
"Aargg... Hanya suara raungan yang kelur dari mulut mereka, seketika itupun mereka menghilang beserta Lisa yang ikut menghilang.
"Lisaaa.... "Teriak Lina yang terbangun dari tidurnya dalam keadaan Linglung.
"Kamu kenapa sayang ? Tanya mama yang langsung turun dari ranjang pasien, menghampiri Lina yang terlihat seperti orang yang ketakutan serta wajah sedikit pucat di sertai keringat yang mulai bercucuran.
"Kamu mimpi buruk ? "Tanya mama kembali sambil menyodorkan segelas air minum, Lina pun meraihnya dan meneguknya sampai tandas.
"sepertinya mimpi buruk ma,tapi ngga tau mimpi apa?" Jawab Lina yang berusaha menenangkan diri. sesekali menyapu keringat yang menempel di keningnya.
"Masah mimpi sendiri ngga tau !!ucap mama, mengambil gelas dari tangan Lisa menyimpannya di atas meja.
"Iya ma,Lina benar-benar ngga tau habis mimpi apa ?,seketika ajah langsung hilang" jawabnya yang juga sedikit kebingungan.
" Ma!! Sepertinya Lina merasa berada di dua alam" ucap lina lagi yang membuat alis mama saling bersahutan.
"Kamu ini ada-ada saja,itu karna kamu sedang bermimpi,setiap orang juga pasti mengalaminya" ucap mama.
"Tapi ma, ini sepertinya beda, Lina merasakan seperti bermimpi di ambang kematian." ucap Lina lagi.
"Kamu ini jangan ngomong yang aneh-aneh, ngga baik, pamali tau" ucap mama yang tidak percaya dengan ucapan Lina.
Kini Lina tidak bisa lagi berkata apa-apa,jika mama sudah berkata seperti itu.
"Ya Sudah!! kamu istrahat saja,lagian kondisi kamu masih lemah,mama mau keruangan Lisa bentar ya!!" ucap mama yang ingin beranjak meninggalkan Lina,Akan tetapi lina menahannya serta bertanya.
"Tunggu ma,jadi gimana ke adaan Lisa? apa udah ada perubahan?"
"Alhamdulilah sayang, sudah ada perubahan, makasih ya, sudah mau menolong adikmu" ucap mama dengan senyum bahagia.
Lina sangat senang mendengar kabar ini. Ia memutuskan untuk menemui sang adik walaupun mama sudah melarangnya,sebab kondisinya masih dalam ke adaan lemas serta pusing.
____
Setibanya di ruangan Lisa,Lina melihat ada Papa,Pa Samsul,serta Paman Yanto adik dari mama yang katanya belum lama tiba.
Lina melihat kondisi Lisa masih terbaring lemah diatas ranjang dengan pandangan kosong menatap langit-langit kamar.
Dan sesekali pula Lina mengajaknya mengobrol ,akan tetapi, Lisa hanya merespon dengan kedipan mata saja serta tak menimpali ucapan Lina sedikitpun.
Ia semakin khawatir dengan kondisi sang adik, yang mana terlihat seperti mayat hidup,karna begitu terlalu pucat walaupun ia sudah sadar.
__ADS_1
Malam harinya.
Waktu sudah menunjukan pukul 19:00. Malam.Papa memutuskan untuk segerah pulang bersama dengan Sahabatnya itu sebab, mengingat tak ada seorang pun yang menemani nenek di rumah.
"Lina ayo makan duluh" ucap Paman Yanto pria yang berusia 29 tahun itu,setelah masuk keruangan dengan menenteng tiga bungkus nasi kotak beserta beberapa buah apel.
sedangkan Lisa sudah terlebih duluh makan yang mana ia sudah disuapi mama,itupun hanya beberapa suap saja, ia sudah membukam mulutnya untuk tidak menghabiskan makannya.
"Mba santi aku kewarung dulu pengen ngopi bentar," ucap paman yanto setelah menyelesaikan makananya. Ia beranjak dari kursinya menujuh keluar setelah mama mengiyakan ucapannya.
"Ma!! minta satu apelnya dong!!ucap Lina setelah menghabiskan makanannya.
"Nih, hati-hati kalau ngupas, agar tangan kamu tidak ikut kesayat" ucap mama menyodorkan satu buah apel beserta pisau kecil.
"Iya ma,lagian Lina bukan anak kecil" ucap lina meraih dan langsung mengupas kulit apel,saat hampir selesai tangan Lina seketika seperti disenggol seseorang hingga membuat tangannya sedikit tersayat.
"Aww... Sakit! " ucap Lina merinti kesakitan darapun mulai keluar.
"Tuh kan!! mama udah bilang hati-hati" ucap mama yang berhenti mengunyah.
"Ngga apa-apa ma,cuman sedikit ko yang tersayat" ucap Lina menutup luka menggunakan pada ujung bajunya.
" aneh,kayanya aku tadi ngerasa ada yang yenggol legan ku,padahal ngga ada orang disini selain kami bertiga" batin Lina yang sedikit merasa takut.
"Udah ngga keluar lagi ma" jawab Lina beranjak menujuh toilet yang ada di sudut ruangan.
Lina Segerah membersihkan sisa darah yang menempel di tanganya.
"Puk".
seketika ada tangan yang penepuk punggung Lina satu kali.
"Ada apa ma," tanya Lina yang tanpa menoleh.
"Puk"
kini tangan itu memegang bahunya yang sebelah kiri.saat Lina mendongkak kearah cermin ia tidak melihat siapapun yang berdiri di belakangnya.
badan Lina langsung bergetar karna tangan itu kini mencengkram pundaknya dengan semakin kuat.
perlahan ia melirik kearah pundak seketika matanya terbelalak melihat ada sepotong tangan yang berbulu lebat,serta memiliki kuku yang panjang mencengkram pundaknya.
__ADS_1
Lina yang berusaha untuk berteriak,seketika mulutnya terkunci,tiba-tiba ada sepasang mata yang warna merah terbang mengelilinginya sambil terus memandangnya.
"Adikmu tidak akan bertahan lama lagi, sebentar lagi dia akan mati" bisik suara itu dari arah belakang.yang membuat bulu kuduknya tiada henti berdiri.
"Itu tidak mungkin " batin Lina yang tidak percaya dengan ucapan itu.
"Tunggu saja besok pagi,kau akan melihatnya sendiri" ucap suara itu yang setengah berbisik seakan tau apa yang di ucapkan Lina.
"Aaaa.... Tidaaaak..." teriak Lina yang kembali refleks.
tangan yang tadi memegang pundaknya kini sudah menghilang beserta sepasang mata yang melayang-layang di hadapannya ikut menghilang,mama yang mendengar suara teriakan Lina kini tergopoh-gopoh menghampirinya di toilet.
"Kamu kenapa ?," Tanya mama yang melihat Lina berdiri dengan badan yang bergetar sambil menutupi kedua telinganya.
"A-ada mata Ma" jawab Lina dengan bibir bergetar mendongkak kearah mama.
"Kamu sebenarnya ini kenapa ha!!!, selalu saja mengucap yang aneh-aneh,bilang ada belatunglah,bilang ada matalah, terus setelah ini apa lagi!!! mama sudah benar-benar cape mendengar ucapan kamu yang seakan-akan menghantui " ucap mama yang sedikit emosi melihat Lina.
"Ma, Lina berani bersumpah, kalau Lina ngga bo'ong,belum lagi tadi ada suara berbisik kalau Lisa sebentar lagi akan mati.."
"Plak...
Sebuah tamparan melayang ke pipi Lina,mama benar-benar marah mendengar ucapan Lina barusan.
" kamu sudah keterlaluan,jelas-jelas adik kamu sudah pulih,malah kamu bilang akan mati, apa kamu sudah benar-benar tidak waras ha!!" bentak mama dengan penuh amarah.
"Mulai besok pagi,kamu boleh pulang,biar mama di sini yang temani Lisa." Ucap mama dan meninggalkan Lina yang berdiri mematung sambil memegang pipih di sertai air mata yang ikut terjatuh.
Ia tak berdaya sedikitpun karna tak ada seorang pun yang percaya dengan ucapannya.
_____
Setelah kejadian tadi,mama sedikit cuek dengan Lina.
"Apa mama benar-benar marah dengan Lina ?" batin lina yang sudah merasa bersalah serta tak enak.
"Kamu cepat tidur,besok pagi kamu akan pulang di antar pamanmu" ucap mama dengan ketus.
"Iya ma" jawab Lina singkat sambil menunduk.
"De,cepat sembuh ya,besok kaka akan pulang" batin Lina memandang wajah pucat sang adik yang tertidur pulas.
__ADS_1
_____