
"Uuwaakk...uuwaak... Kami semua histeris melihat Lisa memuntahkan darah yang sudah membeku.
"Pa, Lisa,pa!!" Teriak mama memanggil Papa dengan histeris. Kedua tanganku ikut bergetar memegang tubuh Lisa, aku takut jika terjadi sesuatu pada adikku ini.
Papa,Nenek,dan ayah Rani,bergegas menghampiri kami karna mendengar teriakan mama,mereka semua terkejut melihat Lisa yang memuntahkan darah yang begitu banyak.
"Ya sudah bu,kita langsung bawa saja dia kerumah sakit,karna ke adaanya semakin lemah"pinta Bidan Yuli adik dari Pa Samsul. Iya juga cemas dengan ke adaan Lisa yang semakin lemah tak berdaya.
Aku memandang wajah adikku sudah pucat pasih,sepertinya ia sudah kekurangan banyak darah,disertai keringatnya yang terus bercucuran tiada henti.
Mereka berlima pun pergi membawa Lisa kerumah sakit yang berjarak sekitar tujuh kilo meter dari rumah, dengan mengendarai sepeda motor. Sementara Papa dan Lisa di bonceng ayah rani,sedangkan mama di bonceng Bidan Yuli.
Sekarang yang tertinggal hanya Lina dan Nenek.
Lina yang berada dirumah tiada henti memikirkan sang adik,ia mondar mandir di ruang tamu,hingga ia lupa menguburkan darah Lisa yang berada di ember.
"Nek,aku takut terjadi sesuatu pada Lisa" ucap Lina dengan bibir yang bergetar,firasatnya hari ini sungguh tidak enak,ia merasakan ada seseorang yang mengawasi kepergian mereka.
"Kita serahkan semua ini pada Tuhan,semoga dia baik-baik saja" balas nenek dengan wajah yang senduh dan juga cemas.
"Entahlah nek,tiba-tiba Lina merasakan ada yang mengawasi kepergian mereka nek!!" jawab Lina yang masih terus mondar mandir di ruang tamu.
"Jangan berkata seperti itu Cu!! itu hanya firasat burukmu saja, alangkah sebaiknya berpikir positif, serta menyerahkan semua ini kepada Sang Ilahi." jawab nenek.
"Iya nek, baiklah" jawab Lisa.
Beda dengan kata hatinya, ia justru semakin yakin dengan perasaanya itu, bahwa ada seseorang yang terus mengawasi kepergian mereka, sebab!! tidak biasanya ia merasakan seperti ini,mungkin kontak batin terhadap sang adik sangat kuat.
"Oh iya Cu, kita lupa mengubur dara Lisa!!kalau begitu,nenek turun duluh mau gali tanah"ucap nenek beranjak dari duduknya.
" Astagfirullah, iya nek aku juga sampai lupa" jawab Lina dan berlalu menujuh kearah kamar.
Saat Lina membuka Pintu kamar, seketika matanya terbelalak melihat sesosok perempuan, yang sedang asik menyeruput darah yang dimuntahkan Lisa di dalam sebuah ember.
__ADS_1
Ingin rasanya ia berteriak akan tetapi badan dan mulutnya seketika terkunci, sehingga ia hanya berdiri mematung diambang pintu kamar sambil meneteskan air mata.
Sosok wanita itu sesekali meliriknya dengan mata yang tajam serta muka yang menyeramkan,ia tersenyum menyerigai ke arah Lina,setelah itu ia kembali menikmati darah Lisa.
Lina yang tidak kuat melihat pemandangan yang ada di depan matanya,seketika ia pun langsung ambruk dan tak sadarkan diri.
"Hahaha.... Sekarang aku puas melihat penderitaan kalian,satu persatu kalian akan lenyap di tanganku"ucap suara itu yang membuat Lina kembali sadar.
Lina mengerjabkan mata sambil melihat di sekeliling ruangan dimana cahaya lampu begitu remang.
Lina terperanjat melihat sang adik berada di sebuah ruangan seperti penjara. Ia pun segerah menghampirinya dengan sedikit berlari.
"Lisa!!, kamu kenapa sampai berada disini"tanya Lina dengan suara panik.
Tidak ada respon dari Lisa, ia terdiam seribu bahasa sambil terus memeluk lututnya seperti seseorang yang sedang ketakutan.
"Lisa kamu dengar kaka tidak? Kenapa kamu sampai berada disini?" Tanya Lina sambil terus mengoyang-goyangkan jeruji besi.
Seketika Lisa Langsung berdiri sambil menatapnya dengan tajam seperti orang yang menyimpan dendam.
"Lisa kau adalah adikku,tolong sadarlah!!,kamu jangan terpengaru dengan bisikan itu" balas Lina dengan penuh penekanan.
"Hahaha..." Justru Lisa hanya tertawa mendengar jawaban Sang Kaka.
"Lisa!! sekali lagi tolong sadarlah,aku adalah kakamu" ucap Lina yang terus meyakinkan sang adik.
"Lisa,ingat!!!dia bukanlah kakamu, akan tetapi dia adalah musuhmu,sekarang ini waktunya kau bermain dengannya"ucap suara itu yang memerintahkan Lisa, seketika Lisa kembali menatap Lina dengan tajam dan sinis. Kini ia mengangkat sebelah tangannya,saat itu pula tubuh Lina ikut terangkat keatas.
"Lisa!! Tolong!! jangan lakukan ini"teriak Lina,akan tetapi Lisa tidak menghiraukannya malah menghempasnya kearah dinding.
"Bung... Sontak Lina langsung memuntahkan darah yang cukup banyak, akibat dari benturan yang begitu keras,sehingga membuat kepalanya merasa sakit dan pusing.
"Hahaha... Aku sangat senang melihat kalian berdua seperti ini" ucap suara itu dengan puas.
__ADS_1
Lisa pun langsung ambruk di lantai dan tak sadarkan diri.
"Lisaa!!!, bangun Lisaa.!!! Teriak Lina dengan bersusah payah, karna melihat sang adik tak sadarkan diri di ruang penjara.
"Lisaa..Lisaa.... Teriak Lina yang langsung kembali sadar. Ia mendapati dirinya tertidur di lantai kamar.
"Cu.. kamu kenapa teriak-teriak ?" tanya nenek yang menghampirinya dengan tergopoh-gopoh.
Lina kembali linglung,ia hanya mengingat sesosok perempuan yang menyeruput darah Lisa
"Ta-tadi,ada perempuan nek, ia menyeruput darah Lisa yang berada di dalam ember" jawab Lina dengan gemetar.
"Ya ampun Cu!!! Itu darah Lisa masi ada, kamu ini sebenarnya kenapa ? Jawab nenek. Ia bingung melihat sang cucu seperti orang yang ketakutan.
"Benaran nek,tadi itu ada perempuan,wajahnya juga sangat seram" jawab Lina dengan sungguh sungguh.
"Sudahlah Cu, mungkin kamu terlalu memikirkan Lisa, sehingga kamu seperti ini" jawab nenek.
Lina hanya menghembuskan nafas kasar,karna nenek tidak percaya dengan ucapannya.
*****
Setibanya dirumah sakit Lisa langsung di bawa di ruangan UGD dan langsung di tangani sang dokter. Sekian lama mereka menunggu,akhirnya dokter pun keluar.
"Bagaimana keadaan anak saya dok?? Tanya Bu santi setelah menghampiri sang dokter.
"Begini bu,anak ibu kekurangan banyak darah,sekarang ini kami butuh dua kantor darah untuknya, jika bisa!! tolong carikan pendonor untuk pasien, karna kami tidak memiliki stok darah yang sama" jawab sang dokter.
"Pa, darah Lina sama dengan darah Lisa, bagaimana kita tanyakan saja kepada Lina,mungkin dia mau mendonorkan daranya" ucap mama penuh harap. Pa imran pun setuju dengan usulan sang istri.
" Sul, boleh aku minta tolong sekali lagi,bisa kah kau menjemput Lina sekarang!!" Ucap Pa Imran kepada sahabatnya itu dengan penuh harab.
"Tentu saja bisa,aku sudah menganggap kalian sebagai keluargaku, kalau begitu saja jemput Lina duluh" ucap pa samsul dan berlalu kembali pulang menjemput Lina.
__ADS_1
"Ya sudah Bu,ayo duduk duluh, ibu jangan terlalu cemas karna ibu sedang hamil" Pinta Bidan Lina,mengajak Bu Santi untuk duduk.
_____