanita yang ada di hadapannya.


" Ini di sebabkan karna ulah ayahmu, kalau bukan karna dia, aku tidak akan melakukan ini" jawab sosok wanita yang menyeramkan itu.


"Apa salah ayahku!! Lalu Siapa dirimu sebenarnya,tunjukkan siapa dirimu! " Teriak Lina dengan lantangnya.


"Kau tidak perlu tau siapa aku" ucap sosok itu, dengan sekejap mata langsung hadir di hadapannya, serta menampar pipinya sekuat mungkin,membuat tubuh Lina terhuyung kebelakang dan terjatuh.


Wanita itu kembali menyerangnya dengan menindih tubuh Lina,dengan sigap kedua tangan Lina langsung menahan tanganya yang ingin mencakar wajahnya.


wajah mereka saling berhadapan hanya berjarak tiga puluh senti saja. Kuku wanita itu tinggal satu senti lagi akan hampir mengenai pipi mulusnya.


Lina berusaha menahan tangan wanita itu dengan sekuat tenanga,serta tak lupa meminta pertolongan dari tuhan dan membaca ayat kursi.


"Bung...


tubuh wanita itu terhempas kebelakang dengan jarak dua puluh meter dari hadapannya, kukunya sempat menggores pipi Lina yang membuatnya sedikit berdarah serta terasa perih.


"Ternyata kau berani juga melawanku, apa kau tidak takut kepadaku ?" ucap wanita itu yang seketika langsung berdiri kembali.

__ADS_1


"Ckk.. aku tidak merasa takut lagi kepadamu,walaupun dirimu menyeramkan, dasar wanita iblis" balas Lina yang ikut berdiri,hujan yang terus membasahi tubuhnya tak ia hiraukan ,serta rasa dingin tak lagi ia rasakan.


"Dasar anak sombong" balas wanita itu yang kembali menyerangnya secara mendadak, sehingga tubuh Lina terlempar menambrak pohon mangga.


"Bung....


"Uhuk...uhuk... Lina berbatuk di selingi darah yang ikut keluar dari mulutnya,kini punggungnya terasa sangat sakit.


"Hanya serangan begini saja kau sudah terlihat lemah,sok-soan ingin melawaku,hahaha.... Apa kau sanggup anak manis" ucap wanita itu seketika berjongkok di hadapannya.


"Aku tidak akan menyerah untuk membalas perbuatanmu atas kematian adikku,walaupun nyawaku sendiri taruhannya" balas Lina dengan tegas, sambil mendongkak menatap tajam wanita jahanan yang ada di hadapannya.


Mendengar ucapan Lina ia semakin marah,dan ingin melayangkan belatik ke pundak Lina, yang sekejap mata sudah berada di tangannya.


"Bung....


Belum sempat ia melayangkan belatik itu ,kini tubuhnya kembali terlempar kearah samping. Ternyata yang menyerangnya adalah dokter Ardi.


"Sial, tunggu pembalasanku,karna kau masih ikut campur dengan urusanku" ucap wanita itu dengan kesal dan seketika langsung menghilang.


Bergegas dokter Ardi berlari menghampiri Lina yang terkapar di atas tanah yang sudah terlihat semakin lemah dan pucat serta menggigil kedinginan.


"Terimah kasih dok, sudah menolong saya,jika tidak ada dokter, entah lah, apa yang akan terjadi padaku" ucap Lina dengan suara lemah,pandangannya semakin lama semakin gelap, sayup-sayup terdengar suara dokter itu memanggil namanya, setelahnya ia tidak lagi mendengarkan apa-apa.


Dokter Ardi yang melihat kondisi Lina tak sadarkan diri,semakin khawatir akan terjadi sesuatu padanya. Mobil yang di kendarainya kini berbelok kejalur lain di mana akan pergi kerumah sakit.


"Maafkan aku tidak membawamu pulang, tetapi aku akan membawamu kerumah sakit" batin dokter yang sesekali melirik Lina yang sudah tak sadarkan diri.


Setibanya di parkiran rumah sakit,dokter Ardi langsung turun dari mobilnya,berbalik ke jok belakang, menggendong Lina serta membawanya keruang UGD dan langsung di tangani secepat mungkin.


Setelah selesai menangani Lina, kini dokter Ardi menyuruh seorang suster untuk menjaga Lina diruangannya.


"Suster Nisa, tolong jaga Lina sebentar,jika ada sesuatu terjadi padanya,tolong kabari saya" ucap dokter Ardi.


"Baik dokter" jawab suster Nisa dengan anggukan.

__ADS_1


Ia pun beranjak meninggalkan ruangan Lina,dan kembali kerumah orang tua Lina untuk memberi kabar.


*****


Sementara dirumah Pa Imran,mereka begitu gelisa menunggu kedatangan dokter Ardi dan Lina yang sendari tadi belum pulang juga.


Sementara para warga sudah memutuskan untuk pulang sebab,hujan sudah mulai redah,belum lagi ini sudah hampir magrib.


"Imran,ini sudah hampir mangrib, tapi mereka kok belum pulang juga,seharusnya setengah jam yang lalu mereka sudah tiba" ucap sang ibu,di balas anggukan oleh besannya.


"Ya sudah bu, sebaiknya saya susul saja,takut terjadi sesuatu pada mereka" jawab Imran beranjak dari kursinya.


Saat melangkah keluar, kini terdengar suara sang istri sedang tertawa di dalam kamar.


Mereka bertiga pun menghampiri Santi di kamarnya dengan tergopoh-gopoh.


"Hahaha..... Santi langsung berbalik menatap tajam mereka bertiga yang ingin menghampirinya.


"Hei, Imran, sekarang Lina ada bersamaku, sebentar lagi dia akan menyusul adiknya ke alam Sana" ucap sosok yang ada di badan santi sambil berkaca pinggang.


"Siapa dirimu sebenarnya,kenapa kau tega melakukan ini kepada keluargaku, apa salahku ?" tanya Imran menahan emosi.


"Ini karna kau selalu mendapatkan kasih sayang dari bapak,sementara aku tidak" jawab sosok yang ada di badan Santi.


"Apa maksudmu!!! Siapa dirimu,ayo katakan" jawab Imran dengan penuh penekanan.


"Aku Wati,anak dari Bu Surti, istri kedua bapak,yang sudah tega meninggalkan kami, demi kalian" jawabnya dengan penuh amarah.


Bu Rati terkejut mendengar penuturannya, padahal selama ini, yang ia tau Surti sudah lama meninggal, dan juga tidak perna mengandung anak dari suaminya,apa kah,selama ini almarhum suaminya sudah berbohong ?


"Tidak, kamu pasti berbohong, kamu bukan anak surti, yang kami tau surti sudah lama meninggal dan tidak perna mengandung anak dari suamiku" timpal Bu Rati merasa tidak percaya.


"Untuk apa aku berbohong,baru dua tahun yang lalu ibuku meninggal ,setelah kepergiannya,aku memutuskan untuk tinggal di desa ini,tujuanku hanya satu, yaitu untuk membalaskan dendamku terhadap kalian semua" jawabnya menatap ke arah Bu Ratih.


"Kau tega melakukan semua ini terhadap keponakanmu sendiri,di mana hati nuranimu" jawab Imran dengan emosi.

__ADS_1


"Aku merasa tidak memiliki keponakan,yang aku tau, kalian hanyalah musuhku." Jawabnya tanpa merasa bersalah.


_____


__ADS_2